“MERAH PUTIH DI PUNCAK
TERTINGGI”
Karya : Melati Merah
Pagi yang cerah ini
seperti biasanya diawali dengan matahari bersinar terang dan cahayanya
menyinari ruangan kelas. “ting ting ting” bunyi bell sekolah yang menandakan
semua murid harus masuk ke kelas masing-masing. “Selamat pagi anak-anak” sapa
Bu Meli saat masuk ke kelas. “SELAMAT PAGI BU GURU” sapa semua murid. “Baiklah
anak-anak, hari ini tidak ada pelajaran. Hari ini ibu akan memberikan kalian
tugas. Tugas itu kalian kerjakan di kertas dan di kumpulkan ya” kata bu Meli.
Bu Meli pun menuliskan soal di papan tulis. Kemudian bu Meli langsung berjalan
menuju ke pintu keluar kelas.
Semua murid pun
mengerjakan tugas. “Yuki, Yuki, aku lihat punya mu dong yang nomor 10” kata
Melodi. “Aku belum” kata Yuki yang memperlihatkan kertasnya. “Nih aku sudah
Yuki” kata Daniel. “Ciye-ciye, Daniel….” Melodi pun mengejek. “Apaan sih” kata
Daniel cemberut. Akhirnya semua murid pun selesai mengerjakan tugas mereka,
ketua kelas pun pergi ke ruang guru untuk mengumpulkan tugasnya dan juga tugas
teman-teman.
Setengah jam kemudian
bu Meli pun masuk ke dalam kelas, seketika semua murid langsung diam dan duduk
manis di tempat duduk mereka masing-masing. “Baiklah anak-anak, bu guru ada
informasi yang sangat penting. Sekolah kita terpilih untuk mengikutsertakan 5
muridnya untuk mengikuti lomba mendaki gunung Jayawijaya untuk menancapkan
berdera Negara. Lomba ini adalah lomba Internasional” jelas bu Meli. “Siapa
yang tertarik untuk mengikuti lomba ini?” tanya bu Meli. Daniel, Yuki, Melodi,
Toni, dan Agus pun mengacungkan tangan.
“Jadi kalian ber-5 tertarik untuk mengikuti lomba ini?” tanya bu Meli. “IYA
BU…” jawab mereka ber-5. Yuki tetap mengacungkan tangannya walau pun dia tahu
kalau sepupunya yang sangat membencinya juga mengikuti lomba tersebut “Oke,
sekarang kita sudah memiliki tim Indonesia dan mulai besok kalian berlima akan
berangkat menuju Papua” kata bu Meli.
***
#Keesokan
harinya#
Beberapa
jam perjalan mereka ke Papua menaiki pesawat, akhirnya sampailah mereka di
Papua. Di Papua mereka langsung ke penginapan untuk meletakkan barang-barang
bawaan mereka. Setelah itu mereka pergi ke tempat start untuk lomba pendakian
gunung Jayawijaya. Daniel heran melihat Yuki yang dari tadi kelihatan panik.
Daniel pun memegang bahu Yuki “kamu baik-baik saja Yuki?” tanya Daniel. “Ah,
iya, aku baik-baik saja kok” jawab Yuki. “Owh” kata Daniel. Beberapa menit
kemudian tim terakhir yaitu tim Jepang pun datang. Salah seorang anggota dari
tim Jepang terus melihat Yuki dengan tatapan yang aneh. Daniel pun mulai curiga
“siapa orang itu Yuki?” tanya Daniel. “Oh, d-dia i-tu, sepupuku yang bernama
Souta” jawab Yuki sambil menundukkan kepalanya. “SEPUPU???” teriak Melodi dan
Toni. “-_-; kalian ini kenapa pakai teriak segala sih?” kata Daniel. “MAAF”
kata mereka ber-2.
Setelah
panitia memberikan penjelasan tentang lomba dan rute-rute jalan, lomba pun
dimulai dengan bunyi senjata api yang di tembakkan ke atas. Semua tim pun mulai
mendaki gunung Jayawijaya. Setelah sudah hampir 1 minggu tim Daniel mendaki
gunung Jayawijaya tapi mereka juga tidak lupa untuk mendirikan tenda dan
bermalam. Mereka sudah hampir sampai di puncak gunung tapi Melodi malah mengeluh
karena salju yang membuatnya kedinginan dan susah berjalan, “aku sudah tidak
sanggup lagi teman-teman” kata melodi yang meneteskan air mata. “Kita pasti
bisa Melodi, jangan menyerah” kata Yuki memberikan semangat. “Benar kata Yuki
Mel, ayo semangat sebentar lagi kita sudah mencapai puncak gunung. Bukannya
cita-cita mu sejak dulu adalah untuk mengibarkan sang merah putih di puncak
yang paling tertinggi” kata Daniel dengan senyuman memberikan semangat. “Ayo
kita pasti bisa” kata Agus. “Teman-teman” kata Melodi yang terharu. Toni pun
duduk jongkok di depan Melodi “ayo cepat naik, aku akan menggendongmu sampai di
puncak gunung. Cita-cita ku juga sama sepertimu, ingin mengibarkan sang merah
putih di puncak yang paling tinggi” kata Toni. “Baiklah” kata Melodi yang mulai
bangkit kembali dan Toni pun menggendong Melodi.
Tinggal
beberapa langkah lagi mereka sampai di puncak gunung, tapi sepertinya mereka
mendengar suara yang aneh. “Hei coba kalian dengar deh, suara apa ya ini?”
tanya Daniel. “O’ow, aku tahu suara apa ini” kata Yuki. “Suara apa?” tanya
Melodi. “Semuanya lari…..” teriak Yuki. Seketika mereka pun lari sekuat tenaga,
“memangnya ada apa sih?” tanya Melodi penasaran. Karena penasaran, Melodi pun
menengok kebelakang. “WAAAA, ada longsoran salju” teriak Melodi. “Rasakan itu,
aku yakin kalian tidak dapat mengibarkan berdera kalian di punjak gung
Jayawijaya ini” teriak Souta menggunakan pengeras suara dari puncak gunung
Jayawijaya. “Orang itu kan sepupu Yuki” kata Daniel. “BENAR” kata melodi dan
Toni. “Ini semua gara-gara kamu Yuki” kata Souta. Yuki menundukkan kepalanya.
“Sudahlah, jangan bersedih. Kita pasti bisa mengibarkan bendera ini kok” kata
Daniel dangan senyuman manisnya. Dan mereka pun mendaki kembali, walau pun
mereka sudah tahu kalau tim Jepang sudah duluan ada di atas puncak tapi mereka
tidak menyerah.
Ke-5
anggota tim Jepang tersebut ingin sama-sama mengibarkan bendera Jepang tapi
tempat untuk berdiri di tempat pengibaran hanya cukup untuk 1 orang saja.
Karena berebutan, mereka ber-5 pun terjatuh dari puncak. Untung saja tim
Indonesia langsung menangkap tangan mereka ber-5 dan meraik mereka untuk naik
kembali ke puncak gunung Jayawijaya. “K-kenapa kalian menolong kami?, padahal
tadi kami sudah mencoba untu mencelakakan kalian?” tanya Saouta. “Itu karena
kami menganggap kalian sebagai teman” kata Daniel sambil mengulurkan tangannya
untuk bersalaman. “Iya kita memang teman” kata Souta sambil bersalaman dengan
Daniel. Dan mereka semua pun tersenyum bersama-sama.
“Ayo,
silahkan kalian kibarkan bendera kalian di puncak gunung Jayawijaya ini” kata Souta.
“Tapi bukannya kalian yang duluan sampai” kata Daniel. “Sudahlah, kalian pantas
menjadi seorang pemenang” kata Souta. Daniel pun berdiri di sebuah batu besar
atau tempat yang sudah di sediakan untuk mengibarkan bendera Negara. Dengan
bangganya Daniel mengibarkan sang merah putih di puncak paling tertinggi dan
membuat nama Indonesia menang dalam lomba pendakian. Semua peserta pun bertepuk
tangan kepada tim Indonesia.
SEKIAN
![]() |


Mohon pendapatnya yah... ^^
BalasHapus