MAKALAH PSIKOLINGUISTIK
Diajukan
untuk memenuhi salahsatu tugas mata kuliah Psikolinguistik
Disusun Oleh :
KELOMPOK 1
Ramiati Raman (2015-35-043)
Cindy C. Saiya (2015-35-013)
Yunita Rumbia (2015-35-009)
Ketrien O. Pattiwael (2015-35-115)
Novita Sari Dewi Uyara (2015-35-025)
Berty Sapya (2015-35-095)
KELAS : A
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan
Universitas Pattimura Ambon
2017
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah Psikolinguistik ini dengan
baik meskipun banyak kekurangan di
dalamnya.
Kami juga mengucapkan terimakasih
padaDosen mata kuliah Psikolinguistik
yang telah memberikan tugas ini kepada kami
kelompok 1.
Makalah ini ditulis dari hasil penyusunan data-data yang
diperoleh dari buku panduan serta
informasi dari media massa yang berhubungan dengan judul makalah. Makalah ini
berisi tentang pengkajian John Dewey yang merupakan pakar Psikologi kebangsaan Amerika,
ia mengkaji mengenai Linguistik dalam Psikologi tentang penafsiran analisis
linguistik bahasa anak-anak.
Kami mengharapkan, melalui membaca
makalah ini dapat memberi manfaat bagi pembaca dalam hal ini dapat menambah
wawasan. Memang makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, maka kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan menuju
arah yang lebih baik.
Ambon, April
2017
KELOMPOK 1
DAFTAR
ISI
Halaman
Judul ...................................................................................................................... i
Kata
Pengantar ..................................................................................................................... ii
Daftar
Isi ............................................................................................................................... iii
Bab
I : Pendahuluan
1.1.
Latar Belakang ................................................................................................... 1
1.2.
Rumusan Masalah .............................................................................................. 1
1.3.Tujuan
Penulisan ................................................................................................. 1
Bab
II : Pembahasan
2.1.
Profil Singkat John Dewey
................................................................................ 2
2.2. Linguistik Dalam Psikologi ................................................................................ 3
2.3. Prinsip-prinsip Psikologi ..................................................................................... 3
Bab
III : Penutup
3.1.
Kesimpulan .................................................................................................................... 6
Daftar
Pustaka ...................................................................................................................... 7
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Pada awal perkembangannya, psikolinguistik bermula
dari adanya pakar linguistik yang berminat pada psikologi, dan adanya pakar
psikologi yang berkecimpung dalam linguistik. Dilanjutkan dengan adanya kerja
sama antar pakar linguistik dan pakar psikologi, dan kemudian muncullah
pakar-pakar psikologi sebagai disiplin mandiri.
Dalam sejarah perkembangan psikologi ada sejumlah
pakar psikologi yang menaruh perhatian pada linguistik. Di antara mereka yang
patut diketengahkan adalah John Dewey, Karl Buchler, Wundt, Watson, dan Weiss.
John Dewey merupakan salah satu pakar psikologi
kebangsaan Amerika dan merupakan seorang empirisme murni. Banyak hal yang telah
dikaji oleh John Dewey, contohnya saja seperti filsafat, pola pendidikan
partisipatif, dan penafsiran analisis linguistik bahasa kanak-kanak.
1.2. Rumusan Masalah
Dari utaian latar belakang di atas dapat kita
rumuskan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1) Bagaimanakah
profil mengenai John Dewey?
2) Seperti
apakah penafsiran analisis linguistik bahasa kanak-kanak menurut John Dewey?
1.3. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk
mengerjakan tugas mata kuliah Psikolinguistik, mengenai penafsiran analisis
linguistik bahasa kanak-kanak menurut John Dewey.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1.
Profil Singkat John Dewey
John Dewey (20 Oktober 1859 - 1 Juni 1952) adalah
seorang filsuf Amerika, psikolog, dan pembaharu pendidikan yang sangat
berpengaruh di Amerika Serikat dan di seluruh dunia. Ia diakui sebagai salah
satu pencetus sekolah filsafat Pragmatisme (bersama dengan Charles Sanders
Peirce dan William James), pelopor dalam psikologi fungsional, dan seorang
pengembang gerakan pendidikan progresif di Amerika Serikat selama paruh pertama
abad 20. Dewey lahir di Vermont berasal dari keluarga sederhana. Ia tercatat
sebgai profesor filsafat di Columbia University, New York Dari tahun 1904.
Seperti dapat dilihat dalam bukunya Demokrasi dan
Pendidikan, Dewey mensintesis, mengkritik, dan memperluas dengan filsafat
pendidikan demokratis atau proto-demokratis Rousseau dan Plato. Dia melihat
Rousseau sebagai overemphasizing masyarakat di mana individu berada. Dewey
membuktikan dalam bukunya bahwa pengalaman belajar seseorang akan berpengaruh
dalam penjelajahan dan introduksi ide-ide baru yang revolusioner.
Pendidikan bukan hanya proses pemberian pengetahuan
yang bersifat statis. Keterampilan dan pengetahuan siswa dari proses belajar
harus diintegrasikan sepenuhnya ke dalam kehidupan mereka dalam bermasyarakat
dan dalam dunia nyata. Di Sekolah Laboratorium yang ia dirikan di University of
Chicago, anak-anak belajar banyak belajar kimia, fisika, dan biologi dengan
menyelidiki alam secara langsung, bersifat praktis, dimulai dari hal yang
kecil,dan dilakukan sambil bekerja. Filsafat Dewey yang terkenal adalah
“Learning by doing”.
Ide John Dewey mengenai system pendidikan walaupun
cukup populer namun tidak pernah secara luas dipakai dalam praktek pendidikan
di Sekolah-sekolah Amerika. Pendidikan Progresif tidak banyak digunakan selama
Perang Dingin, ketika perhatian dalam pendidikan menciptakan dan mempertahankan
ilmu dan teknologi untuk kepentingan militer. Pasca Perang Dingin, pendidikan
progresif muncul kembali dalam di banyak sekolah dan lingkaran teori
pendidikan. Dalam perkembangan revolusi cara-cara belajar filsafat Dewey
mengenai belajar kini telah dipakai secara luas di seluruh dunia yang
mengilhami munculnya pendekatan kontekstual (CTL ) dalam proses pembelajaran.
2.2.
Linguistik dalam Psikologi
Terdapat beberapa pakar psikologi yang menaruh
perhatian pada linguistik dalam sejarah perkembangan psikologi, salahsatunya
yang patut diperhitungkan yaitu John Dewey. John Dewey merupakan pakar
psikologi kebangsaan Amerika, seorang empirisme murni.
John Dewey telah mengkaji bahasa dan perkembangannya
dengan cara menafsirkan analisis linguistik bahasa kanak-kanak berdasarkan
prinsip-prinsip psikologi. Umpamanya, beliau menyarankan agar penggolongan
psikologi akan kata-kata yang diucapkan kanak-kanak dilakukan berdasarkan makna
seperti yang dipahami kanak-kanak, ini bukan seperti yang dipahami orang dewasa
dengan bentuk-bentuk tata bahasa orang dewasa.
Dengan cara ini, maka berdasarkan prinsip-prinsip
psikologi akan dapat ditentukan hubungan antara kata-kata berkelas adverbial
dan preposisi di satu pihak dengan kata-kata berkelas nomina dan ajektiva di
pihak lain.
Jadi, dengan pengkajian kelas kata berdasarkan
pemahaman kanak-kanak kita akan dapat menentukan kecenderungan akal (mental)
kanak-kanak yang dihubungkan dengan perbedaan-perbedaan linguistik. Pengkajian
seperti ini, menurut Dewey, akan memberi bantuan yang besar kepada psikologi
bahasa pada umumnya.
2.3. Prinsip-prinsip Psikologi
Prinsip-prinsip
psikologi antara lain sebagai berikut :
1.
Perkembangan
Merupakan Proses yang Tidak Pernah Berhenti (never ending proces)
Manusia secara terus menerus berkembang atau berubah
yang dipengaruhi oleh pengalaman atau belajar sepanjang hidupnya. Perkembangan
berlangsung terus menerus sejak masa konsepsi sampai mencapai kematangan atau
masa tua.
2.
Semua
Aspek Perkembangan Saling Mempengaruhi
Setiap aspek perkembangan individi, baik fisik,
emosi, intelgensi maupun sosial, satu sama lainnya saling mempengaruhi.
Terdapat hubungan atau korelasi yang positif di antara aspek tersebut. Apabila
seorang anak dalam pertumbuhan fisiknya mengalami gangguan (sering
sakit-sakitan), maka dia akan mengalami kemandegan dalam perkembangan aspek
lainnya, seperti kecerdasannya kurang berkembang dan mengalami kelabilan
emosional.
3.
Perkembangan
itu Mengikuti Pola Arah Tertentu
Perkembangan terjadi secara teratur mengikuti pola
atau arah tertentu. Setiap tahapan perkembangan merupakan hasil perkembangan
dari tahap sebelumnya yang merupakan prasarat bagi perkembangan selanjutnya.
Contohnya, untuk dapat berjalan seorang anak harus dapat berdiri terlebih
dahulu dan berjalan merupakan prasyarat bagi perkembangan selanjutnya,yaitu
berlari atau meloncat.
4.
Perkembangan
Terjadi Pada Tempo yang Berlainan
Perkembangan fisik dan mental mencapai kematangannya
yang terjadi pada waktu dan tempo yang berbeda (ada yang cepat ada yang
lambat). umpamanya [a] otak mencapai bentuk ukurannya yang sempurna pada umur
6-8 tahun; [b] tangan, kaki, dan hidung mencapai perkembangan yang maksimum
pada masa remaja; dan [c] imajinasi kreatif berkembang dangan cepat pada masa
kanak-kanak dan mencapai puncaknya masa remaja.
5.
Setiap
Fase Perkembangan Mempunyai Ciri Khas
Prinsip ini dapat dijelaskan dengan contoh sebagai
berikut: [a] sampai usia dua tahun anak memusatkan untuk mengenal
lingkungannya, menguasai gerak-gerik fisik dan belajar berbicara, [b] pada usia
tiga sampai enam tahun, perkembangan dipusatkan untuk menjadi manusia sosial
(belajar bergaul dengan orang lain).
6.
Setiap
Individu yang Normal Akan Mengalami Tahapan/Fase Perkembangan
Prinsip ini berarti bahwa dalam menjalani hidupnya
yang normal dan berusia panjang individu akan mengalami fase-fase perkembangan:
bayi, kanak-kanak, remaja, dewasa dan masa tua.
2.4. Hasil Diskusi Kelompok
Berdasarkan prinsip-prinsip psikologi, hasil diskusi
kelompok kami adalah sebagai berikut :
a) Linguistik
kanak-kanak akan terus berkembang atau barubah, dipengaruhi oleh pengalaman
atau pembelajaran sepanjang hidupnya. Maka dari itu John Dewey menyarankan agar
penggolongan psikologi akan kata-kata yang diucapkan kanak-kanak dilakukan
berdasarkan makna seperti yang dipahami kanak-kanak.
b) Linguistik
kanak-kanak merupakan dasar untuk mencapai linguistik orang dewasa, sehingga
John Dewey berpendapat bahwa penafsirkan analisis linguistik bahasa kanak-kanak
berdasarkan prinsip-prinsip psikologi.
c) Contohnya
seperti prinsip psikologi yang ke-6 bahwa “Setiap Individu yang Normal Akan
Mengalami Tahapan/Fase Perkembangan”. Dan tahapan/fase awal linguistik yang
menjadi fondasi dari pembelajaran linguistik adalah linguistik yang digunakan
pada masa kanak-kanak.
BAB
III
PENUTUP
3.1.
Kesimpulan
John Dewey (20 Oktober 1859 - 1 Juni 1952) adalah
seorang filsuf Amerika, psikolog, dan pembaharu pendidikan yang sangat
berpengaruh di Amerika Serikat dan di seluruh dunia. Ia diakui sebagai salah
satu pencetus sekolah filsafat Pragmatisme (bersama dengan Charles Sanders
Peirce dan William James), pelopor dalam psikologi fungsional, dan seorang
pengembang gerakan pendidikan progresif di Amerika Serikat selama paruh pertama
abad 20. Dewey lahir di Vermont berasal dari keluarga sederhana. Ia tercatat
sebgai profesor filsafat di Columbia University, New York Dari tahun 1904.
John Dewey telah mengkaji bahasa dan perkembangannya
dengan cara menafsirkan analisis linguistik bahasa kanak-kanak berdasarkan
prinsip-prinsip psikologi. Umpamanya, beliau menyarankan agar penggolongan
psikologi akan kata-kata yang diucapkan kanak-kanak dilakukan berdasarkan makna
seperti yang dipahami kanak-kanak, ini bukan seperti yang dipahami orang dewasa
dengan bentuk-bentuk tata bahasa orang dewasa.
Dengan cara ini, maka berdasarkan prinsip-prinsip
psikologi akan dapat ditentukan hubungan antara kata-kata berkelas adverbial
dan preposisi di satu pihak dengan kata-kata berkelas nomina dan ajektiva di
pihak lain.
Jadi, dengan pengkajian kelas kata berdasarkan
pemahaman kanak-kanak kita akan dapat menentukan kecenderungan akal (mental)
kanak-kanak yang dihubungkan dengan perbedaan-perbedaan linguistik. Pengkajian
seperti ini, menurut Dewey, akan memberi bantuan yang besar kepada psikologi
bahasa pada umumnya.
Prinsip-prinsip psikologi antara lain sebagai
berikut :
a)
Perkembangan Merupakan Proses yang
Tidak Pernah Berhenti (never ending proces)
b)
Semua Aspek Perkembangan Saling
Mempengaruhi
c)
Perkembangan itu Mengikuti Pola
Arah Tertentu
d)
Perkembangan Terjadi Pada Tempo
yang Berlainan
e)
Setiap Fase Perkembangan Mempunyai
Ciri Khas
f)
Setiap Individu yang Normal Akan
Mengalami Tahapan/Fase Perkembangan
DAFTAR
PUSTAKA
Chaer,
Abdul. 2009. Psikolinguistik Kajian
Teoritik. Jakarta : Rineka Cipta.
Darjowijoyo,
Soejono. 2012. Psikolinguistik Pengantar
Pemahaman Bahasa Manusia. Jakarta :
Yayasan
Pustaka Obor Indonesia
Kasanah.
2012. Aliran-aliran dalam Psikologi
(Online). https://khasanahpioneerscom.
wordpress.com/2012/09/05/aliran-aliran-dalam-psikologi/.
Diakses tanggal 30 Maret
2017.
Siti
Amaliyah. 2008. Teori John Dewey
(Online). http://siti-amaliyah-uin-bi-2b.blogspot.co.id
/2008/04/teori-john-dewey.html. Diakses tanggal 30
Maret 2017.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar