Winie The Pooh

My Widget

Rabu, 25 Oktober 2017

MAKALAH PERENCANAAN PENGAJARAN BAHASA INDONESIA



MAKALAH
PERENCANAAN PENGAJARAN BAHASA INDONESIA

Diajukan untuk memenuhi salahsatu tugas mata kuliah Perencanaan Pengajaran Bahasa Indonesia   

Disusun Oleh :
KELOMPOK 4 
Ramiati Raman (2015-35-043)
Jainudin Mahulauw (2015-35-135)
                                  Wisye Pelamonia (2015-35-107)  
Nofalina Samangun (2015-35-199)
Jeane V. Septory (205-35-061)
Henderika Unitly (2015-35-047)
Berty Sapya (2015-35-095)
Chandra Nurlette (2015-35-081)
Sahrun Siombiwi (2015-35-113)
Jakob Sertawy (2015-35-083)
Fiolantia Anaratan (2015-35-137)
Aknes Laine (2015-35-091)
Hermalina Wadjin (2014-35-015)
KELAS : A


Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni
Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan
Universitas Pattimura 
Ambon
2017

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan berkah, rahmat, dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah        Perencanaan Pengajaran Bahasa Indonesia ini dengan baik meskipun banyak kekurangan di dalamnya. Kami juga mengucapkan terimakasih pada Dosen mata kuliah Perencanaan Pengajaran Bahasa Indonesia yang telah memberikan tugas ini kepada kami kelompok 4.
Makalah ini ditulis dari hasil penyusunan data-data yang diperoleh dari dari media massa yang berhubungan dengan judul makalah. Makalah ini membahas mengenai pengertian dari perencaan, manfaat perencanaan, serta syarat perencanaan.
Kami mengharapkan, dengan membaca makalah ini dapat memberi manfaat bagi pembaca dalam hal ini dapat menambah wawasan. Memang makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, maka kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan menuju arah yang lebih baik.


Ambon, September 2017  
        KELOMPOK 4


DAFTAR ISI
Halaman Judul ...................................................................................................................... i
Kata Pengantar ..................................................................................................................... ii
Daftar Isi ............................................................................................................................... iii
Bab I : Pendahuluan
1.1. Latar Belakang ................................................................................................... 1
1.2. Rumusan Masalah .............................................................................................. 1
1.3.Tujuan Penulisan ................................................................................................. 2

Bab II : Pembahasan
2.1. Pengertian Perencanaan ..................................................................................... 3  
2.2. Manfaat Perencanaan ......................................................................................... 3
2.3. Syarat Perencanaan ............................................................................................ 4 

Bab III : Penutup
3.1. Kesimpulan .................................................................................................................... 7
Daftar Rujukan ..................................................................................................................... 9


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain—pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan—tak akan dapat berjalan.
Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal. Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu. Rencana formal merupakan rencana bersama anggota korporasi, artinya, setiap anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana itu. Rencana formal dibuat untuk mengurangi ambiguitas dan menciptakan kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan.
Seperti yang kita ketahui, bahwa segala sesuatu itu harus direncakan terlebih dahulu sebelum memulainya. Namun jika terlalu banyak merencakan juga tidak bagus. Jadi bagaimana seharusnya? . Pertama kita harus mengerti tentang apa arti dari perencanaan, syarat dan manfaat dari perencanaan. Nah, untuk lebih jelasnya berikut akan kami bahasa terkait dengan pengertian perencaan, syarat dan manfaatnya.

1.2. Rumusan Masalah
Dari utaian latarbelakang di atas dapat kita rumuskan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1)      Bagaimanakah pengertian perencanaan? 
2)      Seperti apakah manfaat dari perencanaan?
3)      Apa-apa sajakah yang menjadi syarat perencanaan?




