Winie The Pooh

My Widget

Rabu, 15 Maret 2017

Cerpen Motivasi Melati Merah



“MERAH PUTIH DI PUNCAK TERTINGGI”
Karya : Melati Merah
Pagi yang cerah ini seperti biasanya diawali dengan matahari bersinar terang dan cahayanya menyinari ruangan kelas. “ting ting ting” bunyi bell sekolah yang menandakan semua murid harus masuk ke kelas masing-masing. “Selamat pagi anak-anak” sapa Bu Meli saat masuk ke kelas. “SELAMAT PAGI BU GURU” sapa semua murid. “Baiklah anak-anak, hari ini tidak ada pelajaran. Hari ini ibu akan memberikan kalian tugas. Tugas itu kalian kerjakan di kertas dan di kumpulkan ya” kata bu Meli. Bu Meli pun menuliskan soal di papan tulis. Kemudian bu Meli langsung berjalan menuju ke pintu keluar kelas.
Semua murid pun mengerjakan tugas. “Yuki, Yuki, aku lihat punya mu dong yang nomor 10” kata Melodi. “Aku belum” kata Yuki yang memperlihatkan kertasnya. “Nih aku sudah Yuki” kata Daniel. “Ciye-ciye, Daniel….” Melodi pun mengejek. “Apaan sih” kata Daniel cemberut. Akhirnya semua murid pun selesai mengerjakan tugas mereka, ketua kelas pun pergi ke ruang guru untuk mengumpulkan tugasnya dan juga tugas teman-teman.
Setengah jam kemudian bu Meli pun masuk ke dalam kelas, seketika semua murid langsung diam dan duduk manis di tempat duduk mereka masing-masing. “Baiklah anak-anak, bu guru ada informasi yang sangat penting. Sekolah kita terpilih untuk mengikutsertakan 5 muridnya untuk mengikuti lomba mendaki gunung Jayawijaya untuk menancapkan berdera Negara. Lomba ini adalah lomba Internasional” jelas bu Meli. “Siapa yang tertarik untuk mengikuti lomba ini?” tanya bu Meli. Daniel, Yuki, Melodi, Toni,  dan Agus pun mengacungkan tangan. “Jadi kalian ber-5 tertarik untuk mengikuti lomba ini?” tanya bu Meli. “IYA BU…” jawab mereka ber-5. Yuki tetap mengacungkan tangannya walau pun dia tahu kalau sepupunya yang sangat membencinya juga mengikuti lomba tersebut “Oke, sekarang kita sudah memiliki tim Indonesia dan mulai besok kalian berlima akan berangkat menuju Papua” kata bu Meli.
***
#Keesokan harinya#
            Beberapa jam perjalan mereka ke Papua menaiki pesawat, akhirnya sampailah mereka di Papua. Di Papua mereka langsung ke penginapan untuk meletakkan barang-barang bawaan mereka. Setelah itu mereka pergi ke tempat start untuk lomba pendakian gunung Jayawijaya. Daniel heran melihat Yuki yang dari tadi kelihatan panik. Daniel pun memegang bahu Yuki “kamu baik-baik saja Yuki?” tanya Daniel. “Ah, iya, aku baik-baik saja kok” jawab Yuki. “Owh” kata Daniel. Beberapa menit kemudian tim terakhir yaitu tim Jepang pun datang. Salah seorang anggota dari tim Jepang terus melihat Yuki dengan tatapan yang aneh. Daniel pun mulai curiga “siapa orang itu Yuki?” tanya Daniel. “Oh, d-dia i-tu, sepupuku yang bernama Souta” jawab Yuki sambil menundukkan kepalanya. “SEPUPU???” teriak Melodi dan Toni. “-_-; kalian ini kenapa pakai teriak segala sih?” kata Daniel. “MAAF” kata mereka ber-2.
            Setelah panitia memberikan penjelasan tentang lomba dan rute-rute jalan, lomba pun dimulai dengan bunyi senjata api yang di tembakkan ke atas. Semua tim pun mulai mendaki gunung Jayawijaya. Setelah sudah hampir 1 minggu tim Daniel mendaki gunung Jayawijaya tapi mereka juga tidak lupa untuk mendirikan tenda dan bermalam. Mereka sudah hampir sampai di puncak gunung tapi Melodi malah mengeluh karena salju yang membuatnya kedinginan dan susah berjalan, “aku sudah tidak sanggup lagi teman-teman” kata melodi yang meneteskan air mata. “Kita pasti bisa Melodi, jangan menyerah” kata Yuki memberikan semangat. “Benar kata Yuki Mel, ayo semangat sebentar lagi kita sudah mencapai puncak gunung. Bukannya cita-cita mu sejak dulu adalah untuk mengibarkan sang merah putih di puncak yang paling tertinggi” kata Daniel dengan senyuman memberikan semangat. “Ayo kita pasti bisa” kata Agus. “Teman-teman” kata Melodi yang terharu. Toni pun duduk jongkok di depan Melodi “ayo cepat naik, aku akan menggendongmu sampai di puncak gunung. Cita-cita ku juga sama sepertimu, ingin mengibarkan sang merah putih di puncak yang paling tinggi” kata Toni. “Baiklah” kata Melodi yang mulai bangkit kembali dan Toni pun menggendong Melodi.
            Tinggal beberapa langkah lagi mereka sampai di puncak gunung, tapi sepertinya mereka mendengar suara yang aneh. “Hei coba kalian dengar deh, suara apa ya ini?” tanya Daniel. “O’ow, aku tahu suara apa ini” kata Yuki. “Suara apa?” tanya Melodi. “Semuanya lari…..” teriak Yuki. Seketika mereka pun lari sekuat tenaga, “memangnya ada apa sih?” tanya Melodi penasaran. Karena penasaran, Melodi pun menengok kebelakang. “WAAAA, ada longsoran salju” teriak Melodi. “Rasakan itu, aku yakin kalian tidak dapat mengibarkan berdera kalian di punjak gung Jayawijaya ini” teriak Souta menggunakan pengeras suara dari puncak gunung Jayawijaya. “Orang itu kan sepupu Yuki” kata Daniel. “BENAR” kata melodi dan Toni. “Ini semua gara-gara kamu Yuki” kata Souta. Yuki menundukkan kepalanya. “Sudahlah, jangan bersedih. Kita pasti bisa mengibarkan bendera ini kok” kata Daniel dangan senyuman manisnya. Dan mereka pun mendaki kembali, walau pun mereka sudah tahu kalau tim Jepang sudah duluan ada di atas puncak tapi mereka tidak menyerah.
            Ke-5 anggota tim Jepang tersebut ingin sama-sama mengibarkan bendera Jepang tapi tempat untuk berdiri di tempat pengibaran hanya cukup untuk 1 orang saja. Karena berebutan, mereka ber-5 pun terjatuh dari puncak. Untung saja tim Indonesia langsung menangkap tangan mereka ber-5 dan meraik mereka untuk naik kembali ke puncak gunung Jayawijaya. “K-kenapa kalian menolong kami?, padahal tadi kami sudah mencoba untu mencelakakan kalian?” tanya Saouta. “Itu karena kami menganggap kalian sebagai teman” kata Daniel sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman. “Iya kita memang teman” kata Souta sambil bersalaman dengan Daniel. Dan mereka semua pun tersenyum bersama-sama.
            “Ayo, silahkan kalian kibarkan bendera kalian di puncak gunung Jayawijaya ini” kata Souta. “Tapi bukannya kalian yang duluan sampai” kata Daniel. “Sudahlah, kalian pantas menjadi seorang pemenang” kata Souta. Daniel pun berdiri di sebuah batu besar atau tempat yang sudah di sediakan untuk mengibarkan bendera Negara. Dengan bangganya Daniel mengibarkan sang merah putih di puncak paling tertinggi dan membuat nama Indonesia menang dalam lomba pendakian. Semua peserta pun bertepuk tangan kepada tim Indonesia.
SEKIAN


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6Yeu6dX2G4LrrgyP5IYWwt6KyzKblfSNK7Vfjgun2jmNflu707-LjwW-IPuWNgenHcEmI0cJdvtVIGHu0wUk10QqBqQ6_sj6DVnd-1QYf2OrcJmWUBKw3Hoi-A_aPFfOepgV48W60sDw/s320/gambar_burung_garuda.png
 



1 komentar: