Winie The Pooh

My Widget

Rabu, 17 Januari 2018

LAPORAN KRITIK SASTRA



LAPORAN KRITIK SASTRA : KRITIK IMPRESIONISTIK
“Kesenduan dan Kelapangan Hati pada Puisi Hujan Bulan Juni Karya Sapardi Djoko Damono”
Diajukan untuk memenuhi salahsatu tugas Mata Kuliah Kritik Sastra 



Disusun Oleh :
Ramiati Raman
NIM : 2015-35-043

KELAS : A
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan
Universitas Pattimura Ambon
2017





ALIH WAHANA PUISI HUJAN BULAN JUNI KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO KE MUSIKALISASI DAN KOMIKALISASI PUISI

I.         Pengantar
Alasan pemilihan analisis mengenai pengalihan wahana pada puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono ke musikalisasi dan komikalisasi puisi, adalah agar dapat melihat perbedaan ataupun persamaan yang terdapat dalam puisi Hujan Bulan Juni dengan musikalisasi dan komikasasi Hujan Bulan Juni. Tentunya jika diperhatikan dengan seksama tentu pasti terdapat perbedaan walaupun hanya sedikit perbedaannya. Puisi Hujan Bulan Juni akan dianalisis atau dikritik berdasarkan kritik impresionistik.
Tujuan dari penulis menganalisis puisi Hujan Bulan Juni selain untuk mengerjakan tugas mata kuliah kritik sastra, tetapi penulis juga bertujuan untuk melihat kekurangan dan kelebihan serta persamaan dan perbedaan pada pengalihan wahana dari puisi ke musikalisasi puisi dan komikalisasi puisi.

II.                Pembahasan

Hujan Bulan Juni
Karya : Sapardi Djoko Damono
tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu


1)      Persamaan
Berdasarkan naskah asli puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono, yang dialihwahanakan ke musikalisasi puisi terdapat persamaan yang signifikan yaitu pada kalimat di setiap bait. Lirik-lirik pada musikalisasi puisi sama sekali tidak diubah bentuknya dari puisi asli. Hanya terdapat pengulangan pada bait-baitnya saja. Dan tentu saja puisi ini dilantunkan dengan cara dinyanyikan.
Sedangkan persamaan pada komikalisasi puisi Hujan Bulan Juni oleh Man dengan puisi Hujan Bulan Juni oleh Sapardi Djoko Damono, yaitu penggambaran tempat dan nuansa yang begitu mirip dengan setiap kalimat pada puisi Hujan Bulan Juni.

2)      Perbedaan
Pada ahli wahana ke musikalisasi puisi, tidak terdapat perbedaannya sama sekali. Perbedaan terdapat pada ahli wahana ke komikalisasi puisi. Perbedaannya yaitu pada penyesuaian gambar dengan setiap baris puisi Hujan Bulan Juni. Walaupun latar tempat dan suasananya sudah sama dengan puisi aslinya, tetapi pada komikalisasi puisi terlihat menggambarkan sebuah rahasia. Pada baris puisi “dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbungan itu”, sedangkan pada komikalisasi puisi menggambarkan bukan kepada ‘pohon berbunga’ malah ‘kepada karangan bungan’.

3)      Kelebihan
Kelebihan pada alih wahana ke musikalisasi puisi, yaitu nada musikalisasi yang digunakan benar-benar sesuai. Nada yang digunakan yaitu nada yang sendu seakan menceritakan apa yang tersirat dari isi puisi Hujan Bulan Juni.
Pada komukalisasi pun sama, penggambaran yang bernuansa hujan benar-benar sesuai dengan judul puisi Hujan Bulan Juni. Seorang wanita yang sedang menangis pun penggambarannya sesuai dengan baris puisi “dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbungan itu”.

4)      Kekurangan
Kekurangan yang penulis lihat dari musikalisasi puisi yaitu nada yang digunakan walaupun sesuai dengan isi puisi, tetapi musik atau nadanya terlalu lawas. Sedangkan pada komikalisasi yang itu ada adegan-adegan pada gambar di komikalisasi yang tidak terdapat pada isi puisis Hujan Bulan Juni

5)      Pesan dan Amanah
a)      Musikalikasi
Ahli wahana ke musikalisasi puisi, nada-nada yang digunakan, ketika dilantunkan pendengar akan merasakan perasaan dari penulis puisi. Penulis berusaha menggambarkan rasa kehilangan, kesedihan dan kesenduan dari setiap baris kalimat pada puisi Hujan Bulan Juni.
Musikalisasi puisi Hujan Bulan Juni oleh Ari Redha juga dilantunkan dengan sempurna, pemaknaan saat melantunkan musikalisasi pun benar-benar tersampaikan kepada pendengar. Bagaimana setiap baris kalimat pada puisi menggambarkan ‘tidak semua hal yg kita inginkan mudah untuk didapatkan, serta setiap masalah yg dihadapi harus selalu dihadapi dengan sifat tabah, bijak dan arif’.

b)     Komikalisasi















     Pada gambar di atas dapat dilihat bahwa penggabaran nuansa/cuaca hujan sesuai dengan judul puisi yaitu Hujan Bulan Juni. Pada baris pusi “dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbungan itu” sesuai dengan gambar komikalisasi. Sehingga pembaca dapat membayangkan secara langsung peristiwa yang tersirat dari puisi Hujan Bulan Juni.
     Pada gambar di atas, Man juga mengkomikalisasikan puisi Hujan Bulan Juni pada baris kalimat “dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu”, tergambarkan walaupun sedikir berbeda karena baris puisinya yaitu ‘akar pohon bunga’ sedangkan pada komikalisasinya yaitu ‘karangan bunga’. Pada baris tersebut memiliki makna ‘sesuatu yang tak tersampaikan dibiarkan saja dengan sikap yang tabah’.

III.             Kesimpulan
Pusisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono, yang dimusikalisasikan oleh Ari Redha dan di Komikalisasikan oleh Man memiliki beberapa kelebihan yaitu, Nada yang digunakan yaitu nada yang sendu seakan menceritakan apa yang tersirat dari isi puisi Hujan Bulan Juni. Sedangkan komikalisasinya yaitu, penggambaran yang bernuansa hujan benar-benar sesuai dengan judul puisi Hujan Bulan Juni.
Perasaan, pesan dan amanah pada puisi Hujan Bulan Juni, ‘perasaan org yg sabar meskipun harus memendam rasa dari kata tabah, bijak dan arif’ tersampaikan dengan benar melalui nada pada musikalisasi puisi dan gambar pada komikalisasi puisi. 





DAFTAR RUJUKAN

Damono, Sapardi, Djoko. 1994. Manuskrip Puisi Hujan Bulan Juni. Jakarta. PT Grasindo.

Musikalisasi puisi Hujan Bulan Juni oleh Ari Redha

Komikalisasi puisi Hujan Bulan Juni oleh Man

Tidak ada komentar:

Posting Komentar