MAKALAH
SOSIOLOGI SASTRA
ANALISIS
KUMPULAN CERPEN
ROBOHNYA
SURAU KAMI (A.A. NAVIS)
Kelas :
A
Disusun
Oleh : KELOMPOK 6
JERFIN
ERICHSON KELWARU (2015-35-019)
DHEA
ALMETHA SOPACUA (2015-35-027)
RAMIATI
RAMAN (2015-35-043)
LESLY
CHRISELYA WATTIMURY (2015-35-121)
YACOB
SERTAWI (2015-35-)
Program
Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas
Keguruan Ilmu Pendidikan
Universitas
Pattimura Ambon
2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan
hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang relasi atau hubungan
kekuasaan yang terdapat di dalam karya sastra baik cerpen maupun novel ini dengan
baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima kasih padaDosen
mata kuliah Sosiologi Sastra yang telah memberikan tugas ini kepada kamikelompok6.
Makalah ini
ditulis dari hasil penyusunan data-data yang diperoleh dari buku kumpulan
cerpen “Robohnya Surau Kami” karya A.A. Navis yang memuat tentang
cerpen-cerpen. Makalah ini berusaha menyajikan tentang relasi atau hubungan
kekuasaan yang terdapat di tiga cerpen yang terdapat di dalam buku kumpulan
cerpen “Robohnya Surau Kami”.
Penulis
mengharapkan, melalui membaca makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita dalam
hal ini dapat menambah wawasan kita mengenai relasi atau hubungan kekuasaan
yang terdapat di dalam karya sastra. Memang makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan, maka kami mengharapkan kritik dari pembaca demi perbaikan menuju
arah yang lebih baik.
Ambon, November 2016
DAFTAR ISI
Halaman
Judul ......................................................................................................................... i
Kata
Pengantar ........................................................................................................................ ii
Daftar
Isi ................................................................................................................................. iii
Bab
I : Pendahuluan
1.
Latar Belakang ............................................................................................... 1
2.
Rumusan Masalah .......................................................................................... 1
3.
Tujuan Penulisan ............................................................................................ 1
Bab
II : Pembahasan
1.
“Anak Kebanggan” (Robohnya Surau Kami)................................................. 2
2.
“Bayang Bayang” (Robohnya Surau Kami).................................................... 2
3.
“Penumpang Kelas Tiga” (Robohnya Surau Kami)........................................ 3
Bab
III : Penutup
3.1.
Kesimpulan ....................................................................................................................... 5
Daftar
Pustaka ......................................................................................................................... 6
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar
Belakang
Karya sastra di
Indonesia telah mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Konten dan gaya
penyajian sastra pun juga disesuaikan dengan zaman kemunculannya. Sebagai
saslah satu bentuk kesenian yang estetis, karya sastra menempati ruang penting
dalam kehidupan sosial masyarakat termasuk juga dalam hubungan kekusaan. Bukan
hanya dimanfaatkan sebagai hiburan semata, tetapi sastra juga dapat digunakan
sebabai salah satu cara untuk memahami kondisi sosial masyarakat pada masa-masa
tertentu. Namun, meskipun fakta-fakta sosial menjadi bahan dasar pembuatan
karya sastra, keduanya tidak dapat dikatakan sastra apabila tidak saling
bersinergi (Teuw, 1988 : 231).
1.2.
Rumusan
Masalah
Dari
utaian latar belakang di atas dapat kita rumuskan masalah yang
akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1.
Bagaimana Relasi atau
Hubungan kekuasaan di dalam karya sastra?
1.3.
Tujuan
Penulisan
1. Mencari
Relasi atau Hubungan kekuasaan di dalam karya sastra khususnya cerpen
berdasarkan kutipan-kutipan.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1. “Anak Kebanggan”
(Robohnya Surau Kami)
Dalam cerpen “Anak
Kebanggaan” menceritakan tentang seorang ayah yang begitu membanggakan anaknya
bahkan selalu mengubah nama anaknya yang sesuai dengan nama penguasa-penguasa
agar suatu saat anaknya dapat menjadi seorang penguasa. Singakat cerita, sang
anak bukannya membuat ayahnya bangga dengan mejadi dokter malahan anaknya
membohongi ayahnya dengan cara mengirim surat palsu yang membuat sang ayah
menaruh harapan besar kepadanya.
Relasi kekuasaan
yang terdapat di dalam cerpen ini adalah warga desa yang tidak berani
mengatakan kondisi sebenarnya Indra Budiman (anak) kepada ayahnya dikarenakan
mereka menghargai pekerjaan ayahnya sebagai Klerek di sebuah kantor residen dan
ayahnya juga termasuk orang keras kepala karena benar-benar menaruh harapan
besar kepada anaknya. Seperti terlihat pada kutipan berikut :
“Namun orang harus
bagaimana mengatakannya, kalau orang tua itu tak hendaka percaya. Malah ia
memaki dan menuduh semua manusia iri hati akan kemajuan yang dicapai anaknya”
“Di waktu mudanya
Ompi menjadi klerek di kantor residen”
“Mula-mula si anak
dinamai Edward, tapi karena raja Inggris itu turun tahta karena perempuan,
ditukarnya nama Edward jadi Ismail. Seuai dengan nama kerajaan Mesir yang
pertama. Ketika tersiar pula kabar bahwa ada orang Ismail terhukum karena
maling dan membunuh, Ompi naik pitam. Nama anaknya seolah ikut tercemar”
2.2. Bayang Bayang
(Robohnya Surau Kami)
Masih tetap dalam
buku Robohnya Surau Kami, cerpen tentang “Bayang Bayang” menceritakan tentang
seorang pemuda yang bernama Dali yang terkenal dengan bayang-bayangnya. Semua
masyarakat mengaguminya sehingga membuat sang Raja menjadi dengki dan cemburu.
Sang Raja pun ingin membunuhnya, tetapi para mentri menyarankan kepada Raja
agar tidak membunuh si Dali karena ketika membunuh Dali, masyarakat akan
beranggapan bahwa Dali lebih hebat dari pada Raja sehingga nama Raja menjadi
tercemar. Mentri pun menyuruh Raja untuk mengundang Dali dengan baik ke Istana.
Singkat cerita
bayang-bayang Dali pun tertinggal di Istana dan bayang-bayang Raja menguti Dali
ke rumah. Lalu Dali bertukar posisi dengan bayang-bayang Raja. Lama –kelamaan
Dali menyesal karena telah bertukar posisi. Raja pun meninggal dan Dali tidak
bisa kembali ke tubuhnya karena bayang-bayang Raja tidak dapat kembali ke tubuh
Raja yang telah meniggal. Dan seumur hidupnya ia menjadi bayang-bayang Raja.
Relasi
kekuasaan yang terdapat di dalam cerpen ini adalah Raja yang mempunyai
kekuasaan tidak ingin ada orang lain yang melebihi dan menyaingi
kepopulerannya. Sehinga sang Raja ingin membunuh Dali yang dikagumi oleh
masyarakat, tetapi gagal karena dengan membunuh Dali maka nama baik Raja akan
tercemar. Seperti terlihat pada kutipan di bawah ini :
“Membunuh
dan menangkap orang memang kekuasaan paduka. tapi jika dia dibunuh atau
ditangkap, dia akan jadi lebih besar dari kadarnya. Dia akan menjadi mitos
sejarah. dengan mitos itu rakyat terbius untuk berdemonstrasi. Bayangkan,
paduka. demonstrasi masa ini biadapnya bukan main”
“Undang
dia. rangkul dia, supaya paduka tetap lebih besar dari si Dali”
2.3. Penumpang Kelas Tiga
(Robohnya Surau Kami)
Cerpen “Penumpang Kelas
Tiga” menceritakan tentang dua pemuda kembar yang bernama Nain dan Nuan. Mereka
berdua mempunyai pekerjaan yang sama yaitu seorang Tentara dan mereka berdua
pun menyukai wanita yang sama yag bernama Wati. Mereka berdua menjadi pelatih
PKR bagi prajurit baru. Merak berdua berkeinan untuk menjadi perwira dan
sekaligus menarik perhatian wanita yang mereka berdua sukai. Ayah dari Wati
menjodohkan Wati dengan Nuan yang tugasnya lebih terhindar dari kematian karena
Nain tugasnya lebih berat dari pada Nain dan tingkat kematiannya sangat tinggi
sehingga ayah Wati tidak menginginkan Wati untuk menikah dengan Nain. Wati dan
Nuan pun menikah dan dikaruniai dua orang anak.
Singkat cerita,
ternyata Nain dan Wati saling mencintai dan mereka berdua pun menjalin hubungan
diam-diam di belakang Nuan. Hubungan mereka pun diketahui oleh Nuan. Dia pun
merasa kecewa dan marah terhadap saudara kembarnya karena telah meniduri
istrinya. Nuan pun merasa ingin balas dendam dan ingin mniduri istri dari Nain,
tetapi ia menyadari bahwa itu adalah istri saudara kembaranya sehingga dia
tidak melakukan apa pun terhadap istri saudara kembarnya itu.
Relasi kekuasaan
yang terdapat di dalam cerpen ini adalah, posisi tempat pekerjaan Nuan membuat
ayah Wati lebih menyetujui anaknya menikah dengan Nuan dari Nain tempat
pekerjaanya di Desa sedangkan Nuan di Kota. Berdasarkan kutipan berikut :
“Ayah Wati
perpandangan praktis dalam menetapkan siapa yang akan jadi jodoh anaknya.
Katanya : ‘Perwira bagian Logistik akan lebih menjamin kebutuhan hidup rumah
tanggamu. Sedangkan perwira di Front lebih memungkinkan kau cepat jadi janda”.
BAB
III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Berdasarkan
pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa di dalam buku Kumpulan Cerpen
Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis, terdapat tiga cerpen yang terdapat relasi
atau hubungan kekusaan yaitu pada cerpen “Anak Kebanggan”, “Bayang Bayang” dan
“Penumpang Kelas Tiga”. Setiap relasi kekuasaan yang terdapat pada ketiga
cerpen tersebut berbeda-beda dengan emosional tokohnya juga yang berbeda-beda.
DAFTAR PUSTAKA


tampilannya keren, tan.. ajarin dong!!
BalasHapuscoba nanti cek di youtube, soalnya b buat su lama, jdi su lupa... afwan...
HapusKeren yah, hehehe... b su lupa cara buatnya, soalnya b blajar lewat youtube... coba cri ajah cara buat tampilan blog jdi keren di Youtube, ada bnyk tuh...
BalasHapusSiap, tan
BalasHapusOK
BalasHapusBTW,, udah banyak juga postingannya tante ni.. udah brp?
BalasHapusapanya yg udah brpa ponakan???
BalasHapusudah brapa postingan??
BalasHapusmasih sdikit kok, bru 26 postingan... klu ponakan phng su brapa???
Hapuswah.. udah banyak tuh..
BalasHapuskalo bta punya pokoknya belum ada apa-apanya di bandingkan dengan punya tante...
baru sdikit yg di posting, materi/artikelnya sih udah lumayan banyak yg di siapkan.. tapi malas post.. karna lagi blajar design web di dreamweaver juga soalnya.. itu ktong pung pelajaran di kampus DESIGN WEB. cuma ya kalo posting lewat situ harus bayar, tan.
tapi bta kira gif boneka" yg di samping" ini tu kaya iklan gitu,, pertama kirain iklan
owh, bharang ponakan mau ada gif boneka2 jga di blog???
BalasHapus