1.3. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengerjakan tugas mata kuliah Perencanaan Pengajaran Bahasa Indonesia, mengenai pengertian dari perencaan, manfaat perencanaan, serta syarat perencanaan.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1.  Pengertian Perencanaan  
Perencanaan atau rencana (planning) dewasa ini telah dikenal oleh hampir setiap orang. Kita mengenal rencana pembangunan
Perencanaan ialah merupakan proses dasar manajemen untuk menentukan tujuan dan langkah-langkah yang harus dilaksankan biar tujuan bisa dicapai. Perencanaan memberikan informasi untuk mengkoordinasikan pekerjaan secara akurat dan efektif. Rencana yang baik harus didasarkan atas sasaran, bersifat sederhana, mempunyai standar, fleksibel, seimbang dan menggunakan sumber-sumber yang tersedia dulu.
Pengertian Perencanaan Menurut Beberapa Ahli, yaitu:
1)      Steiner: perencanaan ialah sebuah proses memulai dengan sasaran, batasan strategi, kebijakan, dan rencana detail untuk mencapainya, mencapai organisasi untuk menerapkan keputusan, dan termasuk tinjauan kinerja dan umpan balik terhadap pengenalan siklus perencanaan baru.
2)      Alexander: perencanaan ialah memutusakan seberapa luas akan dilaksanakan, bagaimana melaksanakannya, kapan pelaksanaanya, dan siapa yang melaksanakannya.
3)      Douglas: perencanaan ialah suatu proses yang berkesinambungan dari pengkajian, membuat tujuan dan sasaran dan menerapkan serta menilai atau mengontrolnya.

2.2. Manfaat Perencanaan
Ada beberapa manfaat perencanaan pembelajaran , di antaranya adalah:
1)      Dengan perencanaan yang matang dan akurat, akan dapat diprediksi seberapa besar keberhasilan yang akan dicapai.
Oleh karena itu  akan terhindar dari keberhasilan yang sifatnya untung-untungan sebab segala kemungkinan kegagalan sudah dapat diantisipasi oleh guru. Dalam perencanaan, guru harus paham tujuan apa yang akan dicapai, strategi apa yang tepat dilakukan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, dan dari mana sumber belajar yang dapat digunakan.

2)      Sebagai alat untuk memecahkan masalah.
Dengan perencanaan yang mtang, maka segala kemungkinan dan masalah yang akan timbul dapat diantisipasi sehingga dapat diprediksi pula jalan penyelesaiannya.

3)               Untuk memanfaatkan berbagai sumber belajar secara tepat.
Dengasn perencanaan yang tepat, maka guru dapat menentukan sumber-sumber belajar yang dianggap tepat untuk mempelajari suatu bahan pembelajaran sebab saat ini banyak sekali sumber belajar yang ditawarkan baik melalui media cetak maupun elektronik.

4)      Perencanaan akan membuat pembelajaran berlangsung secara sistematis.
Dengan perencanaan yang baik, maka pembelajaran tidak akan berlangsung seadanya, tetapi akan terarah dan terorganisir dan guru dapat memanfaatkan waktu seefektif mungkin untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Terdapat pula syarat perencanaan yang lainnya, antara lain sebagai berikut :
a)      Mempunyai tujuan yang jelas.
b)      Sifatnya simple atau sederhana.
c)      Memuat analisis terhadap pekerjaan yang dikerjakan.
d)     Bersifat fleksibel.
e)      Mempunyai keseimbangan, yaitu keselarasan tanggungjawab dan tujuan tiap bagian dalam perusahaan dengan tujuan akhir perusahaan yang telah ditetapkan.
f)       Mempunyai kesan bahwa segala sesuatu itu telah tersedia serta bisa digunakan secara efektif dan memiliki daya guna.

2.3. Syarat Perencanaan
Syarat pengajaran perencanaan adalah seperangkat pengetahuan atau syarat seorang perancang pembelajaran, yaitu:
1)      Memiliki Kemampuan Analitik
Kemampuan menganalisa adalah kemampuan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran dalam rangka memprediksi keberhasilan pelaksanaan pembelajaran.
2)      Memiliki Kemampuan Pengembangan
Kemampuan pengembangan adalah kemampuan untuk memilih, menetapkan, dan mengembangkan strategi pembelajaran yang paling optimal untuk mencapai hasil yang diinginkan.

3)      Memiliki Kemampuan Pengukuran
Kemampuan pengukuran adalah kemampuan untuk menetapkan tingkat keefektifan, efisiensi, dan daya tarik rancangan pembelajaran. Kemampuan ini meliputi memilih, menetapkan, dan mengembangkan alat ukur yang paling tepat untuk mengukur pencapaian tujuan/indikator.

            Terdapat beberapa manfaat perencanaan, yaitu sebagai berikut :
Perencanaan mempunyai banyak manfaat, diantaranya adalah sebagai berikut:
a)      Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan,
b)      Membantu dalam kristalisasi persesuaian dalam masalah-masalah utama,
c)      Memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas,
d)     Pemilihan berbagai alternatif terbaik,
e)      Standar pelaksanaan dan pengawasan,
f)       Penyusunan skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan,
g)      Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi,
h)      Alat memudahkan dalam berkoordinasi dengan pihak terkait,
i)        Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami,
j)        Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti, dan
k)      Menghemat waktu, usaha dan dana.

Terdapat pula syarat perencanaan yang baik, yaitu sebagai berikut :
1)      Berdasarkan pada alternatif
Agar dapat menetapkan perencanaan yang baik maka sebelumnya agar disusun berbagai alternatif, misalnya untung dan rugi kelebihan dan kekurangannya, kendala dan dukungannya, sehingga dapat menentukan perencanaan yang paling baik.

2)      Harus realistis
Bila perencanaan tidak realistis, mungkin baik diatas kertas saja akan tetapi tidak dapat dilaksanakan dalam prakteknya.
Misalnya : keterbatasan dalam teknologi, keterbatasan sumber dana, tenaga kerja, dsb.

3)       Harus ekonomis
Disamping keterbatasan diatas, juga harus mempertimbangkan tingkat ekonomis dalam suatu rencana. Hindarkan faktor pemborosan, biaya, waktu, tempat, dsb.

4)      Harus luwes (fleksibel)
Dalam hal ini perencanaan harus fleksibel, artinya setiap saat dapat dievaluir sesuai dengan perkembangan organisasi, situasi dan kondisi pada waktu tersebut. Pada dasarnya perencanaan itu disusun berdasarkan hasil penelitian sebelumnya, namun dalam prakteknya sering terjadi berbagai penyimpangan yang tidak dapat dihindarkan.

5)      Didasari partisipasi
Dalam pembuatan perencanaan hendaknya dapat diikutkan berbagai pihak untuk memperoleh masukan (input) agar lebih sempurna. Dengan adanya partisipasi, perusahaan akan memperoleh manfaat ganda, karena disamping rencana menjadi lebih baik, juga dapat menambah semangat kerja para karyawan (karena merasa ).




BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan 
Perencanaan ialah merupakan proses dasar manajemen untuk menentukan tujuan dan langkah-langkah yang harus dilaksankan biar tujuan bisa dicapai. Perencanaan memberikan informasi untuk mengkoordinasikan pekerjaan secara akurat dan efektif. Rencana yang baik harus didasarkan atas sasaran, bersifat sederhana, mempunyai standar, fleksibel, seimbang dan menggunakan sumber-sumber yang tersedia dulu.
Syarat perencanaan antara lain sebagai berikut :
g)      Mempunyai tujuan yang jelas.
h)      Sifatnya simple atau sederhana.
i)        Memuat analisis terhadap pekerjaan yang dikerjakan.
j)        Bersifat fleksibel.
k)      Mempunyai keseimbangan, yaitu keselarasan tanggungjawab dan tujuan tiap bagian dalam perusahaan dengan tujuan akhir perusahaan yang telah ditetapkan.
l)        Mempunyai kesan bahwa segala sesuatu itu telah tersedia serta bisa digunakan secara efektif dan memiliki daya guna.

Terdapat beberapa manfaat perencanaan, yaitu sebagai berikut :
Perencanaan mempunyai banyak manfaat, diantaranya adalah sebagai berikut:
l)        Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan,
2)      Membantu dalam kristalisasi persesuaian dalam masalah-masalah utama,
3)      Memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas,
4)      Pemilihan berbagai alternatif terbaik,
5)      Standar pelaksanaan dan pengawasan,
6)      Penyusunan skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan,
7)      Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi,
8)      Alat memudahkan dalam berkoordinasi dengan pihak terkait,
9)      Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami,
10)  Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti, dan
11)  Menghemat waktu, usaha dan dana.

  

DAFTAR RUJUKAN

Neno, Ellyakim. 2015. Syarat dan Manfaat Perencanaan. (Online)  http://kunjungicobasaja.
blogspot.co.id/2015/05/syarat-dan-manfaat-perencanaan.html. Diakses pada tanggal 19
September 2017.

Rukmana, Labibah Eka. 2013. Manfaat Perencanaan. (Online) http://labibahrukmana.blogspot.
co.id/2013/10/manfaat-perencanaan.html. Diakses pada tanggal 19 September 2017.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar