Winie The Pooh

My Widget

Kamis, 27 Juli 2017

MAKALAH SINTAKSIS : STRUKTUR SINTAKSIS, FRASA DAN PERAN



MAKALAH SINTAKSIS
STRUKTUR SINTAKSIS, FRASA DAN PERAN
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sintaksis
Dosen : Ibu L. F. Pesiwarissa, S.Pd., M.A.


Disusun Oleh :
RAMIATI RAMAN
NIM : 2015-35-043
KELAS : A

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan
Universitas Pattimura Ambon
2017

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah untuk tugas pertama mata kuliah Sintaksis ini dengan baik meskipun banyak kekurangan di dalamnya. Dan juga penulis berterima kasih pada ibu L. F. Pesiwarissa, S.Pd., M.A. selaku Dosen mata kuliah Sintaksis yang telah memberikan tugas ini.
Makalah ini ditulis dari hasil penyusunan data-data yang diperoleh dari buku panduan  serta informasi dari media massa yang berhubungan dengan judul makalah. Berisi tentang hasil identifikasi kalimat perparagraf berdasarkan Struktur Sintaksis yang terdiri dari Fungsi, Kategori dan Peran. Kemudian berdasarkan Jenis-jenis Frasa dan Jenis-jenis Klausa.
Penulis mengharapkan, melalui membaca makalah ini dapat memberi manfaat bagi pembaca. Memang makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, maka penulis mengharapkan kritik dari pembaca demi perbaikan menuju arah yang lebih baik.


Ambon, Mei 2017  
         PENULIS


DAFTAR ISI
Halaman Judul ...................................................................................................................... i
Kata Pengantar ..................................................................................................................... ii
Daftar Isi ............................................................................................................................... iii
Bab I : Pendahuluan
1.1. Latar Belakang ................................................................................................... 1
1.2. Rumusan Masalah .............................................................................................. 2
1.3.Tujuan Penulisan ................................................................................................. 2

Bab II : Pembahasan
2.1. Soal .................................................................................................................... 3
2.2. Identifikasi berdasarkan Struktur Sintaksis ....................................................... 3
2.2.1.      Fungsi ....................................................................................................... 3
2.2.2.      Kategori .................................................................................................... 4
2.2.3.      Peran (Makna) .......................................................................................... 5
2.3. Identifikasi Frasa berdasarkan Jenis-jenisnya .................................................... 7
2.4. Identifikasi Klausa berdasarkan Jenis-jenisnya .................................................. 8

Bab III : Penutup
3.1. Kesimpulan .................................................................................................................... 14
Daftar Pustaka ...................................................................................................................... 15  

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Masih banyak orang yang belum mengetahui dan belum paham tentang makna dan hakikat sintaksis. Padahal, penggunaanya begitu dekat dengan masyarakat Indonesia, yaitu berkisar tentang kalimat bahasa Indonesia yang digunakan sebagai alat komunikasi sehari-hari. Banyak permasalahan yang ada dalam mendalami penguasaan sintaksis dan hakikatnya. Perlu pendalaman dan banyak mempraktekan dalam dunia kebahasaan. Karena ilmu sintaksis sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dalam pembicaraan tentang sintaksis, bidang yang menjadi lahannya adalah unit bahasa berupa kalimat, klausa dan frasa.
Manusia dalam bertutur sapa, berkisah, atau segala sesuatu yang dapat dikatakan sebagai berbahasa, selalu memunculkan kalimat-kalimat yang diirangkai, dijalin sedemikian rupa, sehingga berfungsi optimal bagi si penutur dalam upaya mengembangkan akal budinya dan memelihara kerjasamanya dengan orang lain.
Sebenarnya apa yang dimaksud dengan sintaksis itu? Sintaksis merupakan ilmu yang mempelajari tentang tatabahasa. Sintaksis juga dapat dikatakan tata bahasa yang membahas hubungan antarkata dalam tuturan. Sintaksis merupakan cabang linguistik yang membicarakan hubungan antar kata dalam tuturan (speech). Unsur bahasa yang termasuk di dalam lingkup sintaksis adalah frase, klausa dan kalimat. Didalam makalah ini akan dibahas ketika pokok bahasan tersebut secara rinci.
Dalam sintaksis terdapat sub-sub pembahasan mengenai struktur dari sintaksis yang terbagi menjadi fungsi, kategori dan peran. Ada pula jenis-jenis frasa yang juga masuk ke dalam ruang lingkup pembahasan sintaksis. Serta jenis-jenis klausa yang dalam pengklasifikasiannya harus berpatokan pada tiga aspek. Berdasarkan sub pembahasan yang terdapat dalam sintaksis, kita dapat mengidentifikasi kalimat yang terdapat dalam paragraf. Identifikasi kalimat tersebut berdasarkan struktur sintaksis, jenis frasa dan klausa.



1.2.Rumusan Masalah 
 Dari utaian latar belakang di atas dapat kita rumuskan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1)      Bagaimanakah cara mengidentifikasi kalimat berdasarkan struktur sintaksis ?
2)      Bagaimanakah cara mengidentifikasi kalimat berdasarkan jenis frasa ?
3)      Bagaimanakah cara mengidentifikasi kalimat berdasarkan jenis klausa ?

1.3. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengerjakan tugas mata kuliah Sintaksis, tentang identifikasi kalimat berdasarkan tiga aspek :
1)       Struktur Sintaksis (Fungsi, Kategori, dan Peran);
2)      Jenis-jenis Frasa;
3)      dan Jenis-jenis Klausa.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Soal
Pagi-pagi nian petani muda itu sudah menggiring lembu sambil memikul bajak. Dia menuju sawahnya dengan ceria dan bersemangat. Terlihat betapa kuat lembunya itu karena gemuk dan sehat. Waktu petani muda itu tiba di sawahnya, diletakkannya bajaknya di atas pematang. Ditambatkannya lembunya di tepi sawah, kemudian mulailah ia mencangkul.
“Sudah pukul sembilan. Engkau tidak lapar, Mas?” sahut Dewi, istrinya, sambil meletakkan bakul yang berisi makanan dan minuman. Mereka pun kemudian makan dengan lahapnya.
Keterangan :
1.      Identifikasilah kalimat pada paragraf di atas berdasarkan Struktur Sintaksis (Fungsi, Kategori dan Peran);
2.      Identifikasilah kalimat pada paragraf di atas berdasarkan Jenis-jenis Frasa;
3.      Identifikasilah kalimat pada paragraf di atas berdasarkan Jenis-jenis Klausa.

2.2. Identifikasi berdasarkan Struktur Sintaksis
2.2.1.      Fungsi
-          Pagi-pagi nian petani muda itu sudah menggiring lembu sambil memikul bajak.
Ket.                 S                             P                   O                 P                  O

-          Dia menuju sawahnya dengan ceria dan bersemangat.
S          P              O                             Ket.

-          Terlihat betapa kuat lembunya itu karena gemuk dan sehat.
   Ket.                          O                          Ket.

-          Waktu petani muda itu tiba di sawahnya, diletakkannya bajaknya di atas pematang.
    Ket.                         S                 P               O                     P               O                   Ket.
-          Ditambatkannya lembunya di tepi sawah, kemudian mulailah ia mencangkul.
  P                    O                     Ket.                 Ket.              S             P

-          “Sudah pukul sembilan. Engkau tidak lapar, Mas?”
Ket.                 O             P           O

-          Sahut Dewi, istrinya, sambil meletakkan bakul yang berisi makanan dan minuman.
        P         S                  P                      O             Pel.                         O

-          Mereka pun kemudian makan dengan lahapnya.
S                                  P
Keterangan :
S          = Subjek
P          = Predikat
O         = Objek
Ket.     = Keterangan
Pel.      = Pelengkap

2.2.2.      Kategori
-          Pagi-pagi nian petani muda itu sudah menggiring lembu sambil memikul bajak.
Adv.                N                                 V              N                V              N


-          Dia menuju sawahnya dengan ceria dan bersemangat.
  N       V             N                            Adj.

-          Terlihat betapa kuat lembunya itu karena gemuk dan sehat.
   Adj.                      N                                       Adj.

-          Waktu petani muda itu tiba di sawahnya, diletakkannya bajaknya di atas pematang.
    Adj.             N                 V             N                     V               N        Pre.             N
-          Ditambatkannya lembunya di tepi sawah, kemudian mulailah ia mencangkul.
            V                     N         Pre.        N                      V              N          V          

-          “Sudah pukul sembilan. Engkau tidak lapar, Mas?”
               Num.                      N             Adj.      N

-          Sahut Dewi, istrinya, sambil meletakkan bakul yang berisi makanan dan minuman.
   V                  N                     V                                                         N

-          Mereka pun kemudian makan dengan lahapnya.
N                                 V
Keterangan :
N         = Nomina
V         = Verba
Adj.     = Adjektiva
            = Keterangan
Pel.      = Pelengkap
Pre.      = Preposisi
Num.   = Numeralia
Adv.    = Adverbia

2.2.3.      Peran
-          Pagi-pagi nian petani muda itu sudah menggiring lembu sambil memikul bajak.
Peran (Makna) : Pada kalimat di atas, peran atau maknanya yaitu peran ‘aktif’. Karena pengisi fungsi predikat (sudah menggiring) itu sendiri dapat memberi peran aktif, sehingga subjeknya berperan sebagai ‘pelaku’ dan objeknya berperan sebagai ‘sasaran’.

-          Dia menuju sawahnya dengan ceria dan bersemangat.
Peran (Makna) : Pada kalimat di atas, peran atau maknanya yaitu peran ‘aktif’. Karena pengisi fungsi predikat (menuju) itu sendiri dapat memberi peran aktif, sehingga subjeknya berperan sebagai ‘pelaku’ dan objeknya berperan sebagai ‘sasaran’.
-          Terlihat betapa kuat lembunya itu karena gemuk dan sehat.
Peran (Makna) : Pada kalimat di atas, peran atau maknanya yaitu peran ‘keadaan’. Karena pada kalimat tersebut terlihat menggambarkan mengenai keadaan atau kondisi secara fisik yang dialami oleh objek (Lembu).  

-          Waktu petani muda itu tiba di sawahnya, diletakkannya bajaknya di atas pematang.
Peran (Makna) : Pada kalimat di atas, peran atau maknanya yaitu peran ‘aktif’. Karena pengisi fungsi predikat (tiba dan meletakkan) itu sendiri dapat memberi peran aktif, sehingga subjeknya berperan sebagai ‘pelaku’ dan objeknya berperan sebagai ‘sasaran’.

-          Ditambatkannya lembunya di tepi sawah, kemudian mulailah ia mencangkul.
Peran (Makna) : Pada kalimat di atas, peran atau maknanya yaitu peran ‘aktif’. Karena pengisi fungsi predikat (ditambatkannya, mulailah dan mencangkul) itu sendiri dapat memberi peran aktif, sehingga subjeknya berperan sebagai ‘pelaku’ dan objeknya berperan sebagai ‘sasaran’.
         
-          “Sudah pukul sembilan. Engkau tidak lapar, Mas?”
Peran (Makna) : Pada kalimat di atas, peran atau maknanya yaitu peran ‘pasif’. Karena pengisi fungsi predikat itu sendiri dapat memberi peran pasif, sehingga subjeknya berperan sebagai ‘yang mengalami’.

-          Sahut Dewi, istrinya, sambil meletakkan bakul yang berisi makanan dan minuman.
Peran (Makna) : Pada kalimat di atas, peran atau maknanya yaitu peran ‘aktif’. Karena pengisi fungsi predikat (meletakkan) itu sendiri dapat memberi peran aktif, sehingga subjeknya berperan sebagai ‘pelaku’ dan objeknya berperan sebagai ‘sasaran’.

-          Mereka pun kemudian makan dengan lahapnya.
Peran (Makna) : Pada kalimat di atas, peran atau maknanya yaitu peran ‘aktif’. Karena pengisi fungsi predikat (makan) itu sendiri dapat memberi peran aktif, sehingga subjeknya berperan sebagai ‘pelaku’ dan objeknya berperan sebagai ‘sasaran’.

2.3. Idetifikasi Frasa berdasarkan jenis-jenisnya.
-          Pagi-pagi nian petani muda itu sudah menggiring lembu sambil memikul bajak.
Jenis Frasa : Pada kalimat di atas dapat diklasifikasikan ke dalam Jenis Frasa Endosentrik. Karena pada frasa ‘pagi-pagi nian’ dapat diwakili kata ‘pagi-pagi’, begitu pula frasa ‘sudah menggiring’ dapat diwakili kata ‘menggiring’. Kalimat di atas juga dapat dikategorikan dalam kelas frasa Verba, karena yang menjadi inti yaitu kata ‘menggiring’ yang merupakan kata kerja.
 
-          Dia menuju sawahnya dengan ceria dan bersemangat.
Jenis Frasa : Pada kalimat di atas dapat diklasifikasikan ke dalam Jenis Frasa Endosentrik Koordinatif. Karena pada frasa ‘ceria dan bersemangat’ kedudukan kedua unsur tersebut setara sehingga ditambahkan kata ‘dan’. Kalimat di atas juga dapat dikategorikan dalam kelas frasa Adjektiva, karena yang menjadi inti yaitu kata ‘ceria dan bersemangat’ yang merupakan kata sifat.

-          Terlihat betapa kuat lembunya itu karena gemuk dan sehat.
Jenis Frasa : Pada kalimat di atas dapat diklasifikasikan ke dalam Jenis Frasa Endosentrik Koordinatif. Karena pada frasa ‘gemuk dan sehat’ kedudukan kedua unsur tersebut setara sehingga ditambahkan kata ‘dan’. Kalimat di atas juga dapat dikategorikan dalam kelas frasa Adjektiva, karena yang menjadi inti yaitu kata ‘kuat’ yang merupakan kata sifat.

-          Waktu petani muda itu tiba di sawahnya, diletakkannya bajaknya di atas pematang.  
Jenis Frasa : Pada kalimat di atas dapat diklasifikasikan ke dalam Jenis Frasa Endosentrik. Karena pada frasa ‘petani muda itu’ dapat diwakili dengan frasa ‘petani muda’, serta kata ‘diletakkannya’ dapat diwakili dengan kata ‘diletakkan’. Kalimat di atas juga dapat dikategorikan dalam kelas frasa Verba, karena yang menjadi inti yaitu kata ‘tiba’ yang merupakan kata kerja.

-          Ditambatkannya lembunya di tepi sawah, kemudian mulailah ia mencangkul.
Jenis Frasa : Pada kalimat di atas dapat diklasifikasikan ke dalam Jenis Frasa Endosentrik. Karena pada frasa ‘ditambatkannya’ dapat diwakili kata ‘ditambatkan’, begitu pula frasa ‘kemudian mulailah ia mencangkul’ dapat diwakili frasa ‘mulailah ia mencangkul’. Kalimat di atas juga dapat dikategorikan dalam kelas frasa Verba, karena yang menjadi inti yaitu kata ‘mencangkul’ yang merupakan kata kerja.

-           “Sudah pukul sembilan. Engkau tidak lapar, Mas?”
Jenis Frasa : Pada kalimat di atas dapat diklasifikasikan ke dalam Jenis Frasa Endosentrik. Karena pada frasa ‘engkau tidak lapar, mas?’ dapat diwakili kata-kata ‘engkau tidak lapar?’. Kalimat di atas juga dapat dikategorikan dalam kelas frasa Adjektiva, karena yang menjadi inti yaitu kata ‘lapar’ yang merupakan kata sifat.

-          Sahut Dewi, istrinya, sambil meletakkan bakul yang berisi makanan dan minuman.
Jenis Frasa : Pada kalimat di atas dapat diklasifikasikan ke dalam Jenis Frasa Endosentrik Apositif. Karena pada frasa ‘sahut Dewi’ kemudian kata ‘istrinya’ menjadi kata yang menerangkan bahwa Dewi merupakah istri dari petani muda. Kalimat di atas juga dapat dikategorikan ke dalam Frasa Endosentris Koordinatif, karena frasa ‘makanan dan minuman’ kedudukan kedua unsur tersebut setara sehingga ditambahkan kata ‘dan’. Kalimat di atas juga dapat dikategorikan dalam kelas frasa Verba, karena yang menjadi inti yaitu kata ‘meletakkan’ yang merupakan kata kerja.

-          Mereka pun kemudian makan dengan lahapnya.
Jenis Frasa : Pada kalimat di atas dapat diklasifikasikan ke dalam Jenis Frasa Endosentrik. Karena pada frasa ‘kemudian makan’ dapat diwakili kata ‘makan’. Kalimat di atas juga dapat dikategorikan dalam kelas frasa Verba, karena yang menjadi inti yaitu kata ‘makan’ yang merupakan kata kerja.

2.4. Identifikasi Klausa berdasarkan Jenis-jenisnya.
-          Pagi-pagi nian petani muda itu sudah menggiring lembu sambil memikul bajak.
Jenis Klausa :
a)      Klausa berdasarkan struktur intern
Kalimat di atas merupakan klausa lengkap susun biasa, karena dalam klausa yang sesuai struktur internnya terdapat unsur inti klausa yaitu Subjek dan Predikat.
b)     Klausa berdasarkan ada tidaknya kata negatif yang secara gramatikal mengaktifkan Predikat.
Kalimat di atas merupakan klausa positif, karena tidak terdapat kata negatif yang secara gramatikal mengaktifkan predikat.
c)      Penggolongan klausa berdasarkan kategori kata atau frasa yang menduduki fungsi Predikat.
1)      Pagi-pagi nian petani muda itu : kalimat tersebut merupakan klausa Nominal, karena yang menjadi predikatnya yaitu ‘petani muda’ yang dikategorikan ke dalam kelas kata nomina (benda).
2)      Menggiring lembu sambil memikul bajak : kalimat tersebut merupakan klausa Verbal Aktif, karena yang menjadi predikatnya yaitu ‘menggiring’ yang dapat kategorikan ke dalam kelas kata verba (kerja) yang aktif.  

-          Dia menuju sawahnya dengan ceria dan bersemangat.
Jenis Klausa :
a)      Klausa berdasarkan struktur intern
Kalimat di atas merupakan klausa lengkap susun biasa, karena dalam klausa yang yang sesuai struktur internnya terdapat unsur inti klausa yaitu Subjek dan Predikat.
b)     Klausa berdasarkan ada tidaknya kata negatif yang secara gramatikal mengaktifkan Predikat.
Kalimat di atas merupakan klausa positif, karena tidak terdapat kata negatif yang secara gramatikal menegatifkan predikat.
c)      Penggolongan klausa berdasarkan kategori kata atau frasa yang menduduki fungsi Predikat.
1)      Dia menuju sawahnya dengan ceria dan bersemangat : kalimat tersebut merupakan klausa Verbal Aktif, karena yang menjadi predikatnya yaitu ‘menuju’ yang dikategorikan ke dalam kelas kata verba (kerja) yang aktif.

-          Terlihat betapa kuat lembunya itu karena gemuk dan sehat.
Jenis Klausa :
a)      Klausa berdasarkan struktur intern
Kalimat di atas merupakan klausa tidak lengkap, karena dalam kalimat tersebut tidak memiliki Subjek.
b)     Klausa berdasarkan ada tidaknya kata negatif yang secara gramatikal mengaktifkan Predikat.
Kalimat di atas merupakan klausa positif, karena tidak terdapat kata negatif yang secara gramatikal mengaktifkan predikat.
c)      Penggolongan klausa berdasarkan kategori kata atau frasa yang menduduki fungsi Predikat.
1)      Terlihat betapa kuat lembunya itu karena gemuk dan sehat : kalimat tersebut merupakan klausa Adjektival, karena kata yang menjadi inti kalimat yaitu ‘kuat’ yang dikategorikan ke dalam kelas kata adjektiva (sifat).

-          Waktu petani muda itu tiba di sawahnya, diletakkannya bajaknya di atas pematang.  
Jenis Klausa :
a)      Klausa berdasarkan struktur intern
Kalimat di atas merupakan klausa lengkap susun biasa, karena dalam klausa yang yang sesuai struktur internnya terdapat unsur inti klausa yaitu Subjek dan Predikat.
b)     Klausa berdasarkan ada tidaknya kata negatif yang secara gramatikal mengaktifkan Predikat.
Kalimat di atas merupakan klausa positif, karena tidak terdapat kata negatif yang secara gramatikal mengaktifkan predikat.
c)      Penggolongan klausa berdasarkan kategori kata atau frasa yang menduduki fungsi Predikat.
1)      Waktu petani muda itu tiba di sawahnya : kalimat tersebut merupakan klausa Verbal Aktif, karena yang menjadi predikatnya yaitu ‘tiba’ yang dapat kategorikan ke dalam kelas kata verba (kerja) yang aktif.
2)      Diletakkannya bajaknya di atas pematang : kalimat tersebut merupakan klausa Verbal Aktif, karena yang menjadi predikatnya yaitu ‘diletakkan’ yang dapat
3)      kategorikan ke dalam kelas kata verba (kerja) yang aktif.  


-          Ditambatkannya lembunya di tepi sawah, kemudian mulailah ia mencangkul.
Jenis Klausa :
a)      Klausa berdasarkan struktur intern
Kalimat di atas merupakan klausa lengkap susun biasa, karena dalam klausa yang yang sesuai struktur internnya terdapat unsur inti klausa yaitu Subjek dan Predikat.
b)     Klausa berdasarkan ada tidaknya kata negatif yang secara gramatikal mengaktifkan Predikat.
Kalimat di atas merupakan klausa positif, karena tidak terdapat kata negatif yang secara gramatikal mengaktifkan predikat.
c)      Penggolongan klausa berdasarkan kategori kata atau frasa yang menduduki fungsi Predikat.
1)      Ditambatkannya lembunya di tepi sawah : kalimat tersebut merupakan klausa Verbal Pasif, karena yang menjadi predikatnya yaitu ‘ditambatkannya’ yang dapat kategorikan ke dalam kelas kata verba (kerja) yang pasif.
2)      Kemudian mulailah ia mencangkul : kalimat tersebut merupakan klausa Verbal Aktif, karena yang menjadi predikatnya yaitu ‘mulailah’ yang dapat kategorikan ke dalam kelas kata verba (kerja) yang aktif.  

-           “Sudah pukul sembilan. Engkau tidak lapar, Mas?”
Jenis Klausa :
a)      Klausa berdasarkan struktur intern
Kalimat di atas merupakan klausa tidak lengkap, karena dalam kalimat tersebut tidak memiliki Subjek.
b)     Klausa berdasarkan ada tidaknya kata negatif yang secara gramatikal mengaktifkan Predikat.
Kalimat di atas merupakan klausa negatif, karena tidak terdapat kata negatif ‘tidak’ yang secara gramatikal mengaktifkan predikat.
c)      Penggolongan klausa berdasarkan kategori kata atau frasa yang menduduki fungsi Predikat.
1)      Sudah pukul Sembilan. Engkau tidak lapar, Mas? : kalimat tersebut merupakan klausa Adjektival, karena yang menjadi predikatnya yaitu ‘lapar’ yang dapat kategorikan ke dalam kelas kata adjektiva (sifat).

-          Sahut Dewi, istrinya, sambil meletakkan bakul yang berisi makanan dan minuman.
Jenis Klausa :
a)      Klausa berdasarkan struktur intern
Kalimat di atas merupakan klausa lengkap susun biasa, karena dalam klausa yang yang sesuai struktur internnya terdapat unsur inti klausa yaitu Subjek dan Predikat.
b)     Klausa berdasarkan ada tidaknya kata negatif yang secara gramatikal mengaktifkan Predikat.
Kalimat di atas merupakan klausa positif, karena tidak terdapat kata negatif yang secara gramatikal mengaktifkan predikat.
c)      Penggolongan klausa berdasarkan kategori kata atau frasa yang menduduki fungsi Predikat.
1)      Sahut Dewi, istrinya: kalimat tersebut merupakan klausa Verbal Aktif, karena yang menjadi predikatnya yaitu ‘sahut’ yang dapat kategorikan ke dalam kelas kata verba (kerja) yang aktif.
2)      Sambil meletakkan bakul yang berisi makanan dan minuman : kalimat tersebut merupakan klausa Verbal Aktif, karena yang menjadi predikatnya yaitu ‘mulailah’ yang dapat kategorikan ke dalam kelas kata verba (kerja) yang aktif.  

-          Mereka pun kemudian makan dengan lahapnya.
Jenis Klausa :
a)      Klausa berdasarkan struktur intern
Kalimat di atas merupakan klausa lengkap susun biasa, karena dalam klausa yang yang sesuai struktur internnya terdapat unsur inti klausa yaitu Subjek dan Predikat.
b)     Klausa berdasarkan ada tidaknya kata negatif yang secara gramatikal mengaktifkan Predikat.
Kalimat di atas merupakan klausa positif, karena tidak terdapat kata negatif yang secara gramatikal mengaktifkan predikat.
c)      Penggolongan klausa berdasarkan kategori kata atau frasa yang menduduki fungsi Predikat.
1)      Mereka pun kemudian makan dengan lahapnya : kalimat tersebut merupakan klausa Verbal Aktif, karena yang menjadi predikatnya yaitu ‘makan’ yang dapat kategorikan ke dalam kelas kata verba (kerja) yang aktif.

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil identifikasi kalimat yang terdapat dalam paragraf berikut :
Pagi-pagi nian petani muda itu sudah menggiring lembu sambil memikul bajak. Dia menuju sawahnya dengan ceria dan bersemangat. Terlihat betapa kuat lembunya itu karena gemuk dan sehat. Waktu petani muda itu tiba di sawahnya, diletakkannya bajaknya di atas pematang. Ditambatkannya lembunya di tepi sawah, kemudian mulailah ia mencangkul.
“Sudah pukul sembilan. Engkau tidak lapar, Mas?” sahut Dewi, istrinya, sambil meletakkan bakul yang berisi makanan dan minuman. Mereka pun kemudian makan dengan lahapnya.
Ketika mengidentifikasi berdasarkan struktur sintaksis, dapat disimpulkan bahwa pada bagian fungsinya yang paling banyak muncul yaitu Predikat ‘P’ dan Objek ‘O’. Pada bagian kategori, kelas kata yang paling banyak muncul adalah Nomina (benda). Sedangkan pada bagian peran, yang sering kali muncul ialah peran aktif.
Pada tahap identifikasi Frasa berdasarkan jenis-jenisnya, semua dari kalimat tersebut merupakan frasa Endosentrik baik itu Endosentrik Koordinatif maupun Endosentrik Apositif. Dan yang terakhir tahap identifikasi Klausa berdasarkan jenis-jenisnya, dibagi menjadi tiga bagian :
a)       Klausa berdasarkan struktur intern;   
b)      Klausa berdasarkan ada tidaknya kata negatif yang secara gramatikal mengaktifkan Predikat;
c)      Penggolongan klausa berdasarkan kategori kata atau frasa yang menduduki fungsi Predikat.

DAFTAR PUSTAKA

Chaer, Abdul. 2015. Sintaksis Bahasa Indonesia : Pendekatan Proses. Jakarta : Rineka Cipta.

Chaer, Abdul. 2014. Linguistik Umum. Jakarta : Rineka Cipta.

Chaer, Abdul. 2015. Morfologi Bahasa Indonesia : Pendekatan Proses. Jakarta : Rineka Cipta.

(Online). Diakses pada tanggal 03 Mei 2017.  

Wikibooks. Frasa. https://id.wikibooks.org/wiki/Subjek:Bahasa_Indonesia/Materi:Frasa
(Online). Diakses pada tanggal 03 Mei 2017.  

Pelitaku Sabda. Definisi Jenis dan Macam Frasa. http://pelitaku.sabda.org/definisi_ jenis_
dan_macam_frasa_0 (Online). Diakses pada tanggal 03 Mei 2017.  






Tidak ada komentar:

Posting Komentar