Winie The Pooh

My Widget

Senin, 26 Maret 2018

MAKALAH LINGUISTIK BANDINGAN (Kata Kerja Berdasarkan Lima Bahasa yang Dibandingkan Franz Boop)


TUGAS
LINGUISTIK BANDINGAN
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Linguistik Bandingan


Disusun Oleh :
RAMIATI RAMAN
NIM : 2015-35-043
KELAS : A

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan
Universitas Pattimura Ambon
2017

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan dalam mata kuliah Linguistik Bandingan. Penulis berterimakasih kepada ibu dosen mata kuliah Linguistik Bandingan yang telah memberikan tugas ini kepada penulis.
Adapun makalah Linguistik Bandingan ini diambil dari referensi seperti internet, sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Makalah ini berisi tentang perubahan-perubahan pada kata kerja berdasarkan lima bahasa yang dikemukakan oleh Franz Bopp (1867-1971), serta contoh bahasa berdasarkan tipologi struktural.   
Penulis berharap, dengan membaca makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita serta dapat menambah wawasan. Memang makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, maka penulis mengharapkan kritik dari pembaca demi perbaikan menuju arah yang lebih baik.


Ambon, Maret 2017
   PENULIS



DAFTAR ISI
Halaman Judul ...................................................................................................................... i
Kata Pengantar ..................................................................................................................... ii
Daftar Isi ............................................................................................................................... iii
Bab I : Pendahuluan
1.1. Latar Belakang ................................................................................................... 1
1.2. Rumusan Masalah .............................................................................................. 1
1.3.Tujuan Penulisan ................................................................................................. 1

Bab II : Pembahasan
2.1. Contoh Kata Kerja Berdasarkan Lima
  Bahasa yang Dibandingkan Franz Boop  .......................................................... 2
2.1.1.      Bahasa Persia ............................................................................................ 2
2.1.2.      Bahasa Yunani ......................................................................................... 3
2.1.3.      Bahasa Latin ............................................................................................. 4
2.1.4.      Bahasa Jerman .......................................................................................... 5
2.1.5.      Bahasa Sansekerta .................................................................................... 7
2.2. Contoh Bahasa Berdasarkan Tipologi Struktural ............................................... 7  
2.2.1.      Tipe Bahasa Aglutinatif ........................................................................... 7  
2.2.2.      Tipe Bahasa Fleksi (Infleksi) .................................................................... 8
2.2.3.      Tipe Bahasa Flekso-aglutinatif ................................................................. 8
2.2.4.      Tipe Bahasa Isolatif .................................................................................. 9  

Bab III : Penutup
3.1. Kesimpulan .................................................................................................................... 10  
Daftar Rujukan ..................................................................................................................... 11   


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Franz Bopp merupakan tokoh peletak dasar-dasar ilmu perbandingan bahasa. Franz Bopp juga merupakan tokoh dalam Sejarah Linguistik Bandingan Historis (Linguistik Historis Komparatif). Periode I (1830-1860). Ia membandingkan  akhiran-akhiran kata kerja dalam bahasa Sangsekerta, Yunani, Latin, Persia, dan German yang diterbitkan tahun 1816.
Menurut KBBI Pusat Bahasa (2008), tipologi adalah ilmu yang mempelajari kesamaan sintaksis dan morfologi bahasa-bahasa tanpa mempertimbangkan sejarah bahasa. Tipologi juga bisa diartikan sebagai pembicaraan dan pembahasan perihal tipe bahasa, yaitu corak khusus suatu bahasa.
     Tipologi bahasa adalah cabang linguistik yang meneliti corak atau tipe kesemua bahasa yang ada di dunia. Bahasa yang coraknya sama atau setidak-tidaknya mirip dikelompokkan menjadi satu golongan atau dalam satu kelas yang sama, digolongkan sebagai satu tipe.
   
1.2. Rumusan Masalah
Dari utaian latar belakang di atas dapat kita rumuskan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1)      Bagaimanakah contoh akhiran pada kata kerja berdasarkan lima bahasa yang dibandingkan oleh Franz Bopp?
2)      Apa sajakah contoh bahasa-bahasa berdasarakan tipologi struktural?

1.3. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengerjakan tugas mata kuliah Telaah Kurikulum dan Buku Teks, mengenai sejarah perkembangan kurikulum yang pernah berlaku di Indonesia.

BAB II
PEMBAHASAN 

2.1. Contoh Kata Kerja Berdasarkan Lima Bahasa yang Dibandingan Franz Bopp (1867-1971)
2.1.1.      Bahasa Persia
1)      Mau = Khâstan
-       Saya = Mikhâham  
-       Kamu = Mikhâ-He
-       Mereka = Mikhâ-Heed

2)      Datang : Âmadan
-       Saya = Mi-Âyeed
-       Dia = Mi-Âyeem

3)      Tinggal = Zendegi (Eghâmat) Kardan
-       Saya = Zendegi Mikonid
-       Dia = Zendegi Mikonam

4)      Merokok = Mikeshid
-       Saya = Mikesham
-       Anda = Bekesham

5)      Berbahasa = Baladan
-       Saya = Baladid
-       Anda = Baladam

6)      Kunjungi = Bezanan
-       Saya = Bezanid
-       Anda = Bezanam
2.1.2.      Bahasa Yunani
1)      Pergi = Pigaíno (Πηγαίνω)
-       Saya Pergi = Píga (Πήγα)
-       Mereka Pergi = Páne (Πάνε)
-       Kami Pergi = Páme (Πάμε)
-       Dia Pergi = Píge (Πήγε)
-       Kamu Pergi = Páte (Πάτε)

2)      Makan = Fáo (Φάω)
-       Saya Makan = Tróo (Τρώω)
-       Mereka Makan = Tróne (Τρώνε)
-       Kami Makan = Tróme (Τρώμε)
-       Dia Makan = Tróei (Τρώει)
-       Kamu Makan = Tróte (Τρώτε)

3)      Tidur = Ýpnos (Ύπνος)
-       Saya Tidur = Koimámai (Κοιμάμαι)
-       Mereka Tidur = Koimoúntai (Κοιμούνται)
-       Kami Tidur = Kreváti (Κρεβάτι)
-       Dia Tidur = Koimótan (Κοιμόταν)
-       Kamu Tidur = Koimáste (Κοιμάστε)

4)      Lupa = Xecháste (Ξεχάστε)
-       Saya Lupa = Xéchasa (Ξέχασα)
-       Mereka Lupa = Xéchasan (Ξέχασαν)
-       Kami Lupa = Xechnáme (Ξεχνάμε)
-       Dia Lupa = Xéchase (Ξέχασε)
-       Kamu Lupa = Xechásei (Ξεχάσει)

5)      Bermain = Paichnídi (Παιχνίδι)
-       Saya Bermain = Paízo (Παίζω)
-       Mereka Bermain = Paízoun (Παίζουν)
-       Kami Bermain = Paízoume (Παίζουμε)
-       Dia Bermain = Paízei (Παίζει)
-       Kamu = Paízete (Παίζετε)

6)      Bicara = Miló (Μιλώ)
-       Saya Bicara = Miló (Μιλώ)
-       Mereka Bicara = Miloún (Μιλούν)
-       Kami Bicara = Miláme (Μιλάμε)
-       Dia Bicara = Mílise (Μίλησε)
-       Kamu Bicara = Miláte (Μιλάτε)

7)      Memasak = Mágeiras (Μάγειρας)
-       Saya Memasak = Mageirévo (Μαγειρεύω)
-       Mereka Memasak = Mageirévoun (Μαγειρεύουν)
-       Kami Memasak = Mageirikí (Μαγειρική)
-       Dia Memasak = Mageirévei (Μαγειρεύει)
-       Kamu Memasak = Mageirévete (Μαγειρεύετε)

8)      Tertawa = Gélio (Γέλιο)
-       Saya Tertawa = Geló (Γελώ)
-       Mereka Tertawa = Geláne (Γελάνε)
-       Kami Tertawa = Geláme (Γελάμε)
-       Dia Tertawa = Geláei (Γελάει)
-       Kamu Tertawa = Geláte (Γελάτε)

2.1.3.      Bahasa Latin
1)      Berlari = Cursus
-       Mereka berlari = Currebant
-       Kami berlari = Cucurrimus
-       Dia berlari = Cucurrit
2)      Berenang = Natare
-       Mereka berenang = Natant
-       Dia berenang = Natat
-       Kamu berenang = Natas

3)      Duduk = Sit
-       Saya duduk = Sedebam
-       Mereka duduk = Sedebit
-       Kami duduk = Sedentes
-       Dia duduk = Sedit

4)      Menangis = Clamor
-       Kami menangis = Clamamus
-       Kamu menangis = Clamabitis

5)      Berjalan = Ambulemus
-       Saya berjalan = Ambulavit
-       Mereka berjalan = Ambula
-       Kami berjalan = Ambulaverunt
-       Kamu berjalan = Ambulare

6)      Belajar = Disce
-       Saya belajar = Didici
-       Kami belajar = Discere
-       Dia belajar = Didicit

2.1.4.      Bahasa Jerman
1)      Menangis = Schrei
-       Mereka menangis = Riefen
-       Dia menangis = Rief
-       Kita menangis = Rufen:
2)      Menyahut = Antworten
-       Saya menyahut = Antwortete:
-       Mereka menyahut = Antworteten:

3)      Melambai = Welle
-       Saya melambai = Winkte
-       Kami melambai = Winkten

4)      Menagkap = Fang
-       Saya menangkap = Fing
-       Mereka menangkap = Fangen
-       Dia menangkap = Gefangen

5)      Bergembira = Freudig
-       Saya bergembira = Freue
-       Mereka bergembira = Freuen
-       Dia bergembira = Freute

6)      Melompat = Springen
-       Saya melompat = Springe
-       Dia melompat = Springt

7)      Memeluk = Umarmung
-       Saya memeluk = Umarme
-       Mereka memeluk = Umarmen
-       Dia memeluk = Umarmte 

8)      Menggosok = Reiben
-       Saya menggosok = Reibe
-       Mereka menggosok = Reiben
-       Dia menggosok = Reibt
2.1.5.      Bahasa Snasekerta
1)      Berubah = Malih
-       Saya = Maliha
-       Kamu = Malihe

2)      Ditahan = Ampeh
-       Saya = Ampeh
-       Kamu = Ampehe

3)      Diambil = Karad
-       Saya = Karad
-       Kamu = Karade
-       Dia = Karadne

4)      Dimakan / Disebut = Katelah
-       Saya = Katelah
-       Dia = Katelahne

5)      Diajarai = Kawasita
-       Saya = Kawasitā
-       Kamu = Kawasite

2.2. Contoh Bahasa Berdasarkan Tipologi Struktural
Tipologi struktural adalah pengelompokan bahasa berdasarkan karakteristik dan ciri-ciri struktur bahasa. Berdasarkan tipologi struktural dikenal tipe-tipe bahasa sebagai berikut.

2.2.1.      Tipe Bahasa Aglutinatif
Tipe aglutinatif, yaitu tipe bahasa yang hubungan gramatikalnya dan struktur katanya dinyatakan dengan kombinasi unsur-unsur bahasa secara bebas. Dalam tipe ini, pembentukan kata dapat dilakukan dengan afiksasi (pembentukan kata melalui pengimbuhan), komposisi (pembentukan kata melalui pemajemukan), dan reduplikasi (pembentukan kata melalui pengulangan).
Bahasa-bahasa yang tergolong tipe ini, antara lain: bahasa Jawa, bahasa Melayu, bahasa Gorontalo, bahasa Sunda, bahasa Dayak, bahasa Makasar, bahasa Malagasi, bahasa Tapalog, dan bahasa-bahasa Austronesia pada umumnya.

2.2.2.      Tipe Bahasa Fleksi (Infleksi)
Tipe bahasa fleksi, yaitu tipe bahasa yang hubungan gramatikalnya tidak dinyatakan dengan urutan kata, tetapi dinyatakan dengan infleksi. Bahasa yang bertipe fleksi struktur katanya terbentuk oleh perubahan bentuk kata.
Ada dua macam perubahan bentuk kata dalam bahasa tipe ini, yaitu dengan deklinasi dan konjugasi.
1)      Deklinasi adalah perubahan bentuk kata yang disebabkan oleh jenis, jumlah, dan kasus.
2)      Konjugasi adalah perubahan bentuk kata yang disebabkan oleh perubahan persona, jumlah, dan kala.
Bahasa-bahasa yang secara murni bertipe fleksi adalah bahasa Arab, Sanskerta, dan bahasa Latin.
Ada 2 macam fleksi :
a)      Fleksi deklinasi, yaitu fleksi mengenai kata benda
-          Contoh : foot >>feet, mouse>>mice, tooth>>teeth

b)     Fleksi konjungsi, yaitu fleksi mengenai kata kerja
-          Contoh : go went gone, eat ate eaten

2.2.3.      Tipe Bahasa Flekso-aglutinatif
Tipe ini merupakan perpaduan tipe bahasa fleksi dan tipe bahasa aglutinatif. Bahasa tipe ini sebagian struktur morfologisnya mengikuti corak tipe bahasa fleksi dan sebagian lagi mengikuti tipe bahasa aglutinatif. Bahasa Inggris menjadi salah satu contoh bahasa yang memiliki tipe fleksoaglutinatif.


2.2.4.      Tipe Bahasa Isolatif
Tipe bahasa isolatif, yaitu tipe bahasa yang dalam menyatakan hubungan gramatikalnya dinyatakan dan bergantung pada urutan kata, sedangkan bentuk katanya tidak mengalami perubahan bentuk kata secara morfologis melainkan perubahan yang ada hanya karena perbedaan nada. Tipe bahasa ini disebut juga bahasa Tonis. Dalam tipologi linguistik, bahasa isolatif adalah bahasa yang kata-katanya terbentuk dari satu morfem tunggal. Lawannya adalah bahasa sintetis yang memiliki kata yang terdiri dari banyak morfem. 
Bahasa-bahasa yang tergolong  tipe ini, antara lain: bahasa Thai, bahasa Vietnam, dan kelompok bahasa Cina, seperti Mandarin, Shanghai, Ningpo, Kantong, dan sebagainya.


BAB III
PENUTUP 

3.1. Kesimpulan
Franz Bopp merupakan tokoh peletak dasar-dasar ilmu perbandingan bahasa. Franz Bopp juga merupakan tokoh dalam Sejarah Linguistik Bandingan Historis (Linguistik Historis Komparatif). Periode I (1830-1860). Ia membandingkan  akhiran-akhiran kata kerja dalam bahasa Sangsekerta, Yunani, Latin, Persia, dan German yang diterbitkan pada tahun 1816.
Tipologi struktural adalah pengelompokan bahasa berdasarkan karakteristik dan ciri-ciri struktur bahasa. Berdasarkan tipologi struktural dikenal tipe-tipe bahasa sebagai berikut :
1)      Aglutinatif; 
2)      Fleksi;
3)      dan Isolatif.


DAFTAR RUJUKAN

Khairul Fahmi. 2013. “Penggolongan Bahasa” (Online). http://pengolonganbahasa.blogspot.
com/2013/06/penggolongan-bahasa.html. Diakses pada tanggal 18 Maret 2017.

Wikipedia. “Bahasa Isolatif” (Online) . https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_isolatif. Diakses
pada tanggal 20 Maret 2017.

Google Translate / Google Terjemahan. “Google Terjemahan Bahasa Yunani, Latin, dan
Jerman” (Online) https://translate.google.com. Diakses pada tanggal 20 Maret 2017





Tidak ada komentar:

Posting Komentar