Winie The Pooh

My Widget

Kamis, 27 Juli 2017

MAKALAH PROSA : CERITA DETEKTIF



MAKALAH PROSA
 CERITA DETEKTIF



Disusun Oleh : KELOMPOK 6
Yunita Rumbia (2015-35-009)
Suprianto Tomia (2015-35-037)
Ramiati Raman (2015-35-043)
Sahrun Siombiwi (2015-35-115)
Aisa Rumbati (2015-35-129)

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan
Universitas Pattimura Ambon
2016

KATA PENGANTAR
            Segala puji serta syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat-Nya kami kelompok 6 dapat menyelesaikan makalah tentang Cerita Detektif dalam mata kuliah Prosa. Kelompok 6 juga berterima kasih kepada Ibu  S.Pd., M.Pd. selaku Dosen mata kuliah Prosa yang telah memberikan tugas ini kepada kami.
            Makalah ini berusaha menyajikan tentang pengertian cerita detektif yang merupakan salah satu sub genre dari fiksi kriminal (cerita kriminal). Cerita detektif pun merupakan cerita yang berusaha membangun rasa penasaran pembaca.
Semoga makalah ini dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kekurangan didalamnya. Kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun demi perbaikan makalah ini kedepannya. Akhir kata kami ucapkan terima kasih.



Ambon, Oktober 2016

PENULIS


DAFTAR ISI
Halaman Judul ......................................................................................................................... i
Kata Pengantar ........................................................................................................................ ii
Daftar Isi ................................................................................................................................. iii
Bab I : Pendahuluan
1.1. Latar Belakang ................................................................................................................. 1
1.2. Rumusan Masalah ............................................................................................................ 1
1.3. Tujuan Penulisan ..................................................................................................... ......... 1
Bab II : Pembahasan
2.1. Pengertian Cerita Detektif................................................................................................ 2
2.2. Ciri-ciri Cerita Detektif..................................................................................................... 2
2.3. Contoh Cerita Detektif..................................................................................................... 2
2.4. Awal Kemunculan dalam Kesusastraan Indonesia .......................................................... 4
2.5. Cerita Detektif Mulai Booming......................................................................................... 4
2.6. Pengembangan Genre Detektif ........................................................................................ 5
Bab III : Penutup
3.1. Saran ................................................................................................................................. 8
3.2. Kesimpulan ....................................................................................................................... 8
Daftar Rujukan......................................................................................................................... 9

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Prosa merupakan  satu kajian studi sastra yang bahasanya disusun secara bebas, imajinatif, bersifat menguraikan dengan panjang suatu cerita. Istilah prosa dalam pengertian kesustraan disebut fiksi. Istilah fiksi dalam pengertian ini berarti cerita rekaan. Salah satu jenis prosa ialah cerita detektif.
Cerita detektif merupakan jenis prosa yang menceritakan atau mengisahkan perjuangan seseorang dalam berusaha memecahkan kasus untuk menemukan suatu kebenaran. Cerita detektif juga merupakan genre lain dari cerita misteri.

1.2.Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka yang menjadi rumusan masalah ialah sebagai berikut :
1)      Apa pengertian Cerita Detektif?
2)      Apa saja ciri-ciri Cerita Detektif?
3)      Contoh-contoh Cerita Detektif?
4)      Bagaimana awal kemunculan Cerita Detektif dalam kesusastraan Indonesia?
5)      Kapan Cerita Detektif mulai booming?
6)      Bagaimana pengembangan genre detektif?

