MAKALAH
PERENCANAAN PENGAJARAN
BAHASA INDONESIA
Diajukan
untuk memenuhi salahsatu tugas mata kuliah Perencanaan
Pengajaran Bahasa Indonesia
Disusun Oleh :
KELOMPOK 4
Ramiati Raman (2015-35-043)
Jainudin Mahulauw (2015-35-135)
Wisye
Pelamonia (2015-35-107)
Nofalina Samangun (2015-35-199)
Jeane V. Septory (205-35-061)
Henderika Unitly (2015-35-047)
Berty Sapya (2015-35-095)
Chandra Nurlette (2015-35-081)
Sahrun Siombiwi (2015-35-113)
Jakob Sertawy (2015-35-083)
Fiolantia Anaratan (2015-35-137)
Aknes Laine (2015-35-091)
Hermalina Wadjin (2014-35-015)
KELAS : A
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni
Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan
Universitas Pattimura
Ambon
2017
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan berkah, rahmat, dan hidayah-Nya kami
dapat menyelesaikan makalah Perencanaan Pengajaran Bahasa Indonesia
ini dengan baik meskipun banyak kekurangan di dalamnya. Kami juga mengucapkan terimakasih
pada Dosen
mata kuliah Perencanaan Pengajaran
Bahasa Indonesia yang telah memberikan tugas ini kepada
kami kelompok 4.
Makalah ini ditulis dari hasil penyusunan data-data yang
diperoleh dari dari media massa yang berhubungan dengan judul makalah. Makalah ini
membahas mengenai pengertian dari perencaan, manfaat perencanaan, serta syarat
perencanaan.
Kami mengharapkan, dengan membaca makalah ini dapat memberi
manfaat bagi pembaca
dalam hal ini dapat menambah wawasan. Memang makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan, maka kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan menuju
arah yang lebih baik.
Ambon, September 2017
KELOMPOK 4
DAFTAR
ISI
Halaman
Judul ...................................................................................................................... i
Kata
Pengantar ..................................................................................................................... ii
Daftar
Isi ............................................................................................................................... iii
Bab
I : Pendahuluan
1.1.
Latar Belakang ................................................................................................... 1
1.2.
Rumusan Masalah .............................................................................................. 1
1.3.Tujuan
Penulisan ................................................................................................. 2
Bab
II : Pembahasan
2.1. Pengertian
Perencanaan ..................................................................................... 3
2.2. Manfaat Perencanaan ......................................................................................... 3
2.3. Syarat Perencanaan ............................................................................................ 4
Bab
III : Penutup
3.1.
Kesimpulan .................................................................................................................... 7
Daftar
Rujukan ..................................................................................................................... 9
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan
organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan
rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting
dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi
lain—pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan—tak akan dapat berjalan.
Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana
formal. Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan
tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah
rencana tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu
tertentu. Rencana formal merupakan rencana bersama anggota korporasi, artinya,
setiap anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana itu. Rencana formal
dibuat untuk mengurangi ambiguitas dan menciptakan kesepahaman tentang apa yang
harus dilakukan.
Seperti yang kita ketahui, bahwa segala sesuatu itu
harus direncakan terlebih dahulu sebelum memulainya. Namun jika terlalu banyak
merencakan juga tidak bagus. Jadi bagaimana seharusnya? . Pertama kita harus
mengerti tentang apa arti dari perencanaan, syarat dan manfaat dari
perencanaan. Nah, untuk lebih jelasnya berikut akan kami bahasa terkait dengan
pengertian perencaan, syarat dan manfaatnya.
1.2.
Rumusan Masalah
Dari utaian latarbelakang di atas dapat kita
rumuskan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1) Bagaimanakah
pengertian perencanaan?
2) Seperti
apakah manfaat dari perencanaan?
3) Apa-apa
sajakah yang menjadi syarat perencanaan?
1.3.
Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk
mengerjakan tugas mata kuliah Perencanaan Pengajaran Bahasa Indonesia, mengenai
pengertian dari perencaan, manfaat
perencanaan, serta syarat perencanaan.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Perencanaan
Perencanaan atau rencana (planning) dewasa ini telah dikenal oleh hampir setiap orang. Kita mengenal
rencana pembangunan
Perencanaan ialah merupakan proses dasar manajemen
untuk menentukan tujuan dan langkah-langkah yang harus dilaksankan biar tujuan
bisa dicapai. Perencanaan memberikan informasi untuk mengkoordinasikan
pekerjaan secara akurat dan efektif. Rencana yang baik harus didasarkan atas
sasaran, bersifat sederhana, mempunyai standar, fleksibel, seimbang dan
menggunakan sumber-sumber yang tersedia dulu.
Pengertian Perencanaan Menurut Beberapa Ahli, yaitu:
1) Steiner:
perencanaan ialah sebuah proses memulai dengan sasaran, batasan strategi,
kebijakan, dan rencana detail untuk mencapainya, mencapai organisasi untuk
menerapkan keputusan, dan termasuk tinjauan kinerja dan umpan balik terhadap
pengenalan siklus perencanaan baru.
2) Alexander:
perencanaan ialah memutusakan seberapa luas akan dilaksanakan, bagaimana
melaksanakannya, kapan pelaksanaanya, dan siapa yang melaksanakannya.
3) Douglas:
perencanaan ialah suatu proses yang berkesinambungan dari pengkajian, membuat
tujuan dan sasaran dan menerapkan serta menilai atau mengontrolnya.
2.2.
Manfaat Perencanaan
Ada beberapa manfaat perencanaan pembelajaran , di
antaranya adalah:
1) Dengan
perencanaan yang matang dan akurat, akan dapat diprediksi seberapa besar
keberhasilan yang akan dicapai.
Oleh karena itu
akan terhindar dari keberhasilan yang sifatnya untung-untungan sebab
segala kemungkinan kegagalan sudah dapat diantisipasi oleh guru. Dalam
perencanaan, guru harus paham tujuan apa yang akan dicapai, strategi apa yang
tepat dilakukan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, dan dari mana sumber
belajar yang dapat digunakan.
2) Sebagai
alat untuk memecahkan masalah.
Dengan perencanaan yang mtang, maka segala
kemungkinan dan masalah yang akan timbul dapat diantisipasi sehingga dapat
diprediksi pula jalan penyelesaiannya.
3) Untuk memanfaatkan berbagai sumber
belajar secara tepat.
Dengasn perencanaan yang tepat, maka guru dapat
menentukan sumber-sumber belajar yang dianggap tepat untuk mempelajari suatu
bahan pembelajaran sebab saat ini banyak sekali sumber belajar yang ditawarkan
baik melalui media cetak maupun elektronik.
4) Perencanaan
akan membuat pembelajaran berlangsung secara sistematis.
Dengan perencanaan yang baik, maka pembelajaran
tidak akan berlangsung seadanya, tetapi akan terarah dan terorganisir dan guru
dapat memanfaatkan waktu seefektif mungkin untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Terdapat pula syarat perencanaan yang lainnya,
antara lain sebagai berikut :
a) Mempunyai
tujuan yang jelas.
b) Sifatnya
simple atau sederhana.
c) Memuat
analisis terhadap pekerjaan yang dikerjakan.
d) Bersifat
fleksibel.
e) Mempunyai
keseimbangan, yaitu keselarasan tanggungjawab dan tujuan tiap bagian dalam
perusahaan dengan tujuan akhir perusahaan yang telah ditetapkan.
f) Mempunyai
kesan bahwa segala sesuatu itu telah tersedia serta bisa digunakan secara
efektif dan memiliki daya guna.
2.3.
Syarat Perencanaan
Syarat pengajaran perencanaan adalah seperangkat
pengetahuan atau syarat seorang perancang pembelajaran, yaitu:
1) Memiliki
Kemampuan Analitik
Kemampuan menganalisa adalah kemampuan
mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran dalam rangka
memprediksi keberhasilan pelaksanaan pembelajaran.
2) Memiliki
Kemampuan Pengembangan
Kemampuan pengembangan adalah kemampuan untuk
memilih, menetapkan, dan mengembangkan strategi pembelajaran yang paling
optimal untuk mencapai hasil yang diinginkan.
3) Memiliki
Kemampuan Pengukuran
Kemampuan pengukuran adalah kemampuan untuk
menetapkan tingkat keefektifan, efisiensi, dan daya tarik rancangan
pembelajaran. Kemampuan ini meliputi memilih, menetapkan, dan mengembangkan
alat ukur yang paling tepat untuk mengukur pencapaian tujuan/indikator.
Terdapat beberapa manfaat
perencanaan, yaitu sebagai berikut :
Perencanaan mempunyai banyak manfaat, diantaranya
adalah sebagai berikut:
a) Membantu
manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan,
b) Membantu
dalam kristalisasi persesuaian dalam masalah-masalah utama,
c) Memungkinkan
manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas,
d) Pemilihan
berbagai alternatif terbaik,
e) Standar
pelaksanaan dan pengawasan,
f) Penyusunan
skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan,
g) Menghemat
pemanfaatan sumber daya organisasi,
h) Alat
memudahkan dalam berkoordinasi dengan pihak terkait,
i)
Membuat tujuan lebih khusus, terperinci
dan lebih mudah dipahami,
j)
Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti,
dan
k) Menghemat
waktu, usaha dan dana.
Terdapat pula syarat perencanaan yang baik, yaitu
sebagai berikut :
1)
Berdasarkan
pada alternatif
Agar dapat menetapkan perencanaan yang baik maka sebelumnya
agar disusun berbagai alternatif, misalnya untung dan rugi kelebihan dan
kekurangannya, kendala dan dukungannya, sehingga dapat menentukan perencanaan
yang paling baik.
2)
Harus
realistis
Bila perencanaan tidak realistis, mungkin baik
diatas kertas saja akan tetapi tidak dapat dilaksanakan dalam prakteknya.
Misalnya
: keterbatasan dalam teknologi, keterbatasan sumber dana, tenaga kerja, dsb.
3)
Harus
ekonomis
Disamping keterbatasan diatas, juga harus
mempertimbangkan tingkat ekonomis dalam suatu rencana. Hindarkan faktor
pemborosan, biaya, waktu, tempat, dsb.
4)
Harus
luwes (fleksibel)
Dalam hal ini perencanaan harus fleksibel, artinya
setiap saat dapat dievaluir sesuai dengan perkembangan organisasi, situasi dan
kondisi pada waktu tersebut. Pada dasarnya perencanaan itu disusun berdasarkan
hasil penelitian sebelumnya, namun dalam prakteknya sering terjadi berbagai
penyimpangan yang tidak dapat dihindarkan.
5)
Didasari
partisipasi
Dalam pembuatan perencanaan hendaknya dapat
diikutkan berbagai pihak untuk memperoleh masukan (input) agar lebih sempurna.
Dengan adanya partisipasi, perusahaan akan memperoleh manfaat ganda, karena
disamping rencana menjadi lebih baik, juga dapat menambah semangat kerja para
karyawan (karena merasa ).
BAB
III
PENUTUP
3.1.
Kesimpulan
Perencanaan ialah merupakan proses dasar manajemen
untuk menentukan tujuan dan langkah-langkah yang harus dilaksankan biar tujuan
bisa dicapai. Perencanaan memberikan informasi untuk mengkoordinasikan
pekerjaan secara akurat dan efektif. Rencana yang baik harus didasarkan atas
sasaran, bersifat sederhana, mempunyai standar, fleksibel, seimbang dan
menggunakan sumber-sumber yang tersedia dulu.
Syarat perencanaan antara lain sebagai berikut :
g) Mempunyai
tujuan yang jelas.
h) Sifatnya
simple atau sederhana.
i)
Memuat analisis terhadap pekerjaan yang
dikerjakan.
j)
Bersifat fleksibel.
k) Mempunyai
keseimbangan, yaitu keselarasan tanggungjawab dan tujuan tiap bagian dalam
perusahaan dengan tujuan akhir perusahaan yang telah ditetapkan.
l)
Mempunyai kesan bahwa segala sesuatu itu
telah tersedia serta bisa digunakan secara efektif dan memiliki daya guna.
Terdapat beberapa manfaat perencanaan, yaitu sebagai
berikut :
Perencanaan mempunyai banyak manfaat, diantaranya
adalah sebagai berikut:
l)
Membantu manajemen untuk menyesuaikan
diri dengan perubahan-perubahan lingkungan,
2) Membantu
dalam kristalisasi persesuaian dalam masalah-masalah utama,
3) Memungkinkan
manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas,
4) Pemilihan
berbagai alternatif terbaik,
5) Standar
pelaksanaan dan pengawasan,
6) Penyusunan
skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan,
7) Menghemat
pemanfaatan sumber daya organisasi,
8) Alat
memudahkan dalam berkoordinasi dengan pihak terkait,
9) Membuat
tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami,
10) Meminimumkan
pekerjaan yang tidak pasti, dan
11) Menghemat
waktu, usaha dan dana.
DAFTAR
RUJUKAN
Neno, Ellyakim. 2015. Syarat dan Manfaat Perencanaan. (Online)
http://kunjungicobasaja.
blogspot.co.id/2015/05/syarat-dan-manfaat-perencanaan.html.
Diakses pada tanggal 19
September
2017.
Rukmana, Labibah Eka.
2013. Manfaat Perencanaan. (Online) http://labibahrukmana.blogspot.
co.id/2013/10/manfaat-perencanaan.html.
Diakses pada tanggal 19 September 2017.

