Winie The Pooh

My Widget

Selasa, 27 Maret 2018

CATATAN HATI MELATI MERAH

BINGUNG 

Terkadang aku bingung, harus mulainya dari mana. Kata yang lain sih mulai dari nol, apa sebelum nol itu ada angka lain. Kalau dari awal, aku harus buatnya kaya gimana?. Biasanya mereka hanya ngasih saran tapi gak mikir dulu saran itu bisa buat aku ngerti atau gak. Ngasih saran tapi malah buat bingung.

Nah, kalau dilihat-lihat lagi sih. Aku heran sama teman-teman di fb. Pengen nanya minta cari jalan keluar, tapi aku malah nemu jalan buntu. Bisa dibilang apes yah. Walau gitu, aku hargai deh tapi cuma dikit, yang penting kan aku hargai.

Coba diperhatiin deh, pas aku pasang status gak bermanfaat, eh malah disukai. Tapi kalau statusnya yang jelas (yah setidaknya gak alay) malah jarang disukai. Maunya apa yah?, bingung yah. Sama, kita sama-sama bingung. Bingung harus mulai mikirnya dari mana.

Mungkin, aku cuma nulis hal-hal gak penting, tapi coba lihat dari arah terbaik. Susah kan dibacanya kalau baca kebalik. Yah ini cuma omong kosong, tapi aku senang. Setidaknya aku gak bigung dengan semua omom kosong ini.

Perpus FKIP, 28 Maret 2018
Salam hangat Melati Merah

Ini Dia!!! 10 Jenis Bunga Sakura & Fakta Tentang Bunga Sakura Jepang

 
Bunga sakura dikenal sebagai salah satu simbol negara Jepang. Bunga yang berwarna merah muda ini memang indah dan digandrungi para pelancong yang sengaja mendaratkan perjalanan di Jepang. Ya, bunga sakura tidak pernah absen sebagai salah satu objek foto wajib.
Lebih dari itu, bisa melihat bunga sakura secara langsung tentu meninggalkan kesan tersendiri bagi kita. Hal ini pula lah yang membuat banyak turis berdatangan ke Jepang.
Bunga pohon ceri saat musim semi selalu menghipnotis setiap mata yang memandangnya. Keindahannya sudah diakui dunia. Meski begitu, ternyata bunga sakura ada beberapa macam. Walaupun secara umum ragam bunga sakura ini mempunyai kemiripan satu sama lain, tetap terdapat perbedaan yang terlihat dari sekian ragam bunga sakura tersebut.
Di Jepang sendiri, ada sekitar 200 varian bunga sakura. Angka yang cukup fantastis untuk menggolongkan sebuah jenis bunga. Jumlah yang banyak ini meliputi bunga sakura yang hidup di alam liar dan juga yang dibudidayakan.
Daftar Isi

Bunga Sakura Yamazakura (山桜)

bunga sakura Yamazakura
murniramli.files.wordpress.com
Yamazakura merupakan bunga sakura liar namun sering dipandang dan bahkan menempati posisi teratas. Yamazakura atau disebut juga dengan Hill Cherry ( Ceri Bukit ) ini sering dijumpai di pegunungan Jepang.

Bunga sakura jenis ini ini mempunyai lima kelopak dengan warna merah muda cerah. Karakteristik bunga ini adalah, dimana bunga Yamazakura ini bisa ditemukan pada bulan Maret dan April dan umumnya muncul bersamaan dengan daun pohonnya.

Bunga Sakura Somei Yoshino (染井吉野)

bunga sakura Someiyoshino
flickr.com
Bunga sakura yang paling sering dibudidayakan adalah jenis sakura Somei Yoshino. Berbeda dari Yamazakura yang umumnya tumbuh di daerah gunung atau bukit, maka Somei Yoshino ini dapat ditemukan dengan mudah di seluruh Jepang.
Bunga pertama tumbuh pada akhir Maret di wilayah Shikoku dan Kyushu. Selanjutnya, bunga ini juga dapat ditemukan di Tokyo pada akhir April dan pada bulan Mei bisa dijumpai di wilayah Aomori.
 
Untuk Somei Yoshino ini berjenis bunga tunggal. Pada setiap bunganya terdapat 5 kelopak dengan warna merah muda pucat. Jadi, sekilas terlihat seperti bunga warna putih. Uniknya, bunga Somei Yoshino ini tumbuh dengan bergugus-gugus dan merekah sebelum daun-daun pohonnya tumbuh.

Bunga Sakura Edohigan (江戸彼岸)

sakura Edohigan
zonabunga.blogspot.com
Bunga sakura yang mekar paling awal adalah bunga sakura jenis Edohigan. Penamaan ini berdasarkan waktu mekarnya dimana bertepatan dengan spring equinox atau yang lebih sering disebut higan dan berada di wilayah barat Jepang.
Hampir seperti Somei Yoshino, bunga Edohigan ini juga berwarna merah muda pucat. Kelopak bunganya berukuran kecil dan dapat dibedakan melalui daun kelopak yang bulat dan menggembung.
 
Edohigan yang paling terkenal di Jepang adalah Yamataka Jindai Sakura, dimana pohon ini juga merupakan pohon tertua di Jepang dengan kisaran umur 2000 tahun. Jika ingin melihat bunga ini, kita bisa menyaksikan betapa indahnya Edohigan saat bermekaran pada awal hingga pertengahan bulan April di wilayah Yamanashi.

Bunga Sakura Shidarezakura (枝垂桜)

bunga sakura Shidarezakura
muza-chan.net
Sakura jenis Shidarezakura ini dalam bahasa Inggris disebut sebagai Weeping Cherry atau dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai Ceri Menangis. Penamaan ini diambil dari karakteristik bunga Shidarezakura yang mana bunga ini tumbuh di ranting yang menunduk. Selain itu karakteristik dari bunga ini juga menjadi simbol Prefektur Kyoto.
Waktu mekarnya terbilang awal, yakni sepekan sebelum Somei Yoshino mekar. Miharu Takizakura atau Pohon Ceri Air Terjun Miharu merupakan jenis bunga sakura Shidarezakura yang cukup terkenal dan umumnya bisa dijumpai di Fukushima. Pohon ini sudah tumbuh di Jepang lebih dari 1000 tahun.

Bunga Sakura Ichiyou (一葉)

Ichiyou
nipponclub.net
Varian bunga sakura selanjutnya adalah Ichiyou. Arti kata Ichiyou itu sendiri adalah ‘satu daun’. Berbeda dari yang lainnya, bunga ini memiliki 20 sampai 40 kelopak. Dan menariknya lagi, ketika keseluruhan kelopaknya mekar, putiknya akan terlihat seperti helai daun dan muncul dari bagian tengahnya.
Hal inilah yang membuat bunga ini diberi nama Ichiyou. Bunga sakura jenis ini cukup populer di Asakusa. Bahkan, setiap bulan April diselenggarakan festival khusus untuk bunga Ichiyou ini.

Bunga Sakura Kanzan (関山)

bunga sakura Kanzan
ceritafarput.files.wordpress.com
Varian bunga sakura selanjutnya adalah Kanzan. Kanzan adalah bagian dari bunga sakura berbunga ganda atau disebut sebagai Yaezakura. Pada setiap bunganya terdiri lebih dari 50 kelopak. Bunga Kanzan ini sering telat mekar, tapi hal ini tidak membuat keindahannya hilang. Bahkan kita bisa dengan mudah menemukan bunga ini karena warnanya merah muda pekat dan ukurannya besar.

Bunga Sakura Kikuzakura (菊桜)

Kikuzakura
speedboo.blogspot.com
Kikuzakura juga diartikan sebagai bunga sakura krisan mengingat bunga ini sangat mirip dengan bunga-bunga lain yang juga dianggap sebagai simbol negara Jepang. Dari segi bentuk, bunga ini bentuknya seperti pom-pom dan dikelilingi dedaunan lebar.
Terdapat 80 sampai 130 kelopak pada setiap bunganya dan memiliki warna merah muda cerah. Kita bisa melihat bunga ini pada awal bulan Mei di Tokyo.