1.3.Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini antara lain sebagai berikut :
1)      Menjelaskan tentang pengertian Cerita Detektif.
2)      Memberikan ciri-ciri tentang Cerita Detektif.
3)      Memberikan contoh-contoh Cerita Detektif.
4)      Menjelaskan tentang awal kemunculan Cerita Detektif dalam kesusastraan Indonesia.
5)      Menjelaskan kapan Cerita Detektif mulai booming.
6)      Serta memberikan penjelasan mengenai pengembangan genre detektif.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1.Pengertian Cerita Detektif
Detektif berasal dari bahasa Inggris Detective yang awalnya  dari kata kerja detect yang ditambah dengan sufiks ive. Dalam kamus detectberarti discover, to find out the true atau dalam bahasa Indonesia berarti mendeteksi, menemukan sebuah eksistensi atau kebenaran . Ketika digabungkan dengan ive sebagai sufiks of adjective (and nouns of adjective origin) yang mengekspresikan sebuah kecenderungan atau fungsi makna kata tersebut menjadi sebuah kata baru, yang menunjuk kepada sebuah kata benda dalam hal ini yaitu seorang manusia. Jadi Detektif merupakan orang yang melakukan suatu aktifitas yang bertujuan untuk mendeteksi sesuatu.Kata detektif mulai muncul di era 1930-1940.
Genre cerita detektif (detective story)atau fiksi detektif (detective fiction) merupakan sub genre dari fiksi kriminal (crime to fiction) dan fiksi misteri (mystery fiction) yang menceritakan sorang tokoh protagonis (man hero) yang melibatkan diri dalam sebuah penyelidikan kasus kejahatan terutama kasus pembunuhan.

2.2.Ciri-ciri Cerita Detektif
Cerita detektif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1.      Bercerita tentang sebuah pencarian.
2.      Beralur campuran bisa maju, mundur, dan maju atau mundur,dan
3.      Berusaha membangun rasa penasaran pembaca.

2.3.Contoh Cerita Detektif
Beberapa contoh cerita detektif :
1.      Teka-Teki Sticky Note.
2.      Hilangnya Buku Tasya.
3.      Menangkap Pencuri Jamur.
4.      Misteri di Belakang Sekolah.
5.      The Three Apples.
6.      Terjebak di Sarang pocong.
7.      Misteri Dian yang Padam. 

Berikut adalah salah satu contoh sinopsis novel Cerita Detektif yaitu “Misteri Dian Yang Padam” karya S. Mara Gd. yang diterbitkan pada tahun 1968.

MISTERI DIAN YANG PADAM
Karya : S. Mara Gd.
          DIAN AMBARWATI, gadis asal Ngawi yang berusia dua puluh tahun, datang ke Surabaya untuk memulai lembaran baru dalam hidupnya. Dua bulan setelah kepindahannya, ia ditemukan mati di bawah tanaman kol banda di suatu tempat yang sepi oleh seorang gelandangan. Siapakah yang menyudahi hidupnya? Bekas pacarnya yang di Ngawi, yang ditinggalkannya setelah ramai bertengkar selama dua hari? Ataukah kekasihnya yang baru, yang berusia sepuluh tahun lebih tua dan sudah bertunangan dengan gadis lain? Mungkinkah juga ia dibunuh oleh tunangan kekasihnya yang pernah bersumpah akan mematahkan batang lehernya? Kapten Polisi Kosasih dan sahabatnya Gozali dibuat bingung karena satu per satu orang yang mereka curigai ternyata mempunyai alibi yang kuat. Siapakah yang menghendaki kematian Dian Ambarwati? Benarkah kematiannya hanyalah kasus penodongan biasa? Benarkah Dian Ambarwati adalah gadis yang polos dan suci seperti yang disangka semua orang, ataukah dia mempunyai latar belakang yang lebih rumit daripada yang diduga?
Buku bekas karya S.Mara Gd dalam sebuah pembunuhan sadis terhadap  gadis berusia dua puluh tahun yang hendak mengawali hidup baru di Surabaya.Seperti biasa Kapten Kosasih dan Gozali dihadapkan pada setumpuk alibi orang-orang dekat si gadis yang tampaknya baik-baik saja.Namun mungkin saja petunjuk akan didapat dari masa lalu si gadis sendiri.Siapakah ia sebenarnya?
Dian Ambarwati,gadis asal Ngawi yang berusia dua puluh tahun,datang ke Surabaya untuk memulai lembaran baru dalam hidupnya.Dua bulan setelah kepindahannya,ia di temukan mati di bawah tanaman Kolbanda di suatu tempat yang sepi oleh seorang gelandangan.Siapakah yang menyudahi hidupnya?Bekas pacarnyakah yang di Ngawi,yang ditinggalkannya setelah ramai bertengkar selama dua hari?Ataukah kekasihnya yang baru,yang berusia sepuluh tahun lebih tua dan sudah bertunangan dengan gadis lain?
Mungkinkah juga ia dibunuh oleh tunangan kekasihnya yang pernah bersumpah akan mematahkan batang lehernya?
Kapten Polisi Kosasi dan sahabatnya Gozali dibuat bingung karena satu per satu orang yang mereka curigai,ternyata mempunyai alibi yang kuat.
Siapakah yang menghendaki kematian Dian Ambarwati?Benarkah kematiannya hanyalah kasus penodongan biasa?
Benarkah Dian Ambarwati adalah seorang gadis yang polos dan suci seperti yang disangka semua orang ataukah dia mempunyai latar belakang yang lebih rumit daripada yang diduga?

