LAPORAN KRITIK SASTRA : KRITIK IMPRESIONISTIK
“Kesenduan dan Kelapangan Hati pada Puisi Hujan Bulan Juni
Karya Sapardi Djoko Damono”
Diajukan
untuk memenuhi salahsatu tugas Mata Kuliah Kritik Sastra
Disusun Oleh :
Ramiati Raman
NIM : 2015-35-043
KELAS : A
Program
Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas
Keguruan Ilmu Pendidikan
Universitas
Pattimura Ambon
2017
ALIH
WAHANA PUISI HUJAN BULAN JUNI KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO KE MUSIKALISASI DAN
KOMIKALISASI PUISI
I.
Pengantar
Alasan pemilihan analisis mengenai pengalihan wahana pada puisi Hujan
Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono ke musikalisasi dan komikalisasi puisi,
adalah agar dapat melihat perbedaan ataupun persamaan yang terdapat dalam puisi
Hujan Bulan Juni dengan musikalisasi dan komikasasi Hujan Bulan Juni. Tentunya
jika diperhatikan dengan seksama tentu pasti terdapat perbedaan walaupun hanya
sedikit perbedaannya. Puisi Hujan Bulan Juni akan dianalisis atau dikritik
berdasarkan kritik impresionistik.
Tujuan dari penulis menganalisis puisi Hujan Bulan Juni selain untuk
mengerjakan tugas mata kuliah kritik sastra, tetapi penulis juga bertujuan
untuk melihat kekurangan dan kelebihan serta persamaan dan perbedaan pada
pengalihan wahana dari puisi ke musikalisasi puisi dan komikalisasi puisi.
II.
Pembahasan
Hujan Bulan Juni
Karya : Sapardi Djoko Damono
Karya : Sapardi Djoko Damono
tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
1) Persamaan
Berdasarkan naskah asli
puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi
Djoko Damono, yang dialihwahanakan ke musikalisasi puisi terdapat persamaan
yang signifikan yaitu pada kalimat di setiap bait. Lirik-lirik pada
musikalisasi puisi sama sekali tidak diubah bentuknya dari puisi asli. Hanya
terdapat pengulangan pada bait-baitnya saja. Dan tentu saja puisi ini
dilantunkan dengan cara dinyanyikan.
Sedangkan
persamaan pada komikalisasi puisi Hujan Bulan Juni oleh Man dengan puisi Hujan
Bulan Juni oleh Sapardi
Djoko Damono, yaitu penggambaran tempat dan nuansa yang begitu mirip dengan
setiap kalimat pada puisi Hujan Bulan
Juni.
2) Perbedaan
Pada
ahli wahana ke musikalisasi puisi, tidak terdapat perbedaannya sama sekali.
Perbedaan terdapat pada ahli wahana ke komikalisasi puisi. Perbedaannya yaitu
pada penyesuaian gambar dengan setiap baris puisi Hujan Bulan Juni. Walaupun
latar tempat dan suasananya sudah sama dengan puisi aslinya, tetapi pada
komikalisasi puisi terlihat menggambarkan sebuah rahasia. Pada baris puisi
“dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbungan itu”, sedangkan pada
komikalisasi puisi menggambarkan bukan kepada ‘pohon berbunga’ malah ‘kepada
karangan bungan’.
3) Kelebihan
Kelebihan
pada alih wahana ke musikalisasi puisi, yaitu nada musikalisasi yang digunakan
benar-benar sesuai. Nada yang digunakan yaitu nada yang sendu seakan
menceritakan apa yang tersirat dari isi puisi Hujan Bulan Juni.
Pada
komukalisasi pun sama, penggambaran yang bernuansa hujan benar-benar sesuai
dengan judul puisi Hujan Bulan Juni. Seorang wanita yang sedang menangis pun
penggambarannya sesuai dengan baris puisi “dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbungan itu”.
4) Kekurangan
Kekurangan
yang penulis lihat dari musikalisasi puisi yaitu nada yang digunakan walaupun
sesuai dengan isi puisi, tetapi musik atau nadanya terlalu lawas. Sedangkan
pada komikalisasi yang itu ada adegan-adegan pada gambar di komikalisasi yang
tidak terdapat pada isi puisis Hujan Bulan Juni
5) Pesan dan Amanah
a) Musikalikasi
Ahli
wahana ke musikalisasi puisi, nada-nada yang digunakan, ketika dilantunkan
pendengar akan merasakan perasaan dari penulis puisi. Penulis berusaha
menggambarkan rasa kehilangan, kesedihan dan kesenduan dari setiap baris
kalimat pada puisi Hujan Bulan Juni.
Musikalisasi
puisi Hujan Bulan Juni oleh Ari Redha juga dilantunkan dengan sempurna,
pemaknaan saat melantunkan musikalisasi pun benar-benar tersampaikan kepada
pendengar. Bagaimana setiap baris kalimat pada puisi menggambarkan ‘tidak
semua hal yg kita inginkan mudah untuk didapatkan, serta setiap masalah yg dihadapi harus selalu dihadapi dengan sifat
tabah, bijak dan arif’.
b) Komikalisasi
Pada
gambar di atas, Man juga mengkomikalisasikan puisi Hujan Bulan Juni pada baris
kalimat “dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu”,
tergambarkan walaupun sedikir berbeda karena baris puisinya yaitu ‘akar pohon
bunga’ sedangkan pada komikalisasinya yaitu ‘karangan bunga’. Pada baris
tersebut memiliki makna ‘sesuatu yang tak tersampaikan dibiarkan saja dengan
sikap yang tabah’.
III.
Kesimpulan
Pusisi
Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono, yang dimusikalisasikan oleh Ari
Redha dan di Komikalisasikan oleh Man memiliki beberapa kelebihan yaitu, Nada
yang digunakan yaitu nada yang sendu seakan menceritakan apa yang tersirat dari
isi puisi Hujan Bulan Juni. Sedangkan komikalisasinya yaitu, penggambaran yang
bernuansa hujan benar-benar sesuai dengan judul puisi Hujan Bulan Juni.
Perasaan,
pesan dan amanah pada puisi Hujan Bulan Juni, ‘perasaan org yg sabar meskipun
harus memendam rasa dari kata tabah, bijak dan arif’ tersampaikan dengan benar
melalui nada pada musikalisasi puisi dan gambar pada komikalisasi puisi.
DAFTAR RUJUKAN
Damono, Sapardi,
Djoko. 1994. Manuskrip Puisi Hujan Bulan
Juni. Jakarta. PT Grasindo.
Musikalisasi
puisi Hujan Bulan Juni oleh Ari Redha
Komikalisasi
puisi Hujan Bulan Juni oleh Man