Bunga Sakura Kanhizakura (寒緋桜)

Kanhizakura
nipponclub.net
Selain bisa menemukan bunga sakura di daratan Jepang, kita juga dapat menemukan bunga sakura di Pulau Okinawa yang berada di selatan Jepang. Disana terdapat bunga sakura jenis Kanhizakura.
Bahkan bunga ini bukan hanya dikenal di kepulauan Ryukyu, melainkan juga di China, Vietnam dan Taiwan. Kanhizakura yang identik dengan warna merah keunguan ini juga disebut sebagai Ceri Taiwan, Ceri Formosa atau Ceri Bellflower. Bunga ini biasanya mekar pada bulan Januari.

Bunga Sakura Fugenzou (普賢象)

sakura Fugenzou
speedboo.blogspot.com
Fugenzou ini memiliki arti Gajah Samantabhadra. Hal ini mengacu pada seorang Bodhisatva yang pada karya seni Budha sering digambarkan sedang menaiki gajah. Masyarakat yang hidup pada zaman Muromachi (1336-1537) menyakini jika putik dari bunga sakura Fugenzou terlihat mirip dengan gambaran tersebut.
Bunga Fugenzou mempunyai kelopak lebih dari 40 kelopak dan identik dengan daunnya yang bergerigi. Bunga ini berwarna merah muda dan semakin terlihat cantik dengan aksen warna merah pada bagian tengahnya. Bunga ini bisa ditemui pada pertengahan hingga akir April di daerah Tokyo.

Bunga Sakura Ukon (鬱金)

bunga sakura Ukon
treeflower.la.coocan.jp
Bunga sakura jenis Ukon ini mempunyai warna kekuningan. Ukon ini berarti kunyit dan sering digunakan untuk memberi warna kuning pada masakan kari dari India. Mengingat warnanya sama dengan kunyit, maka jadilah bunga ini juga dinamakan Ukon.
Selain itu, Ukon juga menjadi bagian dari bunga Yaezakura dengan kelopak berjumlah 15 sampai 20 pada setiap bunganya. Bunga Ukon mekar pada pertengahan April di Tokyo.
Demikian tadi beberapa varian bunga sakura yang terdapat di Jepang. Banyaknya varian ini menambah keindahan bunga sakura itu sendiri. Beralih dari varian bunga sakura, ternyata bunga-bunga sakura ini pun mempunyai beberapa fakta unik yang turut mengirinya. Apa saja keunikan tersebut? Berikut ulasannya.

Es Krim Sakura

Karena negara Jepang begitu identik dengan bunga sakura, maka munculah inisiatif untuk membuat es krim sakura. Ini tentu menjadi magnet tersendiri yang menarik minat para turis dari berbagai belahan dunia untuk datang ke Jepang.

Sebagai simbol Harapan

Bunga sakura juga dinilai sebagai simbol pembaruan atau harapan. Sejak awal kemunculan bunga sakura di Jepang, negara ini menjadi lebih damai dan sejuk ketika musim semi datang. Kita dapat melihat betapa indahnya bunga sakura ini pada akhir Maret sampai pertengahan April.

Bunga Sakura Dapat Diminum

Tidak hanya enak dipandang, bunga sakura ternyata juga bisa diseduh dan diminum. Cukup mudah, masukan sakurazuke ke dalam air panas lalu nikmati sebagaimana kita menikmati teh panas.  Minuman yang terbuat dari bunga sakura ini disebut sakurayu. Umumnya minuman ini menjadi sajian ketika acara-acara besar, misalnya pernikahan.

Daun Bunga Sakura Dapat Dimakan

Apabila bunga sakura bisa diminum, kini bagian daunnya juga bisa dimakan. Namun untuk bisa memakan daun bunga sakura, haruslah melewati proses yang disebut dengan shiozuke atau pengaraman. Setelah itu daun bunga ini akan menjadi sakurazuke. Sakurazuke itu sendiri merupakan makanan yang dibungkus sebuah roti atau bisa dikatakan sakura mochi. Makanan ini sangat tepat dikonsumsi pada musim sakura.

Pohon Sakura Tertua

Sudah disinggung di atas bahwa di Jepang terdapat pohon bunga sakura tertua dengan umur 2000 tahun. Pohon ini terkenal dengan nama Jindai Zakura. Menariknya lagi, pohon ini menjulang dengan ketinggian mencapai 13.5 meter dan terletak pada sebuah kuil Jissou di sekitaran prefektur Yamanashi.

Nama Sakura Sesuai Jumlah Daun Bunga

Ternyata penamaan sakura ini disesuaikan dengan jumlah daun bunga. Misalnya, apabila daun bunga ada 5 helai, maka dinamakan hitoe. Sedangkan apabila daun bunganya berjumlah 5-10 dinamakan hanyae dan apabila lebih dari 10 disebut Yae.

Hanya Bertahan Seminggu

Bunga sakura memang dikenal sebagai bunga yang cepat mekar, tapi disisi lain bunga ini juga mudah gugur. Namun inilah yang membuat pemandangan semakin indah, sebab nantinya bunga yang berguguran tersebut akan menyelimuti perakaran yang ada di sekitar pohon. Dan tentu saja ini akan membuatnya semakin indah. Tapi, bunga sakura ini hanya bertahan seminggu hingga habislah semua bunga yang ada pada ranting pohon.
Bunga-bunga sakura dengan segala keunikan yang menyertainya ini menjadikan bunga sakura semakin indah dan cantik. Tidak hanya tampilannya yang indah, tapi lebih dari itu adanya bunga sakura ini membuat orang-orang yang melihatnya merasa lebih damai dan bahagia.

SAKURA dari AMBON, MALUKU



Hai minna-san, kali ini Melati Merah ingin bagi-bagi cerita tentang bungan Sakura. Minna-san pada tahu kan bunga Sakura itu apa???... Iya, bunga yang berasal dari Jepang dan merupakan bunga nasional negara matahari terbit tersebut. 

Pohon sakura adalah salah satu pohon yang tergolong dalam familia Rosaceae, genus Prunus sejenis dengan pohon prem, persik, atau aprikot, tetapi secara umum sakura digolongkan dalam subgenus sakura. Asal usul kata "sakura" adalah kata "saku" (bahasa Jepang untuk "mekar") ditambah akhiran yang menyatakan bentuk jamak "ra". Dalam bahasa Inggris, bunga sakura disebut cherry blossoms.
Warna bunga tergantung pada spesiesnya, ada yang berwarna putih dengan sedikit warna merah jambu, kuning muda, merah jambu, hijau muda atau merah menyala. (Wikipedia, Ensiklopedia Bebas) 

Tapi, minna-san pada tahu gak kalau bunga Sakura juga bisa hidup di Ambon, Maluku loh. Yah walaupun terdengar agak mustahil karena Ambon terkenal sebagai daerah dengan dua matahari (panasnya naudzubikaminzalik) sedang bila dibandingkan dengan Jepang yang suhunya jauh lebih dingin. Salah satu daerah di Indonesia yang jauh lebih dingin dan dapat ditumbuhi bunga Sakuran adalah Bandung. Suhu di Bandung dan Ambon sangat berbeda jauh. 

Tempat di Ambon yang terdapat satu-satunya bunga Sakura adalah Taman Makam Australia.
Ambon War Cemetery adalah pemakaman untuk para serdadu Australia yang gugur dalam melawan Jepang selama Perang Dunia II. Berlokasi di Tantui, tepat di pinggir jalan raya tidak jauh dari Taman Makam Pahlawan Indonesia tempat dimakamkan pahlawan Indonesia yang gugur dalam pemberontakan di Maluku pada tahun 1950 – 1960. Ada 2137 makam di Ambon War Cemetery. Terdiri dari 1092 orang Australia, 810 Inggris, 30 India, 2 Kanada, 1 Selandia Baru, 1 Afrika Selatan, 186 Belanda, dan 15 warga Sekutu lainnya. Mereka berasar dari Angkatan Laut 210, Angkatan Darat 1229, Angkatan Udara 694, dan Awak Kapal Dagang 1. Makam ini berada di tempat bekas perkampungan tawanan perang Australia yang tewas sewaktu penyerbuan Jepang ke Ambon dan Timor, dan untuk tawanan perang dari kepulauan Maluku dan Kuruku. Banyak dari mereka yang berasal dari Batalyon 2/21 Australia “Gull Force”. (https://www.kaskus.co.id/thread/52ad1aa8be29a06b038b45bc/foto-ambon-war-cemetery-makam-ribuan-tentara-australia-yang-gugur-di-indonesia/) 

Nah, berikut ini minna-san bisa lihat bukti adanya pohon bunga Sakura di Ambon, Maluku!!!!! 





Minna-san bisa coba kunjungi pohon bunga Sakura ini di Taman Makam Australia di daerah Kapaha, Ambon, Maluku. Tapi, perlu minna-san ketahui bahwa bunga Sakura ini hanya berbunga pada bulan Desember saja.... Selamat Mengunjungi yah Minna-san... *^_^* salam manis MELATI MERAH

Senin, 26 Maret 2018

MAKALAH LINGUISTIK BANDINGAN (Kata Kerja Berdasarkan Lima Bahasa yang Dibandingkan Franz Boop)


TUGAS
LINGUISTIK BANDINGAN
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Linguistik Bandingan


Disusun Oleh :
RAMIATI RAMAN
NIM : 2015-35-043
KELAS : A

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan
Universitas Pattimura Ambon
2017

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan dalam mata kuliah Linguistik Bandingan. Penulis berterimakasih kepada ibu dosen mata kuliah Linguistik Bandingan yang telah memberikan tugas ini kepada penulis.
Adapun makalah Linguistik Bandingan ini diambil dari referensi seperti internet, sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Makalah ini berisi tentang perubahan-perubahan pada kata kerja berdasarkan lima bahasa yang dikemukakan oleh Franz Bopp (1867-1971), serta contoh bahasa berdasarkan tipologi struktural.   
Penulis berharap, dengan membaca makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita serta dapat menambah wawasan. Memang makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, maka penulis mengharapkan kritik dari pembaca demi perbaikan menuju arah yang lebih baik.


Ambon, Maret 2017
   PENULIS



DAFTAR ISI
Halaman Judul ...................................................................................................................... i
Kata Pengantar ..................................................................................................................... ii
Daftar Isi ............................................................................................................................... iii
Bab I : Pendahuluan
1.1. Latar Belakang ................................................................................................... 1
1.2. Rumusan Masalah .............................................................................................. 1
1.3.Tujuan Penulisan ................................................................................................. 1

Bab II : Pembahasan
2.1. Contoh Kata Kerja Berdasarkan Lima
  Bahasa yang Dibandingkan Franz Boop  .......................................................... 2
2.1.1.      Bahasa Persia ............................................................................................ 2
2.1.2.      Bahasa Yunani ......................................................................................... 3
2.1.3.      Bahasa Latin ............................................................................................. 4
2.1.4.      Bahasa Jerman .......................................................................................... 5
2.1.5.      Bahasa Sansekerta .................................................................................... 7
2.2. Contoh Bahasa Berdasarkan Tipologi Struktural ............................................... 7  
2.2.1.      Tipe Bahasa Aglutinatif ........................................................................... 7  
2.2.2.      Tipe Bahasa Fleksi (Infleksi) .................................................................... 8
2.2.3.      Tipe Bahasa Flekso-aglutinatif ................................................................. 8
2.2.4.      Tipe Bahasa Isolatif .................................................................................. 9  

Bab III : Penutup
3.1. Kesimpulan .................................................................................................................... 10  
Daftar Rujukan ..................................................................................................................... 11   


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Franz Bopp merupakan tokoh peletak dasar-dasar ilmu perbandingan bahasa. Franz Bopp juga merupakan tokoh dalam Sejarah Linguistik Bandingan Historis (Linguistik Historis Komparatif). Periode I (1830-1860). Ia membandingkan  akhiran-akhiran kata kerja dalam bahasa Sangsekerta, Yunani, Latin, Persia, dan German yang diterbitkan tahun 1816.
Menurut KBBI Pusat Bahasa (2008), tipologi adalah ilmu yang mempelajari kesamaan sintaksis dan morfologi bahasa-bahasa tanpa mempertimbangkan sejarah bahasa. Tipologi juga bisa diartikan sebagai pembicaraan dan pembahasan perihal tipe bahasa, yaitu corak khusus suatu bahasa.
     Tipologi bahasa adalah cabang linguistik yang meneliti corak atau tipe kesemua bahasa yang ada di dunia. Bahasa yang coraknya sama atau setidak-tidaknya mirip dikelompokkan menjadi satu golongan atau dalam satu kelas yang sama, digolongkan sebagai satu tipe.
   
1.2. Rumusan Masalah
Dari utaian latar belakang di atas dapat kita rumuskan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1)      Bagaimanakah contoh akhiran pada kata kerja berdasarkan lima bahasa yang dibandingkan oleh Franz Bopp?
2)      Apa sajakah contoh bahasa-bahasa berdasarakan tipologi struktural?

1.3. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengerjakan tugas mata kuliah Telaah Kurikulum dan Buku Teks, mengenai sejarah perkembangan kurikulum yang pernah berlaku di Indonesia.

BAB II
PEMBAHASAN 

2.1. Contoh Kata Kerja Berdasarkan Lima Bahasa yang Dibandingan Franz Bopp (1867-1971)
2.1.1.      Bahasa Persia
1)      Mau = Khâstan
-       Saya = Mikhâham  
-       Kamu = Mikhâ-He
-       Mereka = Mikhâ-Heed

2)      Datang : Âmadan
-       Saya = Mi-Âyeed
-       Dia = Mi-Âyeem

3)      Tinggal = Zendegi (Eghâmat) Kardan
-       Saya = Zendegi Mikonid
-       Dia = Zendegi Mikonam

4)      Merokok = Mikeshid
-       Saya = Mikesham
-       Anda = Bekesham

5)      Berbahasa = Baladan
-       Saya = Baladid
-       Anda = Baladam

6)      Kunjungi = Bezanan
-       Saya = Bezanid
-       Anda = Bezanam
2.1.2.      Bahasa Yunani
1)      Pergi = Pigaíno (Πηγαίνω)
-       Saya Pergi = Píga (Πήγα)
-       Mereka Pergi = Páne (Πάνε)
-       Kami Pergi = Páme (Πάμε)
-       Dia Pergi = Píge (Πήγε)
-       Kamu Pergi = Páte (Πάτε)

2)      Makan = Fáo (Φάω)
-       Saya Makan = Tróo (Τρώω)
-       Mereka Makan = Tróne (Τρώνε)
-       Kami Makan = Tróme (Τρώμε)
-       Dia Makan = Tróei (Τρώει)
-       Kamu Makan = Tróte (Τρώτε)

3)      Tidur = Ýpnos (Ύπνος)
-       Saya Tidur = Koimámai (Κοιμάμαι)
-       Mereka Tidur = Koimoúntai (Κοιμούνται)
-       Kami Tidur = Kreváti (Κρεβάτι)
-       Dia Tidur = Koimótan (Κοιμόταν)
-       Kamu Tidur = Koimáste (Κοιμάστε)

4)      Lupa = Xecháste (Ξεχάστε)
-       Saya Lupa = Xéchasa (Ξέχασα)
-       Mereka Lupa = Xéchasan (Ξέχασαν)
-       Kami Lupa = Xechnáme (Ξεχνάμε)
-       Dia Lupa = Xéchase (Ξέχασε)
-       Kamu Lupa = Xechásei (Ξεχάσει)

5)      Bermain = Paichnídi (Παιχνίδι)
-       Saya Bermain = Paízo (Παίζω)
-       Mereka Bermain = Paízoun (Παίζουν)
-       Kami Bermain = Paízoume (Παίζουμε)
-       Dia Bermain = Paízei (Παίζει)
-       Kamu = Paízete (Παίζετε)

6)      Bicara = Miló (Μιλώ)
-       Saya Bicara = Miló (Μιλώ)
-       Mereka Bicara = Miloún (Μιλούν)
-       Kami Bicara = Miláme (Μιλάμε)
-       Dia Bicara = Mílise (Μίλησε)
-       Kamu Bicara = Miláte (Μιλάτε)

7)      Memasak = Mágeiras (Μάγειρας)
-       Saya Memasak = Mageirévo (Μαγειρεύω)
-       Mereka Memasak = Mageirévoun (Μαγειρεύουν)
-       Kami Memasak = Mageirikí (Μαγειρική)
-       Dia Memasak = Mageirévei (Μαγειρεύει)
-       Kamu Memasak = Mageirévete (Μαγειρεύετε)

8)      Tertawa = Gélio (Γέλιο)
-       Saya Tertawa = Geló (Γελώ)
-       Mereka Tertawa = Geláne (Γελάνε)
-       Kami Tertawa = Geláme (Γελάμε)
-       Dia Tertawa = Geláei (Γελάει)
-       Kamu Tertawa = Geláte (Γελάτε)

2.1.3.      Bahasa Latin
1)      Berlari = Cursus
-       Mereka berlari = Currebant
-       Kami berlari = Cucurrimus
-       Dia berlari = Cucurrit
2)      Berenang = Natare
-       Mereka berenang = Natant
-       Dia berenang = Natat
-       Kamu berenang = Natas

3)      Duduk = Sit
-       Saya duduk = Sedebam
-       Mereka duduk = Sedebit
-       Kami duduk = Sedentes
-       Dia duduk = Sedit

4)      Menangis = Clamor
-       Kami menangis = Clamamus
-       Kamu menangis = Clamabitis

5)      Berjalan = Ambulemus
-       Saya berjalan = Ambulavit
-       Mereka berjalan = Ambula
-       Kami berjalan = Ambulaverunt
-       Kamu berjalan = Ambulare

6)      Belajar = Disce
-       Saya belajar = Didici
-       Kami belajar = Discere
-       Dia belajar = Didicit

2.1.4.      Bahasa Jerman
1)      Menangis = Schrei
-       Mereka menangis = Riefen
-       Dia menangis = Rief
-       Kita menangis = Rufen:
2)      Menyahut = Antworten
-       Saya menyahut = Antwortete:
-       Mereka menyahut = Antworteten:

3)      Melambai = Welle
-       Saya melambai = Winkte
-       Kami melambai = Winkten

4)      Menagkap = Fang
-       Saya menangkap = Fing
-       Mereka menangkap = Fangen
-       Dia menangkap = Gefangen

5)      Bergembira = Freudig
-       Saya bergembira = Freue
-       Mereka bergembira = Freuen
-       Dia bergembira = Freute

6)      Melompat = Springen
-       Saya melompat = Springe
-       Dia melompat = Springt

7)      Memeluk = Umarmung
-       Saya memeluk = Umarme
-       Mereka memeluk = Umarmen
-       Dia memeluk = Umarmte 

8)      Menggosok = Reiben
-       Saya menggosok = Reibe
-       Mereka menggosok = Reiben
-       Dia menggosok = Reibt
2.1.5.      Bahasa Snasekerta
1)      Berubah = Malih
-       Saya = Maliha
-       Kamu = Malihe

2)      Ditahan = Ampeh
-       Saya = Ampeh
-       Kamu = Ampehe

3)      Diambil = Karad
-       Saya = Karad
-       Kamu = Karade
-       Dia = Karadne

4)      Dimakan / Disebut = Katelah
-       Saya = Katelah
-       Dia = Katelahne

5)      Diajarai = Kawasita
-       Saya = Kawasitā
-       Kamu = Kawasite

2.2. Contoh Bahasa Berdasarkan Tipologi Struktural
Tipologi struktural adalah pengelompokan bahasa berdasarkan karakteristik dan ciri-ciri struktur bahasa. Berdasarkan tipologi struktural dikenal tipe-tipe bahasa sebagai berikut.

2.2.1.      Tipe Bahasa Aglutinatif
Tipe aglutinatif, yaitu tipe bahasa yang hubungan gramatikalnya dan struktur katanya dinyatakan dengan kombinasi unsur-unsur bahasa secara bebas. Dalam tipe ini, pembentukan kata dapat dilakukan dengan afiksasi (pembentukan kata melalui pengimbuhan), komposisi (pembentukan kata melalui pemajemukan), dan reduplikasi (pembentukan kata melalui pengulangan).
Bahasa-bahasa yang tergolong tipe ini, antara lain: bahasa Jawa, bahasa Melayu, bahasa Gorontalo, bahasa Sunda, bahasa Dayak, bahasa Makasar, bahasa Malagasi, bahasa Tapalog, dan bahasa-bahasa Austronesia pada umumnya.

2.2.2.      Tipe Bahasa Fleksi (Infleksi)
Tipe bahasa fleksi, yaitu tipe bahasa yang hubungan gramatikalnya tidak dinyatakan dengan urutan kata, tetapi dinyatakan dengan infleksi. Bahasa yang bertipe fleksi struktur katanya terbentuk oleh perubahan bentuk kata.
Ada dua macam perubahan bentuk kata dalam bahasa tipe ini, yaitu dengan deklinasi dan konjugasi.
1)      Deklinasi adalah perubahan bentuk kata yang disebabkan oleh jenis, jumlah, dan kasus.
2)      Konjugasi adalah perubahan bentuk kata yang disebabkan oleh perubahan persona, jumlah, dan kala.
Bahasa-bahasa yang secara murni bertipe fleksi adalah bahasa Arab, Sanskerta, dan bahasa Latin.
Ada 2 macam fleksi :
a)      Fleksi deklinasi, yaitu fleksi mengenai kata benda
-          Contoh : foot >>feet, mouse>>mice, tooth>>teeth

b)     Fleksi konjungsi, yaitu fleksi mengenai kata kerja
-          Contoh : go went gone, eat ate eaten

2.2.3.      Tipe Bahasa Flekso-aglutinatif
Tipe ini merupakan perpaduan tipe bahasa fleksi dan tipe bahasa aglutinatif. Bahasa tipe ini sebagian struktur morfologisnya mengikuti corak tipe bahasa fleksi dan sebagian lagi mengikuti tipe bahasa aglutinatif. Bahasa Inggris menjadi salah satu contoh bahasa yang memiliki tipe fleksoaglutinatif.


2.2.4.      Tipe Bahasa Isolatif
Tipe bahasa isolatif, yaitu tipe bahasa yang dalam menyatakan hubungan gramatikalnya dinyatakan dan bergantung pada urutan kata, sedangkan bentuk katanya tidak mengalami perubahan bentuk kata secara morfologis melainkan perubahan yang ada hanya karena perbedaan nada. Tipe bahasa ini disebut juga bahasa Tonis. Dalam tipologi linguistik, bahasa isolatif adalah bahasa yang kata-katanya terbentuk dari satu morfem tunggal. Lawannya adalah bahasa sintetis yang memiliki kata yang terdiri dari banyak morfem. 
Bahasa-bahasa yang tergolong  tipe ini, antara lain: bahasa Thai, bahasa Vietnam, dan kelompok bahasa Cina, seperti Mandarin, Shanghai, Ningpo, Kantong, dan sebagainya.


BAB III
PENUTUP 

3.1. Kesimpulan
Franz Bopp merupakan tokoh peletak dasar-dasar ilmu perbandingan bahasa. Franz Bopp juga merupakan tokoh dalam Sejarah Linguistik Bandingan Historis (Linguistik Historis Komparatif). Periode I (1830-1860). Ia membandingkan  akhiran-akhiran kata kerja dalam bahasa Sangsekerta, Yunani, Latin, Persia, dan German yang diterbitkan pada tahun 1816.
Tipologi struktural adalah pengelompokan bahasa berdasarkan karakteristik dan ciri-ciri struktur bahasa. Berdasarkan tipologi struktural dikenal tipe-tipe bahasa sebagai berikut :
1)      Aglutinatif; 
2)      Fleksi;
3)      dan Isolatif.


DAFTAR RUJUKAN

Khairul Fahmi. 2013. “Penggolongan Bahasa” (Online). http://pengolonganbahasa.blogspot.
com/2013/06/penggolongan-bahasa.html. Diakses pada tanggal 18 Maret 2017.

Wikipedia. “Bahasa Isolatif” (Online) . https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_isolatif. Diakses
pada tanggal 20 Maret 2017.

Google Translate / Google Terjemahan. “Google Terjemahan Bahasa Yunani, Latin, dan
Jerman” (Online) https://translate.google.com. Diakses pada tanggal 20 Maret 2017