2.4. Awal Kemunculan Dalam Kesusastraan Indonesia
Belum banyak yang begitu tahu apakah Indonesia mempunyai kisah tokoh detektif seperti halnya detektif asal Eropa dan Amerika.
Teguh Esha, salah seorang sastrawansekaligusseorangjurnalis Indonesia menuliskisahtentangtokoh Ali Topan di cerbung “Ali TopanAnakJalanan” pada 1972 (novelnyatahun 1977). Namunpadatahun 1978iameluncurkan novel berjudul “Ali Topan Detektif Partikelir”. Kisahnya pun sedikitberubahdengan yang pertama yang lebih terkesan romansa.
S Mara Gd, seorang penulis wanita asal Surabaya yang menulis kisah misteri pembunuhan yang diselidiki oleh Gozali dan sahabat baiknya, Kapten Kosasih melalui novel perdananya “Misteri Dian Yang Padam” (1985). S Mara Gdsendirisempatdisebutsebagai “Agatha Christie”-nya Indonesia. Selainitu, ArswendoAtmowiloto, seorangpenulisdanwartawan Indonesia menuliskisahdetektifcilik, seorangkeponakandarianggotakepolisianbernamaImung di tahun 1987. Ada beberapa novel Indonesia lainnya yang jugamengandungunsur kisah detektif di dalamnya.

2.5. Cerita Detektif Mulai Booming
Ceria Detektif mulai booming di Indonesia, ketika seorang sastrawan yang bernama Teguh Esha meluncurkan novel yang berjudul “Ali Topan Detektif Partikelir” pada tahun 1978. Sejak saat itu mulai muncul cerita-cerita detektif lainnya.
Dalam riwayat Tiongkok kuno, “Gong’an Fiction” (kasus fiksi kriminal) dikenal sebagai salah satu kisah kriminal Tiongkok yang banyak dimainkan di pertunjukkan opera Peking. Beberapa yang cukup terkenal adalah “Circle of Chalk”, ”Bao Gong An Story Collection”, serta “Di Gong An Story Collection” yang muncul di abad 18. Kisah yang banyak dipertontonkan dalam acara opera ini mencoba mengangkatkisahparapenegakhukumseperti Hakim Bao (Bao Qing Tian) dan Hakim Dee (Di Renie). Keduanamainiseringdiangkatkembalike serial TV ataukelayarlebar. Bahkanuntukkisah Hakim Dee, seorangahlisastraCinaasalBelanda, Robert Van Gulikmengangkatkembalikisah Dee menjadisebuah serial yang dikenalsebagai Detective Dee. Menurut Van Gulik, iamemilihkisah Dee untukditerjemahkankarenakisahnyalebihmudahditerimaolehmasyarakatduniabaratdalamrangkameraihpembaca global. Yang sangatdisayangkan beberapa naskah opera “Gong’an Fiction” hilang dan hancur. Hanya beberapa yang bisa diselamatkan.
Di dunia barat, beberapa elemen cerita detektif juga ditemukan di beberapa kisah kuno. Contohnya pada novel filosofi berjudul “Zadig, ou la Destinée” (“Zadig, or The Book of Fate”) yang ditulis oleh Voiltare (1747). Novel ini bercerita tentang seorang pemuda tampan dan baik hati asal Babylonia yang akhirnya mengabadikan dirinya pada ilmu pengetahuan setelah gagal beberapa kali dalam urusan wanita. Zadigmemperkenalkanapa yang namanyasebuahanalisis. Selainkisahtersebut, elemenceritadetektif bisa ditemui pada “Things as They Are; The Adventures of Caleb Williams” karangan William Godwin (1794). Kisah ini menunjukkan bagaimana pengungkapan kasus pembunuhan yang ternyataberakibat sang tokohdikejar-kejar orang-orang berkuasa. Beberapakritikussastramemasukkankisahinikeberbagai genre. Ada yang memasukkan novel memilikiunsur gothic, adalagi yang berkatabahwa novel iniadalah novel psikologikalpertama, sertaada yang menganggap novel inimengandungpotongan elemen dari kisah detektif.
Tiga novel klasik lainnya, seperti kisah asal Denmark “The Rector of Veilbye” oleh Steen Steensen Blicher (1829) dan novel kriminal asal Norwegia ’Mordet på Maskinbygger Rolfsen” (“The Murder of Engine Maker Rolfsen”) oleh Maurits Hansen (1839) yang dianggap sebagai novel fiksi kriminal pertama. Selain itu, kumpulan kisah pendek “Das Fräulein von Scuderi” oleh E. T. A. Hoffmann (1819), yang mengisahkan tentang Mademoiselle de Scuderi (dianggapsebagai Miss Marpleabad 18) yang berhasilmengungkapkankasussertamembebaskan orang tak bersalah karena dituduh membunuh.

2.6. Pengembangan Genre Detektif
Kisah-kisah diatas yang akhirnya kemudian memberikan pengaruh langsung kepada penulis asal Amerika, Edgar Allan Poe, termasuk kisah pendek “The Secret Cell” oleh Williams Evans Burton (1837), Kisah “The Secret Cell” menceritakanseorangpolisi London mengungkapkasuspenculikanseoranggadis. Di era tersebut Poe sendirimerupakan editor danpegawaidari William Evans Burton di Gentleman Magazine. Cirikhasfirst person narator yang dilakukanoleh Burton dalamtokohnya L, jugaditerapkanoleh Poe melaluikisah “The Murder in The Rue Morgue” padatahun 1941. Kisahinilah yang akhirnyadianggapsebagai pengembangan dari genre fiksi detektif (detective fiction) pertama yang ditulisdalambahasaInggrisdandisebarkansecara global. Kisah “The Murder in The Rue Morgue” memperkenalkan tokoh detektif pertama dalam dunia literasi, sang jenius dan esentrik berkebangsaan Perancis, C. Auguste Dupin. Tidak hanya itu, kisah ini juga dianggap sebagai kisahpembunuhanruangtertutuppertama (locked room mystery) yang pernahada. Dalamkisahini, Dupindigambarkansebagaiseorangamateur detective analisiscemerlang yang Poe beri nama rasioniasi. Kemampuantersebutjugakembaliterlihat di kisahDupinberikutnya, yaitu “The Mystery of Marie Rogêt” (1843) dan “The Purloined Letter” (1845).
Kemunculan kisah ini mengilhami beberapa cerita detektif selanjutnya, termasuk dengan gaya “narasi seorang asisten atau sahabat sang detektif”. Karya Poe ini menggambarkan alurdarisebuahceritadetektif, dimanakitaparapembacamengikutialurpenyelidikan sang tokohprotagonismulaidariawalsampaiakhirterpecahnyakasus, membuatpenguraiankasussecarapraktisdibandinghanya bertutur hal emosional semata.
Salah satu contoh awal kisah detektif awal lainnya adalah sebuah subplot dari novel “Bleak House” (1853) yang ditulis oleh Charles Dickens. Kisah ini menceritakan penyelidikan Inspectur Bucket yang menyelidiki kematian pengacara Tulkinghorn yang dibunuh pada malam hari di kantornya.
Di tahun 1868, Émile Gaboriau menjadi salah satu pioneer penulis genre detektif di Perancis dengan menciptakan tokohnya Monsieur Lecoq, seorang detektif polisi yang mahir melakukan penyamaran. Dalam kisahnya, tokoh ini juga menjadi salah satucontohawaluntukseorangdetektif yang memeriksasecaratelititempatkejadian perkara dalam mencari petunjuk.
Wilkie Collins, salah satu anak didik Charles Dicken sering dianggap sebagai “grandfather of English detective fiction” melalui novelnya yang berjudul “The Moonstone” (1868) denganduatokoh di dalamnya; Sersan Richard Cuff, detektifpolisidari Scotland Yard serta Franklin Blake, seorangdetektifamatir yang dianggapsalahsatucontohgentleman detective era awal. Predikattersebutdiungkapkanoleh T.S. Eliot, penulis novel misteripertama yang dikenaldengannovelnya “The Woman In White”. Menurut Eliot, novel “The Moonstone” karanganWilkie Collins merupakan novel detektifpertama, terpanjang, danterbaik di era tersebut. Karenamenurutnya, Collins adalahpelopor novel bergenredetektifpertama, bukan Poe. Edgar Allan Poe hanyapenciptatokohdetektifpertama di literasi yang munculdariceritapendek. SedangkanWilkie Collins dianggapsebagaipencetus genre detektifpertamaberbentuk novel. “The Moonstone” terdiridaribeberapaelemen yang menjadiacuanpenuliscerita detektif di abad ke-20.
Meskipun “The Moonstone” dianggap sebagai novel detektif pertama, namun ada beberapa novel lain yang layak untuk diberi penghormatan sebagai novel detektif era awal. Seperti “Notting Hill Mystery” (1862–63), yang ditulisoleh Charles Felix, namapenadaripengacarasekaliguspenulis Charles Warren Adams. Novel inimenceritakantentangpenyelidikanseorangpenyelidikasuransi Ralph Henderson yang tengah mengumpulkandokumenuntukmenangkap Baron “R___”, yang didugatelahmembunuhistrinya. Duakritikusliteratur Chris Willis dan Kate Watson menyebutkanbahwa novel “The Trail of the Serpent” (1861) Mary Elizabeth Braddonjugabisadianggap novel british detectivepertama, yang menceritakan Mr. Peter, seorangdetektifbisu. NamaBraddonlebihdikenallagimelaluikaryanyaberjudul “Aurora Floyd” (1863), yang menampilkandetektif Scotland Yard bernama Joseph Grimstone.

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Cerita detektif merupakan jenis prosa yang menceritakan atau mengisahkan perjuangan seseorang dalam berusaha memecahkan kasus untuk menemukan suatu kebenaran.
Genre cerita detektif (detective story) atau fiksi detektif (detective fiction) merupakan sub genre dari fiksi kriminal (crime to fiction) dan fiksi misteri (mystery fiction) yang menceritakan sorang tokoh protagonis (man hero) yang melibatkan diri dalam sebuah penyelidikan kasus kejahatan terutama kasus pembunuhan.
Salah satu contoh novel Cerita Detektif yaitu “Misteri Dian Yang Padam” karya S. Mara Gd. yang diterbitkan pada tahun 1968.
Teguh Esha, salah seorang sastrawan sekaligus seorang jurnalis Indonesia menulis kisah tentang tokoh Ali Topan di cerbung “Ali Topan Anak Jalanan” pada 1972 (novelnya tahun 1977). Namun pada tahun 1978 ia meluncurkan novel berjudul “Ali Topan Detektif Partikelir”. Dan mulai saat itulah mulai muncul cerita-cerita detektif lainnya.

3.2.Saran
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan masih terdapat kekurangan yang disebabkan oleh keterbatasan kemampuan yang kami miliki, meskipun kami telah mengupayakan semaksimal mungkin. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati sangat mengharapkan saran dan kritikan yang positif oleh pembaca guna kesempurnaan makalah ini


DAFTAR RUJUKAN

Wikipedia. 2015. ”Cerita Detektif” (Online). https://id.wikipedia.org/wiki/Cerita_detektif. Diakses tanggal 01 Oktober 2016.

Nurul Kapsema. 2014. “Power Point Cerita Detektif Anak” (Online). http://www.slideshare.net/nurulkapasema2014/power-point-cerita-detektif-anak. Diakses tanggal 01 Oktober 2016.
Addhy Ardhy. 2013. “Meresensi Novel” (Online). http://addhy-ardhy.blogspot.co.id/2013/07/meresensi-novel.html. Diakses tanggal 01 Oktober 2016.
M. Fadli. 2015. “Asak Usul Genre Fiksi Detektif” (Online). https://detectivestoryid.wordpress.com/2015/03/30/asal_usul-genre-fiksi detektif/. Diakses tanggal 01 Oktober 2016.
Titis Sari Putri. 2009. “Cerpen Detektif” (Online). http://cerpendetektif.blogspot.co.id/. Diakses tanggal 01 Oktober 2016.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar