Winie The Pooh

My Widget

Kamis, 27 Juli 2017

MAKALAH PSIKOLINGUISTIK



MAKALAH PSIKOLINGUISTIK
Diajukan untuk memenuhi salahsatu tugas mata kuliah Psikolinguistik

Disusun Oleh :
KELOMPOK 1
Ramiati Raman (2015-35-043)
Cindy C. Saiya (2015-35-013)
Yunita Rumbia (2015-35-009)
Ketrien O. Pattiwael (2015-35-115)  
Novita Sari Dewi Uyara (2015-35-025)
Berty Sapya (2015-35-095)

KELAS : A

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan
Universitas Pattimura Ambon
2017

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah Psikolinguistik ini dengan baik meskipun banyak kekurangan di dalamnya. Kami juga mengucapkan terimakasih padaDosen mata kuliah Psikolinguistik yang telah memberikan tugas ini kepada kami kelompok 1.
Makalah ini ditulis dari hasil penyusunan data-data yang diperoleh dari buku panduan  serta informasi dari media massa yang berhubungan dengan judul makalah. Makalah ini berisi tentang pengkajian John Dewey yang merupakan pakar Psikologi kebangsaan Amerika, ia mengkaji mengenai Linguistik dalam Psikologi tentang penafsiran analisis linguistik bahasa anak-anak.
Kami mengharapkan, melalui membaca makalah ini dapat memberi manfaat bagi pembaca dalam hal ini dapat menambah wawasan. Memang makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, maka kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan menuju arah yang lebih baik.


Ambon, April 2017  
   KELOMPOK 1

DAFTAR ISI
Halaman Judul ...................................................................................................................... i
Kata Pengantar ..................................................................................................................... ii
Daftar Isi ............................................................................................................................... iii
Bab I : Pendahuluan
1.1. Latar Belakang ................................................................................................... 1
1.2. Rumusan Masalah .............................................................................................. 1
1.3.Tujuan Penulisan ................................................................................................. 1

Bab II : Pembahasan
2.1. Profil Singkat John Dewey ................................................................................ 2
2.2. Linguistik Dalam Psikologi ................................................................................ 3
2.3. Prinsip-prinsip Psikologi ..................................................................................... 3

Bab III : Penutup
3.1. Kesimpulan .................................................................................................................... 6
Daftar Pustaka ...................................................................................................................... 7   

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Pada awal perkembangannya, psikolinguistik bermula dari adanya pakar linguistik yang berminat pada psikologi, dan adanya pakar psikologi yang berkecimpung dalam linguistik. Dilanjutkan dengan adanya kerja sama antar pakar linguistik dan pakar psikologi, dan kemudian muncullah pakar-pakar psikologi sebagai disiplin mandiri.
Dalam sejarah perkembangan psikologi ada sejumlah pakar psikologi yang menaruh perhatian pada linguistik. Di antara mereka yang patut diketengahkan adalah John Dewey, Karl Buchler, Wundt, Watson, dan Weiss.
John Dewey merupakan salah satu pakar psikologi kebangsaan Amerika dan merupakan seorang empirisme murni. Banyak hal yang telah dikaji oleh John Dewey, contohnya saja seperti filsafat, pola pendidikan partisipatif, dan penafsiran analisis linguistik bahasa kanak-kanak.  

1.2. Rumusan Masalah
Dari utaian latar belakang di atas dapat kita rumuskan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1)      Bagaimanakah profil mengenai John Dewey?
2)      Seperti apakah penafsiran analisis linguistik bahasa kanak-kanak menurut John Dewey?

1.3. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengerjakan tugas mata kuliah Psikolinguistik, mengenai penafsiran analisis linguistik bahasa kanak-kanak menurut John Dewey.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Profil Singkat John Dewey
John Dewey (20 Oktober 1859 - 1 Juni 1952) adalah seorang filsuf Amerika, psikolog, dan pembaharu pendidikan yang sangat berpengaruh di Amerika Serikat dan di seluruh dunia. Ia diakui sebagai salah satu pencetus sekolah filsafat Pragmatisme (bersama dengan Charles Sanders Peirce dan William James), pelopor dalam psikologi fungsional, dan seorang pengembang gerakan pendidikan progresif di Amerika Serikat selama paruh pertama abad 20. Dewey lahir di Vermont berasal dari keluarga sederhana. Ia tercatat sebgai profesor filsafat di Columbia University, New York Dari tahun 1904.
Seperti dapat dilihat dalam bukunya Demokrasi dan Pendidikan, Dewey mensintesis, mengkritik, dan memperluas dengan filsafat pendidikan demokratis atau proto-demokratis Rousseau dan Plato. Dia melihat Rousseau sebagai overemphasizing masyarakat di mana individu berada. Dewey membuktikan dalam bukunya bahwa pengalaman belajar seseorang akan berpengaruh dalam penjelajahan dan introduksi ide-ide baru yang revolusioner.
Pendidikan bukan hanya proses pemberian pengetahuan yang bersifat statis. Keterampilan dan pengetahuan siswa dari proses belajar harus diintegrasikan sepenuhnya ke dalam kehidupan mereka dalam bermasyarakat dan dalam dunia nyata. Di Sekolah Laboratorium yang ia dirikan di University of Chicago, anak-anak belajar banyak belajar kimia, fisika, dan biologi dengan menyelidiki alam secara langsung, bersifat praktis, dimulai dari hal yang kecil,dan dilakukan sambil bekerja. Filsafat Dewey yang terkenal adalah “Learning by doing”.
Ide John Dewey mengenai system pendidikan walaupun cukup populer namun tidak pernah secara luas dipakai dalam praktek pendidikan di Sekolah-sekolah Amerika. Pendidikan Progresif tidak banyak digunakan selama Perang Dingin, ketika perhatian dalam pendidikan menciptakan dan mempertahankan ilmu dan teknologi untuk kepentingan militer. Pasca Perang Dingin, pendidikan progresif muncul kembali dalam di banyak sekolah dan lingkaran teori pendidikan. Dalam perkembangan revolusi cara-cara belajar filsafat Dewey mengenai belajar kini telah dipakai secara luas di seluruh dunia yang mengilhami munculnya pendekatan kontekstual (CTL ) dalam proses pembelajaran.
2.2. Linguistik dalam Psikologi
Terdapat beberapa pakar psikologi yang menaruh perhatian pada linguistik dalam sejarah perkembangan psikologi, salahsatunya yang patut diperhitungkan yaitu John Dewey. John Dewey merupakan pakar psikologi kebangsaan Amerika, seorang empirisme murni.
John Dewey telah mengkaji bahasa dan perkembangannya dengan cara menafsirkan analisis linguistik bahasa kanak-kanak berdasarkan prinsip-prinsip psikologi. Umpamanya, beliau menyarankan agar penggolongan psikologi akan kata-kata yang diucapkan kanak-kanak dilakukan berdasarkan makna seperti yang dipahami kanak-kanak, ini bukan seperti yang dipahami orang dewasa dengan bentuk-bentuk tata bahasa orang dewasa.
Dengan cara ini, maka berdasarkan prinsip-prinsip psikologi akan dapat ditentukan hubungan antara kata-kata berkelas adverbial dan preposisi di satu pihak dengan kata-kata berkelas nomina dan ajektiva di pihak lain.
Jadi, dengan pengkajian kelas kata berdasarkan pemahaman kanak-kanak kita akan dapat menentukan kecenderungan akal (mental) kanak-kanak yang dihubungkan dengan perbedaan-perbedaan linguistik. Pengkajian seperti ini, menurut Dewey, akan memberi bantuan yang besar kepada psikologi bahasa pada umumnya.

2.3. Prinsip-prinsip Psikologi
Prinsip-prinsip psikologi antara lain sebagai berikut :
1.      Perkembangan Merupakan Proses yang Tidak Pernah Berhenti (never ending proces) 
Manusia secara terus menerus berkembang atau berubah yang dipengaruhi oleh pengalaman atau belajar sepanjang hidupnya. Perkembangan berlangsung terus menerus sejak masa konsepsi sampai mencapai kematangan atau masa tua.

2.      Semua Aspek Perkembangan Saling Mempengaruhi
Setiap aspek perkembangan individi, baik fisik, emosi, intelgensi maupun sosial, satu sama lainnya saling mempengaruhi. Terdapat hubungan atau korelasi yang positif di antara aspek tersebut. Apabila seorang anak dalam pertumbuhan fisiknya mengalami gangguan (sering sakit-sakitan), maka dia akan mengalami kemandegan dalam perkembangan aspek lainnya, seperti kecerdasannya kurang berkembang dan mengalami kelabilan emosional.
3.      Perkembangan itu Mengikuti Pola Arah Tertentu
Perkembangan terjadi secara teratur mengikuti pola atau arah tertentu. Setiap tahapan perkembangan merupakan hasil perkembangan dari tahap sebelumnya yang merupakan prasarat bagi perkembangan selanjutnya. Contohnya, untuk dapat berjalan seorang anak harus dapat berdiri terlebih dahulu dan berjalan merupakan prasyarat bagi perkembangan selanjutnya,yaitu berlari atau meloncat.

4.      Perkembangan Terjadi Pada Tempo yang Berlainan
Perkembangan fisik dan mental mencapai kematangannya yang terjadi pada waktu dan tempo yang berbeda (ada yang cepat ada yang lambat). umpamanya [a] otak mencapai bentuk ukurannya yang sempurna pada umur 6-8 tahun; [b] tangan, kaki, dan hidung mencapai perkembangan yang maksimum pada masa remaja; dan [c] imajinasi kreatif berkembang dangan cepat pada masa kanak-kanak dan mencapai puncaknya masa remaja.  

5.      Setiap Fase Perkembangan Mempunyai Ciri Khas
Prinsip ini dapat dijelaskan dengan contoh sebagai berikut: [a] sampai usia dua tahun anak memusatkan untuk mengenal lingkungannya, menguasai gerak-gerik fisik dan belajar berbicara, [b] pada usia tiga sampai enam tahun, perkembangan dipusatkan untuk menjadi manusia sosial (belajar bergaul dengan orang lain).

6.      Setiap Individu yang Normal Akan Mengalami Tahapan/Fase Perkembangan
Prinsip ini berarti bahwa dalam menjalani hidupnya yang normal dan berusia panjang individu akan mengalami fase-fase perkembangan: bayi, kanak-kanak, remaja, dewasa dan masa tua.

2.4. Hasil Diskusi Kelompok
Berdasarkan prinsip-prinsip psikologi, hasil diskusi kelompok kami adalah sebagai berikut :
a)      Linguistik kanak-kanak akan terus berkembang atau barubah, dipengaruhi oleh pengalaman atau pembelajaran sepanjang hidupnya. Maka dari itu John Dewey menyarankan agar penggolongan psikologi akan kata-kata yang diucapkan kanak-kanak dilakukan berdasarkan makna seperti yang dipahami kanak-kanak.
b)      Linguistik kanak-kanak merupakan dasar untuk mencapai linguistik orang dewasa, sehingga John Dewey berpendapat bahwa penafsirkan analisis linguistik bahasa kanak-kanak berdasarkan prinsip-prinsip psikologi.
c)      Contohnya seperti prinsip psikologi yang ke-6 bahwa “Setiap Individu yang Normal Akan Mengalami Tahapan/Fase Perkembangan”. Dan tahapan/fase awal linguistik yang menjadi fondasi dari pembelajaran linguistik adalah linguistik yang digunakan pada masa kanak-kanak.


BAB III 
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
John Dewey (20 Oktober 1859 - 1 Juni 1952) adalah seorang filsuf Amerika, psikolog, dan pembaharu pendidikan yang sangat berpengaruh di Amerika Serikat dan di seluruh dunia. Ia diakui sebagai salah satu pencetus sekolah filsafat Pragmatisme (bersama dengan Charles Sanders Peirce dan William James), pelopor dalam psikologi fungsional, dan seorang pengembang gerakan pendidikan progresif di Amerika Serikat selama paruh pertama abad 20. Dewey lahir di Vermont berasal dari keluarga sederhana. Ia tercatat sebgai profesor filsafat di Columbia University, New York Dari tahun 1904.
John Dewey telah mengkaji bahasa dan perkembangannya dengan cara menafsirkan analisis linguistik bahasa kanak-kanak berdasarkan prinsip-prinsip psikologi. Umpamanya, beliau menyarankan agar penggolongan psikologi akan kata-kata yang diucapkan kanak-kanak dilakukan berdasarkan makna seperti yang dipahami kanak-kanak, ini bukan seperti yang dipahami orang dewasa dengan bentuk-bentuk tata bahasa orang dewasa.
Dengan cara ini, maka berdasarkan prinsip-prinsip psikologi akan dapat ditentukan hubungan antara kata-kata berkelas adverbial dan preposisi di satu pihak dengan kata-kata berkelas nomina dan ajektiva di pihak lain.
Jadi, dengan pengkajian kelas kata berdasarkan pemahaman kanak-kanak kita akan dapat menentukan kecenderungan akal (mental) kanak-kanak yang dihubungkan dengan perbedaan-perbedaan linguistik. Pengkajian seperti ini, menurut Dewey, akan memberi bantuan yang besar kepada psikologi bahasa pada umumnya.
Prinsip-prinsip psikologi antara lain sebagai berikut :
a)      Perkembangan Merupakan Proses yang Tidak Pernah Berhenti (never ending proces) 
b)     Semua Aspek Perkembangan Saling Mempengaruhi
c)      Perkembangan itu Mengikuti Pola Arah Tertentu
d)     Perkembangan Terjadi Pada Tempo yang Berlainan
e)      Setiap Fase Perkembangan Mempunyai Ciri Khas
f)       Setiap Individu yang Normal Akan Mengalami Tahapan/Fase Perkembangan

DAFTAR PUSTAKA
Chaer, Abdul. 2009. Psikolinguistik Kajian Teoritik. Jakarta : Rineka Cipta.

Darjowijoyo, Soejono. 2012. Psikolinguistik Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia. Jakarta :
Yayasan Pustaka Obor Indonesia

Kasanah. 2012. Aliran-aliran dalam Psikologi (Online). https://khasanahpioneerscom.
wordpress.com/2012/09/05/aliran-aliran-dalam-psikologi/. Diakses tanggal 30 Maret
2017.

Siti Amaliyah. 2008. Teori John Dewey (Online). http://siti-amaliyah-uin-bi-2b.blogspot.co.id
/2008/04/teori-john-dewey.html. Diakses tanggal 30 Maret 2017.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar