MAKALAH PROSA
CERITA DETEKTIF
Disusun Oleh : KELOMPOK 6
Yunita Rumbia (2015-35-009)
Suprianto Tomia (2015-35-037)
Ramiati Raman (2015-35-043)
Sahrun Siombiwi (2015-35-115)
Aisa Rumbati (2015-35-129)
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan
Universitas Pattimura Ambon
2016
KATA PENGANTAR
Segala puji serta syukur kami
panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat-Nya kami kelompok 6
dapat menyelesaikan makalah tentang Cerita Detektif dalam mata kuliah Prosa.
Kelompok 6 juga berterima kasih kepada Ibu
S.Pd., M.Pd. selaku Dosen mata kuliah Prosa yang telah memberikan tugas
ini kepada kami.
Makalah ini berusaha menyajikan
tentang pengertian cerita detektif yang merupakan salah satu sub genre dari
fiksi kriminal (cerita kriminal). Cerita detektif pun merupakan cerita yang
berusaha membangun rasa penasaran pembaca.
Semoga
makalah ini dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada pembaca.
Walaupun makalah ini memiliki kekurangan didalamnya. Kami mengharapkan kritik
dan saran dari pembaca yang bersifat membangun demi perbaikan makalah ini
kedepannya. Akhir kata kami ucapkan terima kasih.
Ambon, Oktober 2016
PENULIS
DAFTAR ISI
Halaman
Judul ......................................................................................................................... i
Kata
Pengantar ........................................................................................................................ ii
Daftar
Isi ................................................................................................................................. iii
Bab
I : Pendahuluan
1.1.
Latar Belakang ................................................................................................................. 1
1.2.
Rumusan Masalah ............................................................................................................ 1
1.3.
Tujuan Penulisan ..................................................................................................... ......... 1
Bab
II : Pembahasan
2.1.
Pengertian Cerita Detektif................................................................................................ 2
2.2.
Ciri-ciri Cerita Detektif..................................................................................................... 2
2.3.
Contoh Cerita Detektif..................................................................................................... 2
2.4.
Awal Kemunculan dalam Kesusastraan Indonesia .......................................................... 4
2.5.
Cerita Detektif Mulai Booming......................................................................................... 4
2.6.
Pengembangan Genre Detektif ........................................................................................ 5
Bab
III : Penutup
3.1.
Saran ................................................................................................................................. 8
3.2.
Kesimpulan ....................................................................................................................... 8
Daftar
Rujukan......................................................................................................................... 9
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Prosa
merupakan satu kajian studi sastra yang
bahasanya disusun secara bebas, imajinatif, bersifat menguraikan dengan panjang
suatu cerita. Istilah
prosa dalam pengertian kesustraan disebut fiksi. Istilah fiksi dalam pengertian
ini berarti cerita rekaan. Salah satu jenis prosa
ialah cerita detektif.
Cerita detektif merupakan jenis prosa yang menceritakan atau
mengisahkan perjuangan seseorang dalam berusaha memecahkan kasus untuk
menemukan suatu kebenaran. Cerita detektif juga merupakan genre lain dari
cerita misteri.
1.2.Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang di atas, maka yang menjadi rumusan masalah ialah sebagai berikut
:
1)
Apa pengertian Cerita
Detektif?
2)
Apa saja ciri-ciri
Cerita Detektif?
3)
Contoh-contoh Cerita
Detektif?
4)
Bagaimana awal
kemunculan Cerita Detektif dalam kesusastraan Indonesia?
5)
Kapan Cerita Detektif
mulai booming?
6)
Bagaimana pengembangan
genre detektif?
1.3.Tujuan Penulisan
Tujuan dari
penulisan makalah ini antara lain sebagai berikut :
1)
Menjelaskan tentang
pengertian Cerita Detektif.
2)
Memberikan ciri-ciri
tentang Cerita Detektif.
3)
Memberikan
contoh-contoh Cerita Detektif.
4)
Menjelaskan tentang
awal kemunculan Cerita Detektif dalam kesusastraan Indonesia.
5)
Menjelaskan kapan
Cerita Detektif mulai booming.
6)
Serta memberikan
penjelasan mengenai pengembangan genre detektif.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1.Pengertian Cerita
Detektif
Detektif berasal dari bahasa Inggris Detective yang awalnya dari
kata kerja detect yang ditambah
dengan sufiks ive. Dalam kamus detectberarti discover, to find out the true atau dalam bahasa Indonesia berarti
mendeteksi, menemukan sebuah eksistensi atau kebenaran . Ketika digabungkan
dengan ive sebagai sufiks of adjective (and nouns of adjective
origin) yang mengekspresikan sebuah kecenderungan atau fungsi makna kata tersebut
menjadi sebuah kata baru, yang menunjuk kepada sebuah kata benda dalam hal ini yaitu
seorang manusia. Jadi Detektif merupakan orang yang melakukan suatu aktifitas
yang bertujuan untuk mendeteksi sesuatu.Kata detektif mulai muncul di era
1930-1940.
Genre cerita detektif (detective
story)atau fiksi detektif (detective
fiction) merupakan sub genre dari fiksi kriminal (crime to fiction) dan fiksi misteri (mystery fiction) yang menceritakan sorang tokoh protagonis (man hero) yang melibatkan diri dalam
sebuah penyelidikan kasus kejahatan terutama kasus pembunuhan.
2.2.Ciri-ciri Cerita Detektif
Cerita detektif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1.
Bercerita tentang sebuah pencarian.
2. Beralur campuran bisa maju, mundur,
dan maju atau mundur,dan
3.
Berusaha membangun rasa penasaran pembaca.
2.3.Contoh Cerita Detektif
Beberapa contoh cerita detektif :
1.
Teka-Teki Sticky Note.
2. Hilangnya Buku Tasya.
3. Menangkap Pencuri Jamur.
4. Misteri di Belakang Sekolah.
5. The Three Apples.
6. Terjebak di Sarang pocong.
7.
Misteri Dian yang Padam.
Berikut adalah salah satu contoh sinopsis novel Cerita Detektif
yaitu “Misteri Dian Yang Padam” karya S. Mara Gd. yang diterbitkan pada tahun
1968.
MISTERI DIAN YANG PADAM
Karya : S. Mara Gd.
DIAN AMBARWATI, gadis asal Ngawi yang berusia dua puluh
tahun, datang ke Surabaya untuk memulai lembaran baru dalam hidupnya. Dua bulan
setelah kepindahannya, ia ditemukan mati di bawah tanaman kol banda di suatu
tempat yang sepi oleh seorang gelandangan. Siapakah yang menyudahi hidupnya?
Bekas pacarnya yang di Ngawi, yang ditinggalkannya setelah ramai bertengkar
selama dua hari? Ataukah kekasihnya yang baru, yang berusia sepuluh tahun lebih
tua dan sudah bertunangan dengan gadis lain? Mungkinkah juga ia dibunuh oleh
tunangan kekasihnya yang pernah bersumpah akan mematahkan batang lehernya?
Kapten Polisi Kosasih dan sahabatnya Gozali dibuat bingung karena satu per satu
orang yang mereka curigai ternyata mempunyai alibi yang kuat. Siapakah yang
menghendaki kematian Dian Ambarwati? Benarkah kematiannya hanyalah kasus
penodongan biasa? Benarkah Dian Ambarwati adalah gadis yang polos dan suci
seperti yang disangka semua orang, ataukah dia mempunyai latar belakang yang
lebih rumit daripada yang diduga?
Buku
bekas karya S.Mara Gd dalam sebuah pembunuhan sadis terhadap gadis berusia dua puluh tahun yang hendak
mengawali hidup baru di Surabaya.Seperti biasa Kapten Kosasih dan Gozali
dihadapkan pada setumpuk alibi orang-orang dekat si gadis yang tampaknya
baik-baik saja.Namun mungkin saja petunjuk akan didapat dari masa lalu si gadis
sendiri.Siapakah ia sebenarnya?
Dian
Ambarwati,gadis asal Ngawi yang berusia dua puluh tahun,datang ke Surabaya
untuk memulai lembaran baru dalam hidupnya.Dua bulan setelah kepindahannya,ia
di temukan mati di bawah tanaman Kolbanda di suatu tempat yang sepi oleh
seorang gelandangan.Siapakah yang menyudahi hidupnya?Bekas pacarnyakah yang di
Ngawi,yang ditinggalkannya setelah ramai bertengkar selama dua hari?Ataukah
kekasihnya yang baru,yang berusia sepuluh tahun lebih tua dan sudah bertunangan
dengan gadis lain?
Mungkinkah
juga ia dibunuh oleh tunangan kekasihnya yang pernah bersumpah akan mematahkan
batang lehernya?
Kapten
Polisi Kosasi dan sahabatnya Gozali dibuat bingung karena satu per satu orang
yang mereka curigai,ternyata mempunyai alibi yang kuat.
Siapakah
yang menghendaki kematian Dian Ambarwati?Benarkah kematiannya hanyalah kasus
penodongan biasa?
Benarkah
Dian Ambarwati adalah seorang gadis yang polos dan suci seperti yang disangka
semua orang ataukah dia mempunyai latar belakang yang lebih rumit daripada yang
diduga?
2.4. Awal Kemunculan Dalam Kesusastraan Indonesia
Belum banyak
yang begitu tahu apakah Indonesia mempunyai kisah tokoh detektif seperti halnya
detektif asal Eropa dan Amerika.
Teguh Esha,
salah seorang sastrawansekaligusseorangjurnalis Indonesia
menuliskisahtentangtokoh Ali Topan di cerbung “Ali TopanAnakJalanan” pada 1972
(novelnyatahun 1977). Namunpadatahun 1978iameluncurkan novel berjudul “Ali
Topan Detektif Partikelir”. Kisahnya pun sedikitberubahdengan yang pertama yang
lebih terkesan romansa.
S Mara Gd,
seorang penulis wanita asal Surabaya yang menulis kisah misteri pembunuhan yang
diselidiki oleh Gozali dan sahabat baiknya, Kapten Kosasih melalui novel
perdananya “Misteri Dian Yang Padam” (1985). S Mara
Gdsendirisempatdisebutsebagai “Agatha Christie”-nya Indonesia. Selainitu, ArswendoAtmowiloto,
seorangpenulisdanwartawan Indonesia menuliskisahdetektifcilik,
seorangkeponakandarianggotakepolisianbernamaImung di tahun 1987. Ada beberapa
novel Indonesia lainnya yang jugamengandungunsur kisah detektif di dalamnya.
2.5. Cerita Detektif Mulai Booming
Ceria Detektif mulai booming
di Indonesia, ketika seorang sastrawan yang bernama Teguh Esha meluncurkan novel
yang berjudul “Ali Topan Detektif Partikelir” pada tahun 1978. Sejak saat itu
mulai muncul cerita-cerita detektif lainnya.
Dalam riwayat
Tiongkok kuno, “Gong’an Fiction”
(kasus fiksi kriminal) dikenal sebagai salah satu kisah kriminal Tiongkok yang
banyak dimainkan di pertunjukkan opera Peking.
Beberapa yang cukup terkenal adalah “Circle
of Chalk”, ”Bao Gong An Story Collection”,
serta “Di Gong An Story Collection”
yang muncul di abad 18. Kisah yang banyak dipertontonkan dalam acara opera ini
mencoba mengangkatkisahparapenegakhukumseperti Hakim Bao (Bao Qing Tian) dan
Hakim Dee (Di Renie). Keduanamainiseringdiangkatkembalike serial TV
ataukelayarlebar. Bahkanuntukkisah Hakim Dee, seorangahlisastraCinaasalBelanda,
Robert Van Gulikmengangkatkembalikisah Dee menjadisebuah serial yang
dikenalsebagai Detective Dee. Menurut Van Gulik, iamemilihkisah Dee
untukditerjemahkankarenakisahnyalebihmudahditerimaolehmasyarakatduniabaratdalamrangkameraihpembaca
global. Yang sangatdisayangkan beberapa naskah opera “Gong’an Fiction” hilang dan hancur. Hanya beberapa yang bisa
diselamatkan.
Di dunia barat,
beberapa elemen cerita detektif juga ditemukan di beberapa kisah kuno. Contohnya
pada novel filosofi berjudul “Zadig, ou
la Destinée” (“Zadig, or The Book of
Fate”) yang ditulis oleh Voiltare (1747). Novel ini bercerita tentang
seorang pemuda tampan dan baik hati asal Babylonia yang akhirnya mengabadikan
dirinya pada ilmu pengetahuan setelah gagal beberapa kali dalam urusan wanita.
Zadigmemperkenalkanapa yang namanyasebuahanalisis. Selainkisahtersebut,
elemenceritadetektif bisa ditemui pada “Things
as They Are; The Adventures of Caleb Williams” karangan William Godwin
(1794). Kisah ini menunjukkan bagaimana pengungkapan kasus pembunuhan yang
ternyataberakibat sang tokohdikejar-kejar orang-orang berkuasa.
Beberapakritikussastramemasukkankisahinikeberbagai genre. Ada yang memasukkan
novel memilikiunsur gothic, adalagi yang berkatabahwa novel iniadalah novel
psikologikalpertama, sertaada yang menganggap novel inimengandungpotongan
elemen dari kisah detektif.
Tiga novel
klasik lainnya, seperti kisah asal Denmark “The
Rector of Veilbye” oleh Steen Steensen Blicher (1829) dan novel kriminal
asal Norwegia ’Mordet på Maskinbygger
Rolfsen” (“The Murder of Engine Maker
Rolfsen”) oleh Maurits Hansen (1839) yang dianggap sebagai novel fiksi
kriminal pertama. Selain itu, kumpulan kisah pendek “Das Fräulein von Scuderi” oleh E. T. A. Hoffmann (1819), yang
mengisahkan tentang Mademoiselle de Scuderi (dianggapsebagai Miss Marpleabad
18) yang berhasilmengungkapkankasussertamembebaskan orang tak bersalah karena
dituduh membunuh.
2.6. Pengembangan Genre Detektif
Kisah-kisah
diatas yang akhirnya kemudian memberikan pengaruh langsung kepada penulis asal
Amerika, Edgar Allan Poe, termasuk kisah pendek “The Secret Cell” oleh Williams Evans Burton (1837), Kisah “The Secret Cell”
menceritakanseorangpolisi London mengungkapkasuspenculikanseoranggadis. Di era
tersebut Poe sendirimerupakan editor danpegawaidari William Evans Burton di Gentleman Magazine. Cirikhasfirst person narator yang dilakukanoleh
Burton dalamtokohnya L, jugaditerapkanoleh Poe melaluikisah “The Murder in The Rue Morgue” padatahun
1941. Kisahinilah yang akhirnyadianggapsebagai pengembangan dari genre fiksi
detektif (detective fiction) pertama
yang ditulisdalambahasaInggrisdandisebarkansecara global. Kisah “The Murder in The Rue Morgue”
memperkenalkan tokoh detektif pertama dalam dunia literasi, sang jenius dan
esentrik berkebangsaan Perancis, C. Auguste Dupin. Tidak hanya itu, kisah ini
juga dianggap sebagai kisahpembunuhanruangtertutuppertama (locked room mystery) yang pernahada. Dalamkisahini, Dupindigambarkansebagaiseorangamateur detective analisiscemerlang
yang Poe beri nama rasioniasi.
Kemampuantersebutjugakembaliterlihat di kisahDupinberikutnya, yaitu “The Mystery of Marie Rogêt” (1843) dan “The Purloined Letter” (1845).
Kemunculan kisah
ini mengilhami beberapa cerita detektif selanjutnya, termasuk dengan gaya
“narasi seorang asisten atau sahabat sang detektif”. Karya Poe ini
menggambarkan alurdarisebuahceritadetektif,
dimanakitaparapembacamengikutialurpenyelidikan sang tokohprotagonismulaidariawalsampaiakhirterpecahnyakasus,
membuatpenguraiankasussecarapraktisdibandinghanya bertutur hal emosional
semata.
Salah satu
contoh awal kisah detektif awal lainnya adalah sebuah subplot dari novel “Bleak House” (1853) yang ditulis oleh
Charles Dickens. Kisah ini menceritakan penyelidikan Inspectur Bucket yang
menyelidiki kematian pengacara Tulkinghorn yang dibunuh pada malam hari di
kantornya.
Di tahun 1868,
Émile Gaboriau menjadi salah satu pioneer penulis genre detektif di Perancis
dengan menciptakan tokohnya Monsieur Lecoq, seorang detektif polisi yang mahir
melakukan penyamaran. Dalam kisahnya, tokoh ini juga menjadi salah
satucontohawaluntukseorangdetektif yang memeriksasecaratelititempatkejadian
perkara dalam mencari petunjuk.
Wilkie Collins,
salah satu anak didik Charles Dicken sering dianggap sebagai “grandfather of English detective fiction”
melalui novelnya yang berjudul “The
Moonstone” (1868) denganduatokoh di dalamnya; Sersan Richard Cuff,
detektifpolisidari Scotland Yard serta Franklin Blake, seorangdetektifamatir
yang dianggapsalahsatucontohgentleman detective era awal.
Predikattersebutdiungkapkanoleh T.S. Eliot, penulis novel misteripertama yang
dikenaldengannovelnya “The Woman In White”.
Menurut Eliot, novel “The Moonstone”
karanganWilkie Collins merupakan novel detektifpertama, terpanjang, danterbaik
di era tersebut. Karenamenurutnya, Collins adalahpelopor novel
bergenredetektifpertama, bukan Poe. Edgar Allan Poe
hanyapenciptatokohdetektifpertama di literasi yang munculdariceritapendek. SedangkanWilkie
Collins dianggapsebagaipencetus genre detektifpertamaberbentuk novel. “The Moonstone” terdiridaribeberapaelemen
yang menjadiacuanpenuliscerita detektif di abad ke-20.
Meskipun “The Moonstone” dianggap sebagai novel
detektif pertama, namun ada beberapa novel lain yang layak untuk diberi
penghormatan sebagai novel detektif era awal. Seperti “Notting Hill Mystery” (1862–63), yang ditulisoleh Charles Felix,
namapenadaripengacarasekaliguspenulis Charles Warren Adams. Novel
inimenceritakantentangpenyelidikanseorangpenyelidikasuransi Ralph Henderson
yang tengah mengumpulkandokumenuntukmenangkap Baron “R___”, yang
didugatelahmembunuhistrinya. Duakritikusliteratur Chris Willis dan Kate Watson
menyebutkanbahwa novel “The Trail of the
Serpent” (1861) Mary Elizabeth Braddonjugabisadianggap novel british detectivepertama,
yang menceritakan Mr. Peter, seorangdetektifbisu.
NamaBraddonlebihdikenallagimelaluikaryanyaberjudul “Aurora Floyd” (1863), yang menampilkandetektif Scotland Yard
bernama Joseph Grimstone.
BAB
III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Cerita detektif
merupakan jenis prosa yang menceritakan atau mengisahkan perjuangan seseorang
dalam berusaha memecahkan kasus untuk menemukan suatu kebenaran.
Genre cerita detektif (detective
story) atau fiksi detektif (detective
fiction) merupakan sub genre dari fiksi kriminal (crime to fiction) dan fiksi misteri (mystery fiction) yang menceritakan sorang tokoh protagonis (man hero) yang melibatkan diri dalam
sebuah penyelidikan kasus kejahatan terutama kasus pembunuhan.
Salah satu contoh novel Cerita Detektif yaitu “Misteri Dian
Yang Padam” karya S. Mara Gd. yang diterbitkan pada tahun 1968.
Teguh Esha,
salah seorang sastrawan sekaligus seorang jurnalis Indonesia menulis kisah
tentang tokoh Ali Topan di cerbung “Ali Topan Anak Jalanan” pada 1972 (novelnya
tahun 1977). Namun pada tahun 1978 ia meluncurkan novel berjudul “Ali Topan
Detektif Partikelir”. Dan mulai saat itulah mulai muncul cerita-cerita detektif
lainnya.
3.2.Saran
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan masih
terdapat kekurangan yang disebabkan oleh keterbatasan kemampuan yang kami
miliki, meskipun kami telah mengupayakan semaksimal mungkin. Oleh karena itu,
dengan segala kerendahan hati sangat mengharapkan saran dan kritikan yang
positif oleh pembaca guna kesempurnaan makalah ini
DAFTAR
RUJUKAN
Wikipedia.
2015. ”Cerita Detektif” (Online). https://id.wikipedia.org/wiki/Cerita_detektif. Diakses tanggal 01 Oktober 2016.
Nurul Kapsema. 2014.
“Power Point Cerita Detektif Anak” (Online). http://www.slideshare.net/nurulkapasema2014/power-point-cerita-detektif-anak.
Diakses tanggal 01 Oktober 2016.
Addhy Ardhy. 2013. “Meresensi Novel” (Online). http://addhy-ardhy.blogspot.co.id/2013/07/meresensi-novel.html. Diakses tanggal
01 Oktober 2016.
M. Fadli. 2015.
“Asak Usul Genre Fiksi Detektif” (Online). https://detectivestoryid.wordpress.com/2015/03/30/asal_usul-genre-fiksi
detektif/.
Diakses tanggal 01 Oktober 2016.
Titis
Sari Putri. 2009. “Cerpen Detektif” (Online). http://cerpendetektif.blogspot.co.id/. Diakses tanggal 01 Oktober 2016.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar