BELENGGU
Pengarang
Naskah : Ramiati Raman
On : Di atas panggung seorang wanita
terlihat sedang berdoa dengan mengenakan pakaian hitam menghadap ke arah penonton
dengan wajah sendu. Ia semakin menundukkan kepalanya. (latar belakang panggung
hitam)
LK : Seorang laki-laki merangkak naik
melalui tangga dengan leher yang diikat dengan serta tangannya pun diikat. Ia
berjalan sambil mengendap-enpap seperti pencuri. Ia melihat wanita yang sedang
berdoa, ia pun mengelilingi wanita tersebut dengan wajah bingung sambil
sesekali menghadapkan wajahnya ke wajah wanita tersebut. Tetapi wanita itu
masih saja berdoa dengan kusyuk dan tidak memperdulikan lelaki tersebut.
LK : “Use ada biking apa? Use bisa bantu beta ka seng? Tolong bantu beta
dolo”.
LK :
Laki-laki tersebut menggaruk-garuk kepalanya karena perkataanya tidak digubris
oleh wanita tersebut. Ia pun duduk bersilah disamping wanita itu, ia melihat
kedua tangannya yang terikat.
LK :
“Tolong bantu lapas beta ikatan ini ka,
tolong bantu lapas dolo! tolong! tolong!” laki-laki itu berteriak.
KDRT : Saat ditinggal oleh laki-laki
tersebut, “TIDAK! TIDAK! TOLONG
HENTIKAN” tiba-tiba terdengar suara teriakan dari belakang panggung.
Laki-laki yang tadi berada di samping
wanita yang berdoa, saat mendengar suara teriakan tersebut ia tiba-tiba berlari
menuju ke sudut panggung. Seorang wanita dengan baju compang camping berlari
tetapi tiba-tiba ia tejatuh. Ia terlihat seperti orang depresi, ia seperti
telah habis disiksa.
KDRT :
Wanita itu memukul-mukul dadanya. “Jangan,
jangan siksa beta kaya bagini, jangan eee jangan…” ia pun menangis dengan
keras sambil bersujud dan memegang kepalanya.
KDRT :
Ketika ia bangkit, ia memandang ke arah wanita yang sedang berdoa. Ia bangkit
dan berjalan menuju ke arah wanita tersebut. “Use ada bikin apa? seng ada guna use mau berdoa. Tuhan itu seng pernah
ada”. Ia kemudian berdiri dan berjalan, menuju ke sudut panggung “Lia, lia beta sakarang (wanita itu
memukul dadanya berulang kali untuk memastikan), dong siksa, dong tindas beta kaya binatang, bahkan dong sum au bunuh
beta. Lalu ada di mana tuhan? (sambil berjalan menuju depan panggung) use, use, atau use yang mau jadi Tuhan?
(menuju penonton satu persatu sambil tertawa) Hahahahaha… Tuhan itu seng ada… Hahahaha…”.
KDRT :
Kemudian ia terduduk dan menangis “dong…
dong hanya bisa siksa orang-orang kaya beta banigi eee, seng ada ampun, seng
ada belas kasih… HENTIKAN eee… TOLONG HENTIKAN jua…”
Wanita yang tadi berteriak-teriak
merangkat ke arah wanita yang sedang berdoa dan laki-laki yang sedari tadi
berada di sudut panggung pun berjalan mendekati wanita yang sedang berdoa.
Terdengar alunan music yang suram. Wanita
dan Laki-laki yang dari berada didekat wanita yang sedang berdoa tiba-tiba
berlari kebingungan dan mencari tempat bersembunyi. Dari arah belakang
panggung, muncul dua sosok makhluk yang mengenakan pakaian hitam. Kedua makhluk
tersebut berjalan menuju wanita yang sedang berdoa.
MPN :
Mereka memegang tangan wanita yang sedang berdoa dan berusaha membentangkannya.
Wanita yang tadi berlari tempat
persembunyi, ketika melihat kedua makhluk tersebut hendak membentangkan tangan
wanita yang sedang berdoa, ia pun berlari dan hendak membantu melepaskan tangan
wanita yang berdoa tersebut. Tetapi ia pun kemudian didorong orang salah
seorang makhluk tersebut hingga terhempas dan pingsan.
MPN :
Kedua makhluk itu mengikat kedua tangan dari wanita yang berdoa dengan tali dan
membentangkannya. Mereka kemudia menariknya ke kiri dan ke kanan dengan kuat.
WB :
“SAKIIIIT” wanita yang berdoa itu
kemudian berteriak dan menangis. Ia berlutut sambil kedua tangannya ditarik
dengan tali ke kiri dan ke kanan. “SAKIIIIIT…
SAKIIIIT”.
Dari arah panggung bagian belakang,
muncul sosok makhluk yang berpakaian hitam yang sama dengan kedua makhluk
sebelumnya, tapi yang satu ini memegang pisau. Ia mengarahkan pisaunya ke atas
kepala wanita yang sedang berdoa tadi.
MPN :
“Ini lah akhir dari penderitaanmu”
makhluk tersebut menghujam wanita di depannya dengan pisau tersebut. Ia pun tertawa dengan puas sambil
membentangkan kedua tangannya dan menjatuhkan pisaunya.
Makhluk itu pun berjalan menuju ke depan
panggung sambil terus tertawa. Ia menunjuk penonton dan menertawai mereka,
kamudia ia berjalan menuju ke belakang panggung. Tubuh wanita yang tadi diikat
kedua tangannya langsung lesu tak bernyawa. Sedangkan Kedua makhluk yang
mengikat tangan wanita tersebut menyeret tubuh wanita yang terikat tadi
mengikuti langkah makhluk yang pertama.
LK :
Ia berjalan mengendap-endap mengikuti makhluk-makhluk berpakaian hitam menuju
ke belakang panggung.
KDRT :
Terbangun dan tidak mendapati seorang pun di sekitarnya. Ia lalu merangkat
sambil mengambil pisau yang terjatuh. “Hahahaha…
makhluk yang seng ada guna di dunia ini samu pantas mati!” ia pun
menghujamkan pisau yang dipungutnya tersebut ke arah dadanya, Kemudian ia
terjatuh dengan dramatis.
--------------------------------------------------
SELESAI
--------------------------------------------------
Keterangan :
-
Kostum :
1) WB
: (Wanita Berdoa) mengenakan
pakaian serba hitam atasan maupun bawahan dengan kepala tertutup dengan dengan
kain (kerudung) hitam.
2) LK : (Laki-laki) tidak mengenakana
baju atau hanya mengenakan kaos dalam yang sudah sobek-sobekan dan bawahannya
mengenakan celana kumuh yang sudah sobek-sobekkan serta kotor.
3) KDRT
: (Korban Dalam Rumah Tangga)
Mengenakan baju yang sudah sobek-sobekan dan rok yang kotor dan compang
camping.
4) MPN
: (Malaikan Pencabut Nyawa) Dua
orang wanita yang menjadi MPN mengenakan baju dan rok hitam (bisa juga jubah),
jika tidak di make-up seram berarti mereka memakai topeng atau tutup kepala
berwarna hitam, sedangkan laki-laki yang menjadi MPN juga tidak terlalu berbeda
dengan yang wanita, hanya saja ia mengenakan celana hitam tetapi lebih bagusnya
jubah hitam.
-
Properti :
1) Tali
(kalau bisa jangan tali rafia) ukurannya harus panjang dan lebih dari utas 4
tali.
2) Papan/batu
yang ukurannya lumayan besar untuk pada tali yang terikat di leher LK.
3) Kain
Hitam untuk latar atau kalau tidak ada bisa menggunakan tripleks yang lumayan
lebar untuk latar.
4) Cat
putih dan Hitam (Cat hitam digunakan untuk mewarnai tripleks jika seandainya
tidak mendapatkan kain berwarna hitam.
5) Kayu-kayu
atau sampah ampas gergaji (untuk efek di atas panggung).
6) Pisau
yang terbuat dari kayu